Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 November 2015

Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, Dan 4 Prasasti + Gambar

View Article
Kerajaan Singosari ialah salah satu kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita. Kerajaan yang didirikan pada tahun 1222 M ini diperkirakan terletak di sebelah Timur Gunung Kawi, Malang – Jawa Timur. Beragam bukti dan peninggalan sejarah berdirinya kerajaan ini sebagian telah ditemukan, di antaranya ada yang berupa candi, prasasti, dan ada pula yang berupa arca atau patung. Nah, pada kesempatan kali ini, Blog akan membahas seputar beberapa peninggalan Kerajaan Singasari tersebut lengkap dengan klarifikasi dan gambar-gambarnya. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Singasari

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

1. Candi Singosari

Peninggalan Kerajaan Singosari  yang pertama ialah sebuah candi yang terletak di Kec, Singosari, Malang – Jawa Timur, tepatnya berada di lembah antara Gunung Arjuna dan Gunung Tengger. Candi yang dinamai Candi Singosari ini menurut goresan pena dalam Prasasti Gadjah Mada (1351 M) yang terdapat di halaman kompeksnya disebut merupakan daerah pendarmaan raja-raja Kerajaan Singosari.

2. Candi Jago

Candi Jago ialah sebuah candi peninggalan Kerajaan Singosari yang terletak di Kec. Tumpang, Malang – Jawa Timur. Candi yang terbuat dari kerikil andesit yang disusun mirip teras punden berundak-undak ini dikenal punya keunikan. Keunikan tersebut terletak pada kepingan atas candi yang terpenggal dan hanya tersisa sebagian saja. Berdasarkan mitos yang berkembang, terpenggalnya atap candi ini disebabkan lantaran sambaran petir.

Berdasarkan pendapat para ahli, candi Jago didirikan pada masa pemerintahan Kertanegara. Candi ini didirikan sebagai bentuk perhormatan pada raja Wisnuwardhana (ayah Kertanegara) yang meninggal di tahun 1268.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

3. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan ialah sebuah candi berbentuk stupa yang terletak di Desa Toyomarto, Kec. Singosari, Malang – Jawa Timur (berada 5 km dari Candi Singosari). Pada masanya dulu, candi ini sering dipakai umat Budha sebagai daerah ibadah. Dibangun pada sekitar masa ke 14 M, candi peninggalan Singosari ini berada di bersahabat sebuah telaga basah bening. Pemandangan sekitarnya yang indah menciptakan candi ini menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Malang.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

4. Candi Jawi

Candi peninggalan Kerajaan Singosari  selanjutnya terletak di Desa Candi Wates, Kec. Prigen, Pasuruan - Jawa Timur. Candi yang berada sempurna di kaki Gunung Welirang ini pada masa silam dikenal sebagai daerah penyimpanan debu mendiang raja Singosari  terakhir, Prabu Kertanegara. Beberapa relief pahatan juga ditemukan di dinding candi ini, hanya saja sebagian dari relief tersebut tak sanggup lagi terbaca lantaran sudah lapuk terpengaruhi usia.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

5. Candi Kidal

Candi Kidal ialah candi peninggalan kerajaan Singosari  yang terletak di Desa Rejokidal, Kec. Tumpang, Malang – Jawa Timur. Candi yang diperkirakan dibangun pada pertengahan masa ke 13 M ini merupakan wujud penghormatan untuk jasa besar Anusapati yang telah memerintah selama 20 tahun lamanya (1227 - 1248).

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

6. Arca Dwarapala

Arca Drawapala ialah sebuah patung monster besar yang pada masa silam berfungsi sebagai menandakan masuk atau patung selamat tiba ketika hendak memasuki wilayah Kotaraja. Akan tetapi, letak wilayah Kotaraja sampai ketika ini masih belum diketahui secara pasti.


 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

7. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mula Malurung ialah sebuah prasasti yang berupa lempengan-lempengan tembaga peninggalan Kerajaan Kediri, tepatnya dari masa pemerintahan Kertanegara tahun 1255. Prasasti ini terdiri dari 10 lempeng yang masing-masing menjelaskan perihal yang berbeda. Untuk lebih jelasnya mengenai isi dari prasasti Malurung ini, Anda sanggup berkunjung ke Wikipedia.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

8. Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri ialah sebuah manuskrip kuno yang dipahat pada kepingan belakang Arca Manjusri. Prasasti yang bertarikh 1343 ini pada mulanya ditemukan di sekitar reruntuhan Candi Jago, namun kini ia dipindahkan ke Museum Nasional, Jakarta.  Prasasti Manjusri menjelaskan wacana penghormatan pada keluarga kerajaan dengan isi teks sebagai berikut:
Dalam kerajaan yang dikuasai oleh Ibu Yang Mulia Rajapatni maka Adityawarman itu, yang berasal dari keluarganya, yang berilmu murni dan bertindak selaku menteri wreddaraja, telah mendirikan di pulau Jawa, di dalam Jinalayapura, sebuah candi yang ajaib- dengan cita-cita semoga sanggup membimbing ibunya, ayahnya dan sahabatnya ke kenikmatan Nirwana.

9. Prasasti Singosari

Prasasti Singosari merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Singosari  yang ditemukan di Desa Singosari, Malang – Jawa Timur. Bertarikh tahun 1351 M, prasasti yang ditulis dalam Aksara Jawa ini kini disimpan di Museum Gajah. Maksud dari pembuatan prasasti ini diduga sebagai peringatan pembangunan sebuah candi pemakaman (caitya).

10. Prasasti Wurare

Prasasti Wurare merupakan prasasti yang dibentuk untuk memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah daerah berjulukan Wurare. Manuskrip pada prasasti bertarikh 1289 M ini dipahatkan pada sebuah arca yang melambangkan penghormatan Raja Kertanegara. 

Demikianlah pemaparan mengenai beberapa peninggalan Kerajaan Singosari  mulai dari yang berbentuk candi, prasasti, sampai arca. Semoga dengan dilengkapi gambar-gambarnya, Anda semakin gampang memahami artikel ini.

Kamis, 26 November 2015

8 Peninggalan Kerajaan Demak Beserta Klarifikasi Dan Gambarnya

View Article
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten kecil dari kerajaan Majapahit. Seiring runtuhnya efek Majapahit dalam kancah Nusantara serta mulai tumbuhnya Islam di tanah Jawa, Demak pun berkembang menjadi sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah. Berikut, pada artikel kali ini kami akan membahas ihwal apa saja peninggalan Kerajaan Demak yang sampai kini masih terpelihara sebagai bukti eksistensinya di masa silam. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475. Bukti sejarah yang mengabarkan ihwal keberadaan kerajaan ini di masa kemudian sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah mirip bangunan atau benda-benda tertentu juga  masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak tersebut contohnya Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, situs Kolam Wudlu, serta maksurah yang berupa pahatan atau goresan indah.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling dikenal tentu yakni Masjid Agung Demak. Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh sampai dikala ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi sentra pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai-nilai filosofisnya , datanglah ke masjid ini. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak - Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti petir, oleh sebab itu, pintu bledek sanggup diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibentuk oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan kisah yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain sebab Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi dipakai sebagai pintu masjid. Pintu bledek dimuseumkan sebab sudah mulai lapuk dan tua. Ia menjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru yakni tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang dipakai masjid ini, dan menurut kisah semua soko guru tersebut dibentuk oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Sang Sunan menerima kiprah untuk menciptakan semua tiang tersebut sendiri, hanya saja dikala ia gres menciptakan 3 buah tiang sesudah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

4. Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan. Kedua alat ini dipakai pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid semoga segera tiba melakukan sholat 5 waktu sesudah adzan dikumandangkan. Kentongan berbentuk mirip tapal kuda mempunyai filosofi bahwa kalau kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera tiba untuk melakukan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

Situs bak wudlu dibentuk seiring berdirinya bangunan Masjid Demak. Situs ini dahulunya dipakai sebagai daerah berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melakukan sholat. Namun, dikala ini situs tersebut sudah tidak dipakai lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

6. Maksurah

Maksurah yakni dinding berukir kaligrafi goresan pena Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibentuk sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada dikala Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Adapun goresan pena dalam kaligrafi tersebut bermakna ihwal ke-Esa-an Alloh.

7. Dampar Kencana

Dampar kencana yakni singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak. Peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini sampai kini masih terawat rapi di dalam daerah penyimpanannya di Masjid Demak.

8. Piring Campa

Piring Camapa yakni piring tunjangan seorang putri dari Campa yang tak lain yakni ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di daerah imam.

Nah, demikianlah 6 peninggalan Kerajaan Demak beserta klarifikasi dan gambarnya lengkap. Semoga cukup lengkap dan sanggup mempunyai kegunaan untuk memperkaya wawasan sejarah pembaca sekalian. Terimakasih.

15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Dan Prasasti Beserta Gambarnya

View Article
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan Hindu Budha yang berdiri pada kurun ke 8 Masehi di daerah sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan yang lalu runtuh di kurun ke 11 Masehi ini telah meninggalkan aneka macam bangunan sejarah yang masih sanggup kita temukan hingga ketika ini. Apa saja ya peninggalan Kerajaan Mataram Kuno tersebut? Untuk mengetahuinya, marilah simak ulasan kami berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno 

Secara umum, Kerajaan Mataram Kuno telah meninggalkan beberapa candi dan prasasti yang ditemukan tersebar di daerah sekitar Jawa Tengah. Salah satu candi yang populer contohnya Candi Borobudur. Nah, berikut yakni beberapa candi tersebut beserta gambar dan keterangan singkatnya untuk kita pelajari bersama.

1. Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Nama Candi Gambar Candi
1. Candi Sewu
Terletak di tempat sekitar candi Prambanan, tepatnya di Desa Bugisan, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Candi Sewu yakni candi Budha terbesar kedua sesudah Borobudur.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
2. Candi Arjuna
Terletak di kompleks Percandian Arjuna, tepatnya di Dataran Tinggi Dieng, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi Hindu satu ini seakan-akan dengan candi-candi di kompleks Gedong Sanga.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
3. Candi Bima
Terletak di Desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi ini dikatakan mempunyai banyak keunikan, contohnya dalam hal arsitekturnya yang seakan-akan dengan candi-candi yang ada di India.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
4. Candi Borobudur
Candi peninggalan Kerajaan Mataram Lama yang satu ini sudah populer ke seluruh penjuru dunia sebagai candi Budha terbesar yang pernah ada. Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah dan diperkirakan berasal dari ke 8 Masehi.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
5. Candi Mendut
Candi Mendut merupakan candi peninggalan Agama Budha yang diperkirakan dibangun semenjak Mataram berada di bawah kepemimpinan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
6. Candi Pawon
Jika Borobudur, Mendut, dan Pawon dilihat dari atas, ketiganya terletak di satu garis lurus. Inilah yang menciptakan para jago merasa keheranan. Candi pawon masih belum diketahui secara terperinci asal-usulnya alasannya yakni bukti sejarah yang ditemukan masih sangat terbatas.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
7. Candi Puntadewa
Candi yang terletak di kompleks candi Arjuna ini juga merupakan candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Candi bercorak Hindu ini mempunyai ukuran kecil tapi terlihat tinggi.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
8. Candi Semar
Candi Semar terletak berhadapan pribadi dengan Candi Arjuna. Bentuknya segiempat membujur arah Utara – Selatan dengan tangga masuknya berada di sisi Timur dan Barat.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya

2. Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Nama Prasasti Gambar Prasasti
1. Prasasti Sojomerto ( sekitar Abad ke 7)
Prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di desa Sojomerto, Kabupaten Pekalongan ini menjelaskan bahwa Syailendra yakni penganut agama Budha.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
2. Prasasti Kalasan (778 M)
Prasasti ini berisi wacana kabar seorang raja Dinasti Syailendra yang membujuk Rakai Panangkaran biar mendirikan bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah vihara bagi para pendeta Budha.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
3. Prasasti Klurak (782 M)
Prasasti yang ditemukan di daerah Prambanan ini berisi wacana informasi pembuatan arca Manjusri sebagai wujud Sang Budha, Wisnu, dan Sanggha. Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini juga menyebut nama Raja Indra sebagai raja yang berkuasa pada ketika itu.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
4. Prasasti Ratu Boko (856 M)
Prasasti ini berisi informasi kekalahan Balaputra Dewa dalam perang melawan kakaknya Rakai Pikatan atau Pramodhawardani dalam perebutan kekuasaan.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
5. Prasasti Nalanda (860 M)
Prasasti ini berisi wacana asal-usul Balaputra Dewa yang yakni cucu dari Raja Indra dan putra dari Raja Samarottungga.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
6. Prasasti Cangal (732 M)
Prasasti ini ditemukan di Gunung Wukir, Desa Canggal. Isinya berupa peringatan pembuatan lingga di Desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
7. Prasasti Mantyasih (907 M) dan 8. Prasasti Wanua Tengah III (908 M)
Kedua prasasti ini berisi wacana daftar raja-raja yang pernah memerintah di Dinasti Sanjaya.
Tidak Ada Gambar
Nah, demikianlah sekilas pemaparan mengenai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno beserta keterangan dan gambarnya lengkap. Semoga sanggup dimanfaatkan dengan baik dan sanggup menambah wawasan bagi kita semua.

Selasa, 24 November 2015

6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, Dan Gambarnya Lengkap

View Article
Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke 14 Masehi di wilayah yang secara administratif sekarang masuk dalam  Provinsi Aceh. Kerajaan yang sultan pertamanya berjulukan Sultan Ali Muhayat Syah ini memegang peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan Malaysia pada masa silam. Bukti pentingnya peranan kerajaan Aceh tersebut membekas pada beberapa peninggalan Kerajaan Aceh menyerupai yang akan kita bahas pada artikel berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Aceh

Berikut ini yaitu beberapa peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi bukti bahwa kerajaan tersebut pernah ada dan mempunyai peranan penting dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

1. Masjid Raya Baiturrahman

Peninggalan Kerajaan Aceh yang pertama dan yang paling dikenal yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang dibangun Sultan Iskandar Muda pada sekitar tahun 1612 Masehi ini berada di sentra Kota Banda Aceh. Saat aksi militer Belanda II, masjid ini sempat dibakar. Namun pada selang 4 tahun setelahnya, Belanda membangunnya kembali untuk meredam amarah rakyat Aceh yang hendak berperang merebut syahid.

Saat peristiwa Tsunami melanda Aceh pada 2004 lalu, masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia satu ini menjadi pelindung bagi sebagian masyarakat Aceh. Kekokohan bangunannya tak bisa digentarkan oleh sapuan ombak maritim yang kala itu meluluhlantahkan kota Banda Aceh.


2. Benteng Indrapatra

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Benteng Indrapatra. Benteng ini merupakan benteng pertahanan yang bersama-sama sudah mulai dibangun semenjak masa kekuasaan Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu tertua di Aceh, tepatnya semenjak periode ke 7 Masehi. Benteng yang sekarang terletak di Desa Ladong, Kec. Masjid Raya, Kab. Aceh Besar ini pada masanya dulu mempunyai peranan penting dalam melindungi rakyat Aceh dari serangan meriam yang diluncurkan kapal perang Portugis.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap
Sekarang, kita hanya sanggup menemukan 2 benteng yang masih kokoh berdiri. Benteng tersebut berukuran 70 meter x 70 meter dengan tinggi 4 meter dan tebal sekitar 2 meter. Selain menjadi peninggalan bersejarah, benteng Indrapatra sekarang juga dikenal sebagai objek wisata unggulan Kab. Aceh Besar. Gaya arsitekrur serta keunikan konstruksinya yang hanya terbuat dari susunan kerikil gunung ini menciptakan banyak orang ingin tau dan tertarik untuk mengunjunginya.

3. Gunongan

Gunongan yaitu peninggalan Kerajaan Aceh yang berupa sebuah taman lengkap dengan bangunan keratonnya. Taman ini menurut sejarahnya merupakan bukti cinta Sultan Aceh pada permaisurinya yang sangat cantik. Permaisuri yang tak diketahui namanya ini merupakan putri raja Kerajaan Pahang yang ditawan sebab kerajaannya kalah perang. Sang Sultan jatuh cinta dan mempersuntingnya, hingga kemudian si permaisuri tersebut meminta dibuatkan sebuah taman yang sama persis dengan istana kerajaannya yang terdahulu untuk mengobati rasa rindunya.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap
Gunongan ketika ini terletak tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Tepatnya berada di Desa Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Jika berkunjung ke Banda Aceh, jangan lupa sempatkan diri Anda singgah di taman asmara ini.

4. Makam Sultan Iskandar Muda

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Makam dari Raja Kerajaan Aceh yang paling ternama, Sultan Iskandar Muda. Makam yang terletak di Kelurahan Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini sangat kental dengan nuansa Islami. Ukiran dan pahatan kaligrafi pada kerikil nisannya sangat indah dan menjadi salah satu bukti sejarah masuknya Islam di Indonesia.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

5. Meriam Kerajaan Aceh

Kesultanan Aceh telah bisa menciptakan sarana persenjataannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan meriam-meriam renta yang sekarang berjajar di benteng Indraparta dan musium Aceh. Awalnya meriam-meriam tersebut dianggap berasal dari pembelian ke Kerajaan Turki, namun sehabis diteliti ulang, ternyata bukan. Teknisi-teknisi kerajaan Aceh-lah yang membuatnya berbekal ilmu yang mereka pelajari dari kerajaan Turki Ustmani. Peranan meriam-meriam ini sangat penting dalam perlawan dan perang terhadap para penjajah dan kapal-kapal perang musuh yang hendak menyandar ke dermaga tanah rencong.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

6. Uang Emas Kerajaan Aceh

Aceh berada di jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat strategis. Berbagai komoditas yang berasal dari penjuru Asia berkumpul di sana pada masa itu. Hal ini menciptakan kerajaan Aceh tertarik untuk menciptakan mata uangnya sendiri. Uang logam yang terbuat dari 70% emas murni kemudian dicetak lengkap dengan nama-nama raja yang memerintah Aceh. Koin ini masih sering ditemukan dan menjadi harta karun yang sangat diburu oleh sebagian orang. Koin ini juga bisa dianggap sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang sempat berjaya pada masanya.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap
Nah, para pembaca, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai 6 peninggalan Kerajaan Aceh lengkap dengan klarifikasi dan gambar-gambarnya. Jika ada yang perlu disampaikan silakan berkomentar melalui kolom di bawah ini. Terimakasih.

Sabtu, 24 Oktober 2015

10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, Dan Keterangannya

View Article
Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku-suku lain yang hidup di Nusantara. Selain dikenal dengan filosofi kehidupan, mitos, aturan sopan santun istiadat, upacara sopan santun Jawa, lagu khas, dan makanan-makanan uniknya, terkait dengan persoalan seni musik, masyarakat Jawa juga dikenal mempunyai sesuatu yang istimewa. Salah satu bukti yang sanggup menandakan keistimewaan tersebut contohnya yakni adanya beberapa alat musik tradisional Jawa Tengah yang sampai sekarang kita masih sanggup kita temukan.

Alat Musik Tradisional Jawa Tengah

Hal utama yang menciptakan masih eksisnya keberadaan pertunjukan seni tradisional Jawa di tengah arus globalisasi yang tanpa saringan ini yakni kecintaan masyarakat suku Jawa itu sendiri dalam melestarikan kebudayaan lokalnya. Kita patut mengapresiasi hal tersebut dan bisa mencontohnya, kemudian melestarikannya semoga anak cucu kita kelak bisa mengenal kebudayaan nenek moyangnya di masa silam. Nah, berikut ini yakni daftar alat musik tradisional Jawa Tengah beserta gambar dan keterangan singkatnya untuk pembelajaran bagi kita semua.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

1. Kendang

Kendang yakni alat musik tradisional Jawa Tengah yang terbuat dari kulit binatang (lembu, kambing, dan sapi) dan kayu (nangka, cempedak, dan kelapa). Dimainkan dengan cara ditepak dengan telapak tangan, alat musik ini menghasilkan suara yang sanggup menjadi penanda bagi pemain alat musik gamelan lainnya untuk mengatur tempo atau irama lagu.

2. Bonang

Bonang yakni alat musik tradisional yang juga dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini umumnya terbuat dari logam-logam ibarat kuningan, perunggu, atau besi. Untuk memainkan alat musik ini, bonang dipukul memakai pemukul khusus yang terbuat dari kayu yang dilapisi dengan kain atau karet. Ada 2 jenis bonang, pertama yakni bonang barung yang berukuran lebih besar dan berfungsi sebagai pembuka atau penuntun dari sebuah iringan musik gamelan, dan bonang penerus yang berukuran lebih kecil dan dipakai pada saat-saat tertentu saja.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

3. Saron

Saron atau ricik merupakan bab dari alat musik gamelan yang termasuk keluarga balungan. Instrumen yang terbuat dari lembaran-lembaran logam ini dimainkan dengan cara dipukul memakai alat pemukul khusus yang terbuat dari kayu. Saat sehabis dipukul, wilahan harus dipencet atau dipathet untuk menghentikan dengungan yang dihasilkan sebelum wilahan lainnya dipukul.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

4. Demung

Demung yakni saron yang berukuran besar. Dalam sebuah pertunjukan, alat musik tradisional Jawa Tengah yang satu ini juga dimainkan dengan cara dipukul memakai pemukul khusus. Ada 2 jenis demung yang biasanya dimainkan, yaitu demung Slendro dan demung Pelog. Perbedaan keduanya terletak pada ukuran dan suara yang dihasilkan.

5. Kenong

Kenong yakni instrumen yang berfungsi sebagai penegas sebuah iringan musik dalam permainan gamelan. Alat musik tradisional Jawa Tengah yang satu ini juga dibunyikan dengan cara dipukul. Kenong mempunyai bentuk yang sama persis dengan bonang.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

6. Slenthem

Slenthem yakni alat musik tradisional Jawa Tengah yang dimainkan untuk menghasilkan dengungan rendah atau gema. Dengungan dari slenthem ini akan mengikuti nada saron dan balungan. Ia juga dimainkan dengan cara dipukul.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

7. Gong dan Kempul

Gong dan kempul terbuat dari timah atau tembaga. Alat musik tradisional Jawa Tengah ini juga dimainkan dengan cara dipukul.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

8. Gambang

Gambang yakni alat musik tradisional Jawa Tengah yang terbuat dari materi kayu dan difungsikan sebagai pangrengga lagu. Instrumen yang berbentuk rangkaian 20 bilah nada ini dimainkan dengan cara dipukul memakai tabung khusus.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

9. Siter

Siter yakni salah satu alat musik tradisional Jawa Tengah yang dimainkan dengan cara dipetik. Sumber suara yang berasal dari string (kawat) pada instrumen ini menghasilkan nada-nada serasi yang kian memperindah untaian musik gamelan. Ada 2 jenis siter, yaitu siter penerus (kecil) dan clempung (besar).

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya

10. Suling

Suling juga merupakan instrumen penting dalam permainan gamelan. Terbuat dari pring wuluh atau paralon, alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup ini menghasilkan nada-nada yang laras dan bisa melengkapi harmonisasi dari suara alat musik lainnya.

Kebudayaan masyarakat Jawa memang dikenal sebagai kebudayaan termaju di antara suku 10 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar, dan Keterangannya
Nah, demikian pemaparan kami mengenai 10 alat musik tradisional Jawa Tengah beserta gambar dan sekilas keterangannya. Semoga sanggup bermanfaat dan menambah wawasan kita. Jika ada yang kurang dimengerti, silakan usikan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah ini.

Jumat, 23 Oktober 2015

7 Kerajaan Islam Di Jawa Dan Sejarah Perkembangannya

View Article
Masuknya Islam ke Indonesia ternyata bukan hanya merubah iktikad dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ketuhanan yang mereka anut sebelumnya, melainkan juga merubah bermacam-macam hal lain termasuk dalam bidang politik. Perubahan di bidang politik yang dianut masyarakat Jawa sehabis masuknya Islam dibuktikan dengan terbentuknya beberapa kerajaan Islam semenjak periode ke 15, dengan Kesultanan Demak yang menjadi pelopornya. Berikut ini kami akan bahas beberapa kerajaan Islam di Jawa lainnya sebagai embel-embel wawasan untuk kita semua.

Kerajaan Islam di Jawa

 ternyata bukan hanya merubah iktikad dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ke 7 Kerajaan Islam di Jawa dan Sejarah Perkembangannya

1. Kesultanan Demak (1500 - 1550)

Kesultanan Demak yaitu kerajaan Islam pertama dan terbesar di pesisir pantai utara Jawa. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten dari kerajaan Majapahit. Setelah tiba dan masuknya imbas Islam serta dimulainya masa keruntuhan Majapahit, kadipaten ini kemudian berkembang menjadi sebagai basis penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia dari kerajaan ini yaitu Masjid Agung Demak. Masjid ini merupakan warisan peninggalan wali songo, para ulama penyebaran Islam di Jawa.

2. Kesultanan Banten (1524 - 1813)

Kerajaan Islam di Jawa yang selanjutnya berdiri di atas Tatar Pasundan. Kerajaan ini berjulukan Kesultanan Banten. Kerajaan ini berdiri sehabis kerajaan Demak mempeluas kekuasaannya ke pesisir barat Jawa. Maulana Hasanuddin (putra Sunan Gunung Jati) merupakan orang yang sangat berperan dalam penaklukan tersebut. Karena imbas kedatangan Belanda, kerajaan ini kemudian hanya bertahan sampai tahun 1813.

3. Kesultanan Cirebon (1552 - 1677)

Pada periode ke-15 dan 16 Masehi, kesultanan Cirebon yaitu kerajaan Islam yang sangat ternama di seluruh Asia. Dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau pada masa silam, kesultanan ini menempati posisi yang sangat strategis. Selain menjadi jembatan dan tempat persinggahan para pedagang dan pelayar yang hendak berlayar ke Timur dan ke Barat, kerajaan Islam di Jawa yang satu ini juga menjadi sentra pertemuan kebudayaan dari bermacam-macam daerah.

4. Kesultanan Pajang (1568 - 1618)

Kerajaan Pajang yaitu kerajaan Islam di Jawa Tengah yang menjadi kelanjutan dari Kerajaan Demak. Selepas final hidup Sultan Trenggana, kerajaan Demak kemudian runtuh. Daerah-daerah kekuasannya melepaskan diri dan membangun kerajaannya sendiri, termasuk kesultanan Pajang ini. Sekarang, kita masih sanggup menemukan bukti keberadaan kesultanan Pajang di masa silam. Reruntuhan dan pondasi keratonnya masih tersisa dan sanggup kita lihat di kelurahan Pajang, Kota Surakarta.

 ternyata bukan hanya merubah iktikad dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ke 7 Kerajaan Islam di Jawa dan Sejarah Perkembangannya

5. Kesultanan Mataram (1586 - 1755)

Kesultanan Mataram yaitu kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada final periode ke-15. Raja pertamanya yaitu Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan. Pada masa keemasannya, Kerajaan Mataram pernah menyatukan tanah Jawa. Kerajaan yang berbasis pada pertanian ini juga pernah memerangi VOC di Batavia. Beberapa peninggalan yang masih sanggup kita jumpai sampai kini antara lain adanya kampung Matraman di Jakarta, penggunaan hanacaraka dalam bahasa Sunda, sistem persawahan di Pantai Utara Jawa, politik feodal, dan beberapa batas wilayah manajemen yang sampai kini masih berlaku.

6. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1755-sekarang)

Selain 5 kerajaan di atas, ternyata masih ada 2 kerajaan Islam di Jawa yang sampai kini masih eksis. Kedua kerajaan tersebut yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan  Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kedua kerajaan ini merupakan penggalan dari kerajaan Mataram Islam yang bubar akhir perebutan kekuasaan. Melalui perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755, Mataram resmi dipecah menjadi 2 sampai kini.

Nah, demikianlah pemaparan kami mengenai kerajaan Islam di Jawa beserta sejarah singkatnya. Semoga sanggup bermanfaat dan kalau ada pertanyaan silakan ejekan melalui kolom komentar. Terima kasih.

Rabu, 21 Oktober 2015

Gunung Tertinggi Di Jawa ? Inilah Keterangan Dan Gambarnya Lengkap!

View Article
pulau Jawa dengan Gunung Semeru menjadi yang tertinggi. Cukup menakjubkan bukan? Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini kami akan paparkan daftar gunung tertinggi di Jawa dilengkapi ketinggian dan gambarnya lengkap.

Gunung Tertinggi di Jawa

Berikut ini daftar 10 gunung tertinggi di Jawa beserta gambar dan ketinggiannya lengkap mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

1. Gunung Semeru

Dengan puncak Mahamerunya yang mencapai tinggi 3.676 meter di atas permukaan laut, Gunung Semeru menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa. Secara administartif, gunung ini terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang di Jawa Timur. Gunung semeru juga menjadi gunung berapi ke-3 tertinggi di Nusantara, sesudah Kerinci di Sumatera Barat dan Gunung Rinjani di NTB.

2. Gunung Slamet

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang menempati posisi ke-2. Dengan tingginya yang mencapai 3.428 meter di atas permukaan laut, gunung ini juga menjadi gunung tertinggi di Jawa Tengah. Secara administratif, wilayah gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

3. Gunung Sumbing

Gunung Sumbing ialah gunung api yang tingginya mencapai 3.371 meter di atas permukaan laut. Terletak di tiga kabupaten, yaitu Temanggung, Magelang, dan Wonosobo, gunung yang dijuluki sebagai Kledung Pass ini juga menjadi salah satu gunung tertinggi di Jawa. Tak diketahui secara pasti, kapan terakhir Gunung Sumbing ini meletus, namun sekarang di puncaknya masih terdapat sebuah kawah yang aktif.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

4. Gunung Arjuno

Gunung Arjuno ialah gunung api bertipe Strato yang tingginya mencapai 3.339 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berada di cakupan pengelolaan Taman Nasional Hutan Raya Raden Soerjo. Ia menempati urutan keempat dalam daftar gunung tertinggi di Jawa dan urutan kedua dalam daftar gunung tertinggi di Jawa Timur.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

5. Gunung Raung

Gunung Raung ialah gunung berapi yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember. Dengan tingginya yang mencapai 3.332 meter di atas permukaan laut, gunung ini menjadi salah satu gunung tertinggi di Jawa dan menjadi puncak tertinggi di hamparan daerah pegunungan Ijen.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

6. Gunung Lawu

Gunung Lawu terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tingginya yang mencapai 3.265 meter di atas permukaan laut, menciptakan gunung ini juga menjadi salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa. Terakhir meletus pada November 1885, gunung ini telah usang menjadi gunung api yang tidak aktif.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

7. Gunung Welirang

Gunung Welirang ialah gunung api aktif yang punya ketinggian 3.156 meter di atas permukaan laut. Terletak di antara perbatasan Malang dan Mojokerto, gunung ini juga terletak dalam satu barisan yang sama dengan Gunung Kembar 1, Gunung Arjuno, dan Gunung Kembar 2.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

8. Gunung Sindoro

Gunung tertinggi di Jawa yang selanjutnya ialah Gunung Sindoro. Gunung yang terletak di bersahabat Kota Temanggung, Jawa Tengah ini menjadi gunung api aktif yang cukup dikenal oleh para pendaki dari seluruh dunia. Tingginya yang mencapai 3.150 meter di atas permukaan maritim dengan jalur pendakian yang tidak terlalu sulit menciptakan gunung ini menjadi favorit untuk para pendaki pemula.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

9. Gunung Merbabu

Gunung Merbabu ialah gunung api bertipe Strato yang secara administratif berada di wilayah Magelang dan Boyolali. Gunung yang dalam naskah-naskah kuno masa sebelum masuknya Islam ke Indonesia dikenal dengan nama Gunung Damalung ini memiliki tinggi 3.145 meter di atas permukaan laut.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!

10. Gunung Argopuro

Gunung Argapura ialah gunung berapi aktif yang memiliki tinggi 3.088 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di wilayah administratif kabupaten Lumajang, Probolinggo, Bodowoso, Jember, dan Situbondo. Sama menyerupai gunung Merapi, gunung ini juga dikenal dengan punya banyak mitos dan misteri. Konon, puncuk gunung ini menjadi ialah kediaman dari Dewi Rengganis, adik dari Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul.

 merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dilewati oleh sirkum mediterania Gunung Tertinggi di Jawa ? Inilah Keterangan dan Gambarnya Lengkap!
Demikianlah daftar gunung tertinggi di Jawa beserta ketinggian dan gambar lengkapnya. Semoga artikel ini sanggup membantu kiprah sekolah Anda dan sanggup memperkaya wawasan Anda perihal hamparan bentang alam di Indonesia.