Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Desember 2015

8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah Dan Gambarnya Lengkap

View Article
Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke 15 M di Jawa Barat. Kesultanan Cirebon ialah pangkalan penting bagi jalur perdagangan, pelayaran, dan penyebaran Islam di Jawa selain Demak. Kesultanan ini pada masa silam sempat mengalami masa kejayaan di masa kepemimpinan Fatahillah sebelum kesannya terpecah pada tahun 1677. Nah, pada artikel berikut, kita akan membahas beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon tersebut untuk mengenali sejarah kesultanan ini di masa silam.

1. Peninggalan Berupa Keraton

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke  8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap

Kesultanan Cirebon meninggalkan beberapa keraton yang antara lain keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanomanan, dan Keraton Kacirebonan.
  1. Keraton Kasepuhan Cirebon sekarang terletak di Kec. Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon. Ia merupakan sentra pemerintahan dari kesultanan Cirebon pada masa silam. Di keraton ini akan sanggup kita jumpai bangunan-bangunan dengan gaya arsitekturnya yang unik, kereta Singa Barong, benda-benda kuno dan naskah kuno.
  2. Keraton Kanoman ialah keraton yang didirikan oleh Sultan Anom I pada tahun 1678. Letaknya berada di 300 meter sebelah utara keraton Kasepuhan. Keraton ini telah berdiri semenjak wafatnya Panembahan Girilaya.
  3. Keraton Kacirebonan ialah keraton terkecil yang dimiliki kesultanan Cirebon. Letaknya berada di 1 km barat daya Keraton Kasepuhan. Di dalamnya juga terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Cirebon ibarat keris, wayang, gamelan, dan perlengkapan perang.


2. Peninggalan Berupa Masjid

Selain mewarisi peninggalan sejarah berupa keraton, Kerajaan Cirebon juga meninggalkan beberapa bangunan masjid. Adanya bangunan-bangunan masjid kuno tersebut tentu sanggup menjadi bukti bahwa syiar Islam pada masa itu memang telah berkembang dengan sangat pesat. Adapun beberapa masjid peninggalan kerajaan Cirebon tersebut antara lain
  1. Masjid Sang Cipta Rasa ialah masjid yang dibangun Wali Songo pada tahun 1498 di kompleks keraton Kasepuhan. Berdasarkan dongeng rakyat, masjid ini didirikan hanya dalam waktu 1 malam saja. Subuh keesokan harinya masjid yang sampai sekarang masih berdiri kokoh tersebut telah dipakai untuk sholat berjamaah.
  2. Masjid Jami Pakuncen berada di Tegal Arum, Kab. Tegal - Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Sunan Amangkurat I sebagai tempat penting untuk keperluan syiar Islam di tanah Cirebon pada masa itu.

3. Peninggalan Berupa Makam

Pemakaman muslim kuno yang sekarang masih terpelihara juga merupakan peninggalan yang tidak sanggup dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di Kesultanan Cirebon. Di antara makam tersebut contohnya makam Sunan Gunung Jati dan makam para penguasa kerajaan lainnya.

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke  8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap
Kompleks pemakaman peninggalan Kerajaan Cirebon terletak di Keraton Cirebon, 6 km dari sentra Kota Cirebon, Jawa Barat. Di hari Jumat, kompleks pemakaman ini sangat ramai alasannya banyak orang dari banyak sekali tempat tiba untuk berziarah dan mengalap berkah. Selain makam Sunan Gunung Jati, dikompleks ini juga terdapat makam Fatahillah, panglima perang Batavia. Adapun di dalam kompleks tersebut, ada banyak benda-benda bersejarah ibarat perkakas, piring, dan logam-logam kuno yang berasal dari masa kekuasaan Dinasti Ming, China.

4. Peninggalan Berupa Benda Pusaka

Kesultanan Cirebon juga meninggalkan beberapa benda pusaka dan yang paling populer ialah pusaka yang berwujud kereta, contohnya kereta Singa barong atau kereta Paksi Naga Liman. Kereta ini ialah kereta kuno yang berasal dari tahun 1549 buatan cucu Sunan Gunung Jati yang berjulukan Panembahan Losari.

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke  8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap

Kereta ini mempunyai bentuk yang sangat unik dan penuh filosofi. Pada kereta ini terukir pahatan belalai gajah, kepala naga, dan buroq. Gajah melambangkan persahabatan Cirebon dan India, naga melambangkan persahabatan Cirebon dan China, sedangkan buroq melambangkan persahabatan Cirebon dan Mesir. Perlu diketahui bahwa keunikan kereta ini juga terletak pada bab sayapnya yang sanggup otomatos mengepak saat kereta tengah berjalan.

Nah, demikianlah beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon mulai dari yang berupa keraton, masjid, makam, sampai benda-benda pusaka. Semoga artikel ini cukup lengkap dan sanggup menambah wawasan sejarah kita semua. Terimakasih.

Kamis, 26 November 2015

8 Peninggalan Kerajaan Demak Beserta Klarifikasi Dan Gambarnya

View Article
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten kecil dari kerajaan Majapahit. Seiring runtuhnya efek Majapahit dalam kancah Nusantara serta mulai tumbuhnya Islam di tanah Jawa, Demak pun berkembang menjadi sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah. Berikut, pada artikel kali ini kami akan membahas ihwal apa saja peninggalan Kerajaan Demak yang sampai kini masih terpelihara sebagai bukti eksistensinya di masa silam. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475. Bukti sejarah yang mengabarkan ihwal keberadaan kerajaan ini di masa kemudian sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah mirip bangunan atau benda-benda tertentu juga  masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak tersebut contohnya Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, situs Kolam Wudlu, serta maksurah yang berupa pahatan atau goresan indah.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling dikenal tentu yakni Masjid Agung Demak. Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh sampai dikala ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi sentra pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai-nilai filosofisnya , datanglah ke masjid ini. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak - Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti petir, oleh sebab itu, pintu bledek sanggup diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibentuk oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan kisah yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain sebab Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi dipakai sebagai pintu masjid. Pintu bledek dimuseumkan sebab sudah mulai lapuk dan tua. Ia menjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru yakni tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang dipakai masjid ini, dan menurut kisah semua soko guru tersebut dibentuk oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Sang Sunan menerima kiprah untuk menciptakan semua tiang tersebut sendiri, hanya saja dikala ia gres menciptakan 3 buah tiang sesudah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

4. Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan. Kedua alat ini dipakai pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid semoga segera tiba melakukan sholat 5 waktu sesudah adzan dikumandangkan. Kentongan berbentuk mirip tapal kuda mempunyai filosofi bahwa kalau kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera tiba untuk melakukan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

Situs bak wudlu dibentuk seiring berdirinya bangunan Masjid Demak. Situs ini dahulunya dipakai sebagai daerah berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melakukan sholat. Namun, dikala ini situs tersebut sudah tidak dipakai lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

6. Maksurah

Maksurah yakni dinding berukir kaligrafi goresan pena Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibentuk sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada dikala Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Adapun goresan pena dalam kaligrafi tersebut bermakna ihwal ke-Esa-an Alloh.

7. Dampar Kencana

Dampar kencana yakni singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak. Peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini sampai kini masih terawat rapi di dalam daerah penyimpanannya di Masjid Demak.

8. Piring Campa

Piring Camapa yakni piring tunjangan seorang putri dari Campa yang tak lain yakni ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di daerah imam.

Nah, demikianlah 6 peninggalan Kerajaan Demak beserta klarifikasi dan gambarnya lengkap. Semoga cukup lengkap dan sanggup mempunyai kegunaan untuk memperkaya wawasan sejarah pembaca sekalian. Terimakasih.

Selasa, 24 November 2015

6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, Dan Gambarnya Lengkap

View Article
Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke 14 Masehi di wilayah yang secara administratif sekarang masuk dalam  Provinsi Aceh. Kerajaan yang sultan pertamanya berjulukan Sultan Ali Muhayat Syah ini memegang peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan Malaysia pada masa silam. Bukti pentingnya peranan kerajaan Aceh tersebut membekas pada beberapa peninggalan Kerajaan Aceh menyerupai yang akan kita bahas pada artikel berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Aceh

Berikut ini yaitu beberapa peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi bukti bahwa kerajaan tersebut pernah ada dan mempunyai peranan penting dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

1. Masjid Raya Baiturrahman

Peninggalan Kerajaan Aceh yang pertama dan yang paling dikenal yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang dibangun Sultan Iskandar Muda pada sekitar tahun 1612 Masehi ini berada di sentra Kota Banda Aceh. Saat aksi militer Belanda II, masjid ini sempat dibakar. Namun pada selang 4 tahun setelahnya, Belanda membangunnya kembali untuk meredam amarah rakyat Aceh yang hendak berperang merebut syahid.

Saat peristiwa Tsunami melanda Aceh pada 2004 lalu, masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia satu ini menjadi pelindung bagi sebagian masyarakat Aceh. Kekokohan bangunannya tak bisa digentarkan oleh sapuan ombak maritim yang kala itu meluluhlantahkan kota Banda Aceh.


2. Benteng Indrapatra

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Benteng Indrapatra. Benteng ini merupakan benteng pertahanan yang bersama-sama sudah mulai dibangun semenjak masa kekuasaan Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu tertua di Aceh, tepatnya semenjak periode ke 7 Masehi. Benteng yang sekarang terletak di Desa Ladong, Kec. Masjid Raya, Kab. Aceh Besar ini pada masanya dulu mempunyai peranan penting dalam melindungi rakyat Aceh dari serangan meriam yang diluncurkan kapal perang Portugis.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap
Sekarang, kita hanya sanggup menemukan 2 benteng yang masih kokoh berdiri. Benteng tersebut berukuran 70 meter x 70 meter dengan tinggi 4 meter dan tebal sekitar 2 meter. Selain menjadi peninggalan bersejarah, benteng Indrapatra sekarang juga dikenal sebagai objek wisata unggulan Kab. Aceh Besar. Gaya arsitekrur serta keunikan konstruksinya yang hanya terbuat dari susunan kerikil gunung ini menciptakan banyak orang ingin tau dan tertarik untuk mengunjunginya.

3. Gunongan

Gunongan yaitu peninggalan Kerajaan Aceh yang berupa sebuah taman lengkap dengan bangunan keratonnya. Taman ini menurut sejarahnya merupakan bukti cinta Sultan Aceh pada permaisurinya yang sangat cantik. Permaisuri yang tak diketahui namanya ini merupakan putri raja Kerajaan Pahang yang ditawan sebab kerajaannya kalah perang. Sang Sultan jatuh cinta dan mempersuntingnya, hingga kemudian si permaisuri tersebut meminta dibuatkan sebuah taman yang sama persis dengan istana kerajaannya yang terdahulu untuk mengobati rasa rindunya.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap
Gunongan ketika ini terletak tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Tepatnya berada di Desa Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Jika berkunjung ke Banda Aceh, jangan lupa sempatkan diri Anda singgah di taman asmara ini.

4. Makam Sultan Iskandar Muda

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Makam dari Raja Kerajaan Aceh yang paling ternama, Sultan Iskandar Muda. Makam yang terletak di Kelurahan Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini sangat kental dengan nuansa Islami. Ukiran dan pahatan kaligrafi pada kerikil nisannya sangat indah dan menjadi salah satu bukti sejarah masuknya Islam di Indonesia.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

5. Meriam Kerajaan Aceh

Kesultanan Aceh telah bisa menciptakan sarana persenjataannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan meriam-meriam renta yang sekarang berjajar di benteng Indraparta dan musium Aceh. Awalnya meriam-meriam tersebut dianggap berasal dari pembelian ke Kerajaan Turki, namun sehabis diteliti ulang, ternyata bukan. Teknisi-teknisi kerajaan Aceh-lah yang membuatnya berbekal ilmu yang mereka pelajari dari kerajaan Turki Ustmani. Peranan meriam-meriam ini sangat penting dalam perlawan dan perang terhadap para penjajah dan kapal-kapal perang musuh yang hendak menyandar ke dermaga tanah rencong.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

6. Uang Emas Kerajaan Aceh

Aceh berada di jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat strategis. Berbagai komoditas yang berasal dari penjuru Asia berkumpul di sana pada masa itu. Hal ini menciptakan kerajaan Aceh tertarik untuk menciptakan mata uangnya sendiri. Uang logam yang terbuat dari 70% emas murni kemudian dicetak lengkap dengan nama-nama raja yang memerintah Aceh. Koin ini masih sering ditemukan dan menjadi harta karun yang sangat diburu oleh sebagian orang. Koin ini juga bisa dianggap sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang sempat berjaya pada masanya.

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan periode ke  6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap
Nah, para pembaca, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai 6 peninggalan Kerajaan Aceh lengkap dengan klarifikasi dan gambar-gambarnya. Jika ada yang perlu disampaikan silakan berkomentar melalui kolom di bawah ini. Terimakasih.

Jumat, 23 Oktober 2015

7 Kerajaan Islam Di Jawa Dan Sejarah Perkembangannya

View Article
Masuknya Islam ke Indonesia ternyata bukan hanya merubah iktikad dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ketuhanan yang mereka anut sebelumnya, melainkan juga merubah bermacam-macam hal lain termasuk dalam bidang politik. Perubahan di bidang politik yang dianut masyarakat Jawa sehabis masuknya Islam dibuktikan dengan terbentuknya beberapa kerajaan Islam semenjak periode ke 15, dengan Kesultanan Demak yang menjadi pelopornya. Berikut ini kami akan bahas beberapa kerajaan Islam di Jawa lainnya sebagai embel-embel wawasan untuk kita semua.

Kerajaan Islam di Jawa

 ternyata bukan hanya merubah iktikad dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ke 7 Kerajaan Islam di Jawa dan Sejarah Perkembangannya

1. Kesultanan Demak (1500 - 1550)

Kesultanan Demak yaitu kerajaan Islam pertama dan terbesar di pesisir pantai utara Jawa. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten dari kerajaan Majapahit. Setelah tiba dan masuknya imbas Islam serta dimulainya masa keruntuhan Majapahit, kadipaten ini kemudian berkembang menjadi sebagai basis penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia dari kerajaan ini yaitu Masjid Agung Demak. Masjid ini merupakan warisan peninggalan wali songo, para ulama penyebaran Islam di Jawa.

2. Kesultanan Banten (1524 - 1813)

Kerajaan Islam di Jawa yang selanjutnya berdiri di atas Tatar Pasundan. Kerajaan ini berjulukan Kesultanan Banten. Kerajaan ini berdiri sehabis kerajaan Demak mempeluas kekuasaannya ke pesisir barat Jawa. Maulana Hasanuddin (putra Sunan Gunung Jati) merupakan orang yang sangat berperan dalam penaklukan tersebut. Karena imbas kedatangan Belanda, kerajaan ini kemudian hanya bertahan sampai tahun 1813.

3. Kesultanan Cirebon (1552 - 1677)

Pada periode ke-15 dan 16 Masehi, kesultanan Cirebon yaitu kerajaan Islam yang sangat ternama di seluruh Asia. Dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau pada masa silam, kesultanan ini menempati posisi yang sangat strategis. Selain menjadi jembatan dan tempat persinggahan para pedagang dan pelayar yang hendak berlayar ke Timur dan ke Barat, kerajaan Islam di Jawa yang satu ini juga menjadi sentra pertemuan kebudayaan dari bermacam-macam daerah.

4. Kesultanan Pajang (1568 - 1618)

Kerajaan Pajang yaitu kerajaan Islam di Jawa Tengah yang menjadi kelanjutan dari Kerajaan Demak. Selepas final hidup Sultan Trenggana, kerajaan Demak kemudian runtuh. Daerah-daerah kekuasannya melepaskan diri dan membangun kerajaannya sendiri, termasuk kesultanan Pajang ini. Sekarang, kita masih sanggup menemukan bukti keberadaan kesultanan Pajang di masa silam. Reruntuhan dan pondasi keratonnya masih tersisa dan sanggup kita lihat di kelurahan Pajang, Kota Surakarta.

 ternyata bukan hanya merubah iktikad dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ke 7 Kerajaan Islam di Jawa dan Sejarah Perkembangannya

5. Kesultanan Mataram (1586 - 1755)

Kesultanan Mataram yaitu kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada final periode ke-15. Raja pertamanya yaitu Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan. Pada masa keemasannya, Kerajaan Mataram pernah menyatukan tanah Jawa. Kerajaan yang berbasis pada pertanian ini juga pernah memerangi VOC di Batavia. Beberapa peninggalan yang masih sanggup kita jumpai sampai kini antara lain adanya kampung Matraman di Jakarta, penggunaan hanacaraka dalam bahasa Sunda, sistem persawahan di Pantai Utara Jawa, politik feodal, dan beberapa batas wilayah manajemen yang sampai kini masih berlaku.

6. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1755-sekarang)

Selain 5 kerajaan di atas, ternyata masih ada 2 kerajaan Islam di Jawa yang sampai kini masih eksis. Kedua kerajaan tersebut yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan  Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kedua kerajaan ini merupakan penggalan dari kerajaan Mataram Islam yang bubar akhir perebutan kekuasaan. Melalui perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755, Mataram resmi dipecah menjadi 2 sampai kini.

Nah, demikianlah pemaparan kami mengenai kerajaan Islam di Jawa beserta sejarah singkatnya. Semoga sanggup bermanfaat dan kalau ada pertanyaan silakan ejekan melalui kolom komentar. Terima kasih.

Sabtu, 17 Oktober 2015

5 Cerita Nabi Musa As : Firaun, Nabi Khidir, Mukjizat, Dan Lainnya Lengkap

View Article
Nabi Musa A.S dilahirkan di Mesir pada zaman pemerintahan Raja Firaun. Firaun ialah raja kafir yang bahkan menganggap dirinya sebagai Tuhan semesta alam, sehingga ia sangat kejam. Pada artikel kali ini kita akan mengupas semua kisah Nabi Musa AS mulai dari yang berafiliasi dengan firaun, mukzijat, nabi khidir AS, hingga kisahnya dengan Bani Israil. Mari disimak!

Kisah Nabi Musa dan Firaun

Pada suatu malam, Firaun bermimpi bahwa mahkota yang dipakainya hilang. Untuk mengartikan mimpi tersebut, Firaun memanggil jago ramalnya. Berdasarkan ramalan, mimpi itu disebut merupakan menunjukan bahwa pada suatu masa kekuasaan raja akan terancam oleh seorang bayi pria yang sebentar lagi akan dilahirkan. Mendengar arti mimpi tersebut, Firaun kemudian memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh semua bayi pria yang lahir di negerinya.


Ketika bayi pria putra dan istrinya, Yukabad telah berusia 3 (tiga) bulan, Alloh menawarkan inspirasi kepada Yukabad ibu Musa. Ilham berisi perintah semoga bayinya disembunyikan dalam peti dan dihanyutkan ke Sungai Nil. Ibunda Musa a.s., Yukabad dihentikan bersedih hati dan lantaran Tuhan swt. Menjamin akan mengembalikan bayinya itu dan kelak ia akan menjadi seorang nabi dan rasul.

Akhirnya, peti yang dihanyutkan itu ditemukan oleh istri Firaun yang berjulukan Siti Asiah. Pada ketika itu, Asiah sedang bersantai bersama dayangnya di tepi Sungai Nil. Bayi itu diambil dan dijadikan sebagai anak angkatnya dan dimulailah dongeng Nabi Musa dan Firaun yang begitu dikenal ke seluruh penjuru dunia.

Hampir saja bayi itu dibunuh oleh Firaun, tetapi dicegah oleh istrinya, lantaran ia tidak punya anak dan ia sangat sayang kepada bayi itu, hingga hendak mengangkatnya sebagai anaknya. Ketika bayi itu menangis hendak menyusu, istri Firaun segera mencari seorang perempuan untuk menyusukannya. Akan tetapi, anehnya setiap perempuan yang disuruhnya tidak sanggup menyusukannya. Oleh lantaran bayi itu tidak mau, sehingga istri Firaun merasa kesedihan. Namun, kesannya ada juga seorang perempuan yang sanggup menyusukannya dan ternyata ibu yang menyusukannya itu ialah Yukabad, ibunya sendiri.

Musa dibesarkan dalam istana kerajaan Firaun. Ketika Musa telah dewasa, dia angkat oleh Tuhan swt. dijadikan utusan-Nya untuk membebaskan kaumnya yang ditindas oleh Firaun.

Mukjizat Nabi Musa

Sedikitnya ada 5 (lima) macam mukjizat yang diberikan oleh Tuhan swt. kepada Nabi Musa A.S.. Mukjizat tersebut ialah sebagai berikut:
  1. Ketika Nabi Musa a s. dikejar-kejar oleh tentara Firaun, Nabi Musa diperintahkan untuk memukulkan tongkatnya ke Laut Merah. Setelah tongkatnya dipukulkan ke laut, atas kekuasaan Tuhan swt. di tengah bahari itu terdapat jalan raya. Nabi Musa a.s. bersama kaumnya menyeberang ke seberang lautan dan selamat dari kejaran tentara Firaun. Sementara Firaun dan tentaranya karam ditelan Laut Merah
  2. Di dalam surat Al A'raf ayat 160 diterangkan oleh Tuhan bahwa tongkat Nabi Musa a.s. dipukulkan ke sebuah watu dan memancarkan air dari watu besar itu
  3. Dalam surat Al Araf ayat 107, 117-120 dikisahkan, ketika Firaun mengumpulkan seluruh tukang sihir untuk memamerkan kehebatannya. Tukang-tukang sihir tersebut menyebabkan tali tali menjadi ular beribu-ribu, Nabi Musa a.s. melemparkan tongkatnya dan menjelma seekor ular besar dan menelan habis semua ular tukang sihir Raja Firaun Firman Alah Faalqa tasahu faiza hiya su'bänum mubin Artinya: "Maka Musa melemparkan tongkatnya, kemudian tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar" (Q.S.AlAraf 17]: 107)
  4. Gunung Sinai atas kehendak Tuhan swt. diangkat oleh Nabi Musa a.s
  5. Mukjizat Kisah Nabi Musa a s. yang lain, dikirimnya belalang, kutu, katak, dan darah ke tengah-tengah kaum Raja Firaun.

Nabi Musa Membelah Lautan

Kisah Nabi Musa bersama pengikutnya Bani lsrail lari menyelamatkan diri. Firaun bersama tentaranya terus mengejar Nabi Musa dan pengikut-pengikutnya. Sampailah mereka di tepi bahari dan terdesak tentara Firaun. Atas perintah Tuhan swt., Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke atas air laut. Seketika bahari terbelah dua dan di tengahnya ada jalan raya ang sangat luas dan indah. Nabi Musa bersama pengikutnya segera lari melalui jalan raya itu dan sampailah ke seberang lautan. Sementara itu, Firaun bersama tentaranya terus mengejar mengikuti jalan raya di tengah bahari itu. Pada ketika seluruh tentara Firaun telah berada di tengah-tengah jalan raya tersebut, bahari yang terbelah dua itu berubah kembali menjadi air laut. Maka tenggelamlah Firaun dan semua tentaranya di tengah bahari Merah. Akhir dongeng Nabi Musa dengan seluruh pengikutnya selamat hingga di seberang Laut Merah, atas pertolongan Tuhan swt.

Kisah Nabi Musa AS. dengan Lembu Betina

Pada telah terjadi suatu pembunuhan lantaran harta pusaka. Namun tidak diketahui siapa yang membunuhnya. Kemudian Nabi Musa a.s. memerintahkan untuk menyembelih seekor lembu betina. Setelah lembu itu disembelih, maka diambil ekornya kemudian dipukulkan pada jenazah tersebut. Dengan izin Tuhan swt. jenazah tersebut hidup kembali kemudian berkata: "Yang membunuh saya ialah anakku sendiri". Setelah jenazah tersebut berbicara kemudian mati kembali. Kisah ini tertuang dalam Firman Tuhan berikut:
"Lalu Kami berkata: Pukullah jenazah itu dengan sebagian dari anggota sapi betina itu. Demikianlah Tuhan menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan menunjukkan padamu gejala kekuasaan Nya semoga kau mengerti." (Q.S. Al Baqarah [2]: 73)

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidhir

Untuk membuktikan kekurangan-kekurangan Nabi Musa, Tuhan swt. memerintahkan Musa menemui seorang hamba Tuhan di suatu tempat. Ia ialah hamba yang saleh dan cerdas.

Atas perintah Tuhan swt., Nabi Musa a.s. kesannya mencari dan menemukan Nabi Khidhir A.S., seorang hamba Tuhan yang dikaruniakan ilmu yang sangat luas. Mahaguru ini berpesan kepada Nabi Musa a s. yang ingin berguru kepadanya dengan syarat tidak menanyakan segala perbuatan yang dilakukan sebelum waktunya diterangkan dan dijelaskan. Adapun perbuatan-perbuatan Nabi Khidhir a s. yang dipesan supaya jangan ditanyakan sebelum dijelaskan tersebut ialah sebagai berikut :
  1. Perbuatan pertama yang dilakukan Nabi Khidhir a s. ialah mengambil beberapa papan geladak kapal yang sedang ditumpangi, kemudian melubangi kapal itu. Nabi Musa a.s. lupa akan janjinya dan terus bertanya: "Mengapa engkau lubangi kapal ini, hai Khidhir”? Nabi Khidhir a.s. enggan menjawab, tetapi dikatakan pula "Bukankah sudah kukatakan bahwa engkau tidak akan sabar mengikuti saya ?”
  2. Perbuatan kedua, Nabi Khidhir membunuh seorang anak kecil. Ini dianggap oleh Nabi Musa a s. sebagai suatu perbuatan yang mungkar. Nabi Musa lupa kepada janjinya untuk tidak bertanya kepada Nabi Khidhir: "Mengapa engkau bunuh anak yang masih suci tanpa dosa, hai Khidhir?" Nabi Khidhir berkata: "Bukankah sudah katakan bahwa engkau tidak akan sanggup bersabar bersamaku?”.
  3. Perbuatan ketiga, Nabi Khidhir mengajak Nabi Musa a.s. untuk menegakkan dinding memperbaiki sebuah bangunan yang telah roboh. Nabi Musa a.s. tidak sabar lag dan lupa pada janjinya, ia eksklusif bertanya kepada Nabi Khidhir: "Mengapa engkau tidak mau meminta upah memperbaiki bangunan rusak itu, hai Khidhir”? Nabi Khidir tidak menjawab. oleh lantaran Nabi Musa sudah tiga kali melanggar akad untuk tidak bertanya sebelum problem itu dijelaskan, maka Nabi Khidhir menyatakan semenjak tu berpisah dengan Nabi Musa a s.

Namun, sebelum berpisah Nabi Khidhir menjelaskan apa yang telah dilakukan itu. Penjelasannya ialah sebagai berikut:
  1. Perbuatan pertama saya lakukan, lantaran di negeri itu ada seorang raja yang suka merampas kapal milik rakyat yang masih baik. Kapal yang saya lubangi itu ialah milik orang yang sangat miskin dan merupakan kapal satu-satunya yang sanggup dijadikan sumber penghasilan bagi keluarganya. Oleh lantaran itu kapal tersebut saya lubangi semoga tidak ikut dirampas oleh raja yang zalim itu.
  2. Perbuatan kedua saya lakukan, lantaran anak kecil itu kelak akan menciptakan fitnah bagi kedua orang tuanya apabila dia sudah dewasa.
  3. Perbuatan ketiga, saya perbaiki bangunan dan dinding rumah itu, lantaran bangunan milik anak yatim. Di bawah rumah tersebut tersimpan harta pusaka yang sangat banyak semoga kelak ia mengambil harta pusakanya di bawah tembok yang saya perbaiki.

“Wahai Musa, apa yang saya lakukan bukan atas kemauan dan kehendak pribadi, tetapi atas tuntunan wahyu Tuhan swt. Aku berharap semoga semua yang terjadi di hadapanmu ini akan menjadi pelajaran yang mendatangkan manfaat bagi umatmu demikian pesan Nabi Khidir yang mengakhiri dongeng Nabi Musa dan Nabi Khidir.

Untuk kesempurnaan tugasnya sebagai seorang rasul, dongeng Nabi Musa as. Dilanjutkan dengan melaksanakan perjalanan ke Bukit Sina. Di sana ia mendapatkan kitab suci Taurat, sehabis 40 malam menetap di bukit tersebut. Selama kepergiannya itu, sebagian umatnya banyak yang murtad, padahal ia sudah meminta derma kepada saudaranya, Nabi Harun, AS. Sebagian umatnya menyembah patung sapi dari emas yang sanggup berbicara. Patung tersebut ialah hasil karya pematung berjulukan Samiri, bapak Dajjal.

Demikianlah beberapa dongeng Nabi Musa AS bersama Firaun, mukjizat, dongeng Nabi Musa dan Nabi Khidir, serta kisah-kisah lainnya. Semoga sanggup menjadi pelajaran bagi kita semua. Salam.

Jumat, 16 Oktober 2015

19 Perbedaan Nabi Dan Rasul, Pengertian, Dan Persamaannya

View Article
Sebagai seorang Muslim, kita selayaknya beriman dan meyakini adanya Nabi dan Rasul serta kebenaran pedoman yang dibawanya, sekali pun kita belum pernah melihat mereka secara langsung. Nabi dan Rasul ialah teladan yang baik. Segala perbuatan dan perkataannya merupakan pola untuk sanggup kita tiru dan kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Adapun selain dengan mengimani keberadaan dan mencontoh segala perbuatannya, perbedaan Nabi dan Rasul juga penting untuk kita ketahui semoga kita tidak salah tafsir dan salah pengertian.

 kita selayaknya beriman dan meyakini adanya Nabi dan Rasul serta kebenaran pedoman yang di 19 Perbedaan Nabi dan Rasul, Pengertian, dan Persamaannya

Perbedaan Nabi dan Rasul

Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa semenjak awal sejarah peradaban manusia, telah turun sebanyak 124.000 Nabi dan 313 Rasul ke muka bumi. Jumlah tersebut tentu sangat berbagai dan mungkin akan sulit bagi kita untuk menelaah dan mengenalinya satu persatu. Oleh alasannya ialah itu, beberapa pendapat menyebutkan bahwa di antara sekian banyak Nabi dan Rasul tersebut, hanya ada 25 Nabi dan Rasul saja yang wajib dipelajari. Adapun ke 25 Nabi dan Rasul tersebut antara lain:
Nabi Adam A.S., Nabi Idris A.S., Nabi Nuh A.S., Nabi Hud A.S., Nabi Saleh A.S., Nabi Ibrahim A.S., Nabi Luth A.S., Nabi Ismail A.S., Nabi Ishaq A.S., Nabi Ya’qub A.S., Nabi Yusuf A.S., Nabi Ayub A.S., Nabi Syu’aib A.S., Nabi Musa A.S., Nabi Harun A.S., Nabi Zulkifli A.S., Nabi Daud A.S., Nabi Sulaiman A.S., Nabi Ilyas A.S., Nabi Ilyasa A.S., Nabi Yunus A.S., Nabi Zakaria A.S., Nabi Yahya A.S., Nabi Isa A.S., dan Nabi Muhammad SAW.

Pengertian dan Perbedaan Nabi dan Rasul

Secara umum pengertian Nabi ialah seorang pria yang menerima wahyu dari Yang Mahakuasa untuk dirinya sendiri dan tidak wajib untuk mengembangkan wahyu tersebut kepada umatnya. Sedangkan pengertian Rasul ialah seorang pria yang menerima wahyu dari Yang Mahakuasa untuk dirinya sendiri dan wajib mengembangkan pedoman yang terdapat dalam wahyu tersebut kepada umatnya.

 kita selayaknya beriman dan meyakini adanya Nabi dan Rasul serta kebenaran pedoman yang di 19 Perbedaan Nabi dan Rasul, Pengertian, dan Persamaannya
Dari pengertian Nabi dan Rasul tersebut, lebih jauh kita sanggup mengetahui apa saja perbedaan Nabi dan Rasul. Perbedaan tersebut antara lain dijelaskan pada tabel berikut ini.
Nabi Rasul
Tapi tidak diwajibkan (tapi diperbolehkan) untuk memberikan wahyu yang diterima kepada umatnya. Diwajibkan untuk memberikan wahyu yang diterima kepada umatnya.
Hanya mengamalkan syariat yang telah ada sebelumnya. Membawa syariat gres dan mengamalkannya.
Diutus hanya kepada kaum yang telah beriman. Diutus kepada kaum yang belum beriman.
Belum tentu membawa kitab suci atau suhuf. Pasti membawa kitab suci atau suhuf.
Ada Nabi yang berhasil dibunuh oleh kaumnya. Diselamatkan oleh Yang Mahakuasa dari segala percobaan pembunuhan.

Persamaan Sifat Nabi dan Rasul

 kita selayaknya beriman dan meyakini adanya Nabi dan Rasul serta kebenaran pedoman yang di 19 Perbedaan Nabi dan Rasul, Pengertian, dan Persamaannya
Meskipun perbedaan Nabi dan Rasul sangat terang ibarat yang sudah dibahas di atas, namun keduanya ternyata mempunyai beberapa persamaan. Persamaan Nabi dan Rasul terdapat pada beberapa sifat yang dimilikinya, yaitu
  1. Siddiq (benar), artinya segala apa yang diucapkan dan dilakukan oleh para Nabi dan Rasul ialah hal yang benar.
  2. Amanah (dapat dipercaya), artinya untuk mengemban suatu perintah dakwah, Nabi dan Rasul merupakan orang-orang yang sanggup dipercaya.
  3. Fathanah (cerdas), Nabi dan Rasul ialah orang-orang yang cerdas, pintar, lagi berakal dalam banyak hal.
  4. Tabligh (menyampaikan), artinya Nabi dan Rasul diutus oleh Yang Mahakuasa untuk memberikan suatu pedoman atau wahyu kepada umatnya.

Nah, demikianlah beberapa perbedaan Nabi dan Rasul beserta pengertian dan persamaannya. Semoga kedepan kita sanggup mengikuti teladan yang diberikan para Nabi dan Rasul tersebut sehingga kita tergolong ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Amin.

Kamis, 15 Oktober 2015

Jejak Peninggalan Nabi Adam Ditemukan Di Afrika

View Article
Peninggalan Nabi Adam - Dunia pada tahun 2003 sempat dihebohkan dengan inovasi sebuah jejak kaki berukuran besar yang bentuknya ibarat jejak kaki manusia. Jejak kaki tersebut terdapat di sebuah kerikil yang terletak tak jauh dari Kota Mpaluzi, Afrika Selatan. Ukurannya yang mencapai panjang 121 cm (4 feet) menciptakan banyak spekulasi bermunculan wacana asal undangan jejak kaki ini. Salah satu pendapat terpopuler menyampaikan jikalau jejak kaki ini yaitu jejak kaki peninggalan nabi Adam, nenek moyang insan bumi. Benarkah pendapat tersebut? Seperti apa pembuktiannya? Simaklah uraian kami berikut ini.

Peninggalan Nabi Adam

Dari hasil uji laboratorium diketahui bahwa jejak kaki yang diperkirakan merupakan peninggalan Nabi Adam tersebut ternyata telah berusia 200 juta tahun. Masa 200 tahun yang kemudian dalam ilmu geologi berarti masuk ke dalam zaman mesozoikum (65-251 juta tahun lalu). Dalam masa tersebut, dunia mengalami banyak perubahan, mulai dari acara tektonik yang tinggi, fluktuasi iklim yang ekstrim, pergeseran lempeng benua, dan lain sebagainya. [BACA : Asal Usul Dajjal]

 sempat dihebohkan dengan inovasi sebuah jejak kaki berukuran besar yang bentuknya menyer Jejak Peninggalan Nabi Adam Ditemukan di Afrika
Adapun alasannya perubahan ekstrim yang terjadi di permukaan bumi, pada zaman mesozoikum tersebut diperkirakan telah terjadi perkembangan evolusi yang menghasilkan diversifikasi jenis-jenis mahluk hidup baru, termasuk binatang dan tumbuhan. Pada zaman mezosoikum ini pulalah diperkirakan awal mula lahirnya hewan-hewan mamalia di muka bumi. [Baca Juga : Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan]

Jejak kaki Nabi Adam

Dari teori geologi yang menyebut bahwa jejak kaki insan berukuran besar yang ditemukan itu berasal dari zaman mezosoikum, beberapa pakar kemudian beropini bahwa jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki peninggalan Nabi Adam. Pendapat ini ditunjang oleh beberapa bukti fisik maupun bukti tertulis berikut :

Dari penelitian yang selama ini dilakukan, diketahui bahwa secara normal kaki insan panjangnya kurang lebih yaitu sekitar 15% dari tinggi badannya. Ini berarti jikalau hal ini juga berlaku terhadap jejak kaki besar tersebut, maka si pemilik jejak kaki diperkirakan mempunyai tinggi tubuh sektar 8,13 meter. [BACA : Asal Usul Manusia]

 sempat dihebohkan dengan inovasi sebuah jejak kaki berukuran besar yang bentuknya menyer Jejak Peninggalan Nabi Adam Ditemukan di Afrika
Tinggi tubuh si pemilik jejak kaki rupanya nyaris sama persis dengan tinggi tubuh Nabi Muhammad yang diterangkan dalam Hadits Bukhari Vol.IV No.543. Hadist tersebut menandakan bahwa Nabi Muhammad mempunyai tinggi sekitar 60 hasta ketika di nirwana dan ketika diturunkan ke bumi tingginya menyusut jadi 20 hasta atau sekitar 9,8 meter.

Kedua bukti tersebut memang sangat kurang menggambarkan dan menguatkan pendapat bahwa jejak kaki yang terdapat pada kerikil itu merupakan jejak kaki peninggalan Nabi Adam. Oleh alasannya itu banyak pula yang mencibir pendapat ini. Mereka yang mencibir umumnya mempunyai pendapat lain terkait asal undangan si jejak kaki tersebut. Pendapat mereka contohnya :
  1. Jejak kaki tersebut berasal dari jejak kaki bangsa Nisnas. Sebuah mahluk ibarat insan yang lahir sebelum kemunculan Nabi Adam ke dunia.
  2. Jejak kaki yang dianggap peninggalan Nabi Adam tersebut gotong royong merupakan jejak kaki dari Syeitan yang diturunkan lebih dahulu ke muka bumi.
  3. Jejak kaki tersebut merupakan hasil rekayasa sebagai penarik minat wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Afrika Selatan.

Terlepas dari pendapat-pendapat ini, kita sebagai muslim boleh mempercayai pendapat manapun yang disuka, asalkan pendapat yang kita pilih berlandaskan pada dasar teori dan bukti yang kuat. Saya sendiri percaya jikalau jejak kaki itu memang merupakan peninggalan nabi Adam. Bagaimana dengan Anda?

Minggu, 11 Oktober 2015

Asal Ajakan Dajjal, Keluarga, Ciri, Kemunculan, Dan Fitnahnya

View Article
Asal Usul Dajjal / Sebagai umat Islam, kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di kiamat kelak akan tiba sesosok mahluk tinggi besar yang mempunyai kekuatan begitu dahsyat. Sosok yang kita kenal dengan nama dajjal tersebut merupakan sosok yang akan menguji insan simpulan zaman, apakah tergolong orang-orang yang beriman atau tergolong orang-orang yang kufur. Berikut ini tim penulis blog akan membahas seputar asal permintaan Dajjal mulai dari keluarga, ciri-ciri, kemunculan, dan fitnahnya sebagai pembelajaran bagi kita semua.

Asal Usul Dajjal

Dajjal diyakini merupakan seorang insan yang sudah hidup semenjak zaman nabi Ibrahim dan alasannya yaitu Alloh menangguhkan ajalnya (seperti halnya Iblis) ia tetap masih hidup sampai ketika ini, dipenjarakan di sebuah kawasan yang masih menjadi misteri.

 kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di kiamat kelak aka Asal Usul Dajjal, Keluarga, Ciri, Kemunculan, dan Fitnahnya

Asal Usul Dajjal dan Keluarganya

Dalam beberapa hadist dijelaskan bahwa asal permintaan dajjal yaitu seorang keturunan Yahudi. Ia lahir dari orang bau tanah yang postur tubuhnya tinggi gemuk dengan hidung sangat mancung mirip paruh burung. Secara lebih lengkap, Imam Al Barzanji juga pernah menyebut jikalau asal permintaan moyang dajjal yaitu seorang dukun Yahudi (Syaqq) yang kawin dengan perempuan dari keturunan jin. Moyang dajjal ini hidup di zaman Nabi Sulaiman AS. Oleh nabi Sulaiman, si moyang dajjal dan istrinya yang berasal dari golongan jin disebutkan sempat dipenjarakan dan ditangkap alasannya yaitu ulahnya dalam merusak doktrin umat. Adapun terlepas dari pendapat Imam Al-Barzanji tersebut, asal permintaan dajjal sampai sekarang tetap saja masih misterius, mengingat sumber tumpuan dan hadist yang membahas hal ini memang sangat terbatas.


Ciri-ciri Dajjal

Sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh Muslim menyebut bahwa Rasululloh pernah bersabda jikalau dajjal merupakan orang yang mempunyai ciri-ciri mata kirinya buta, rambutnya lebat dan keriting, tampak selalu abadi muda, badannya besar agak kemerahan sehingga jikalau dilihat dari belakang ia seperti tampak mirip dahan kayu yang rimbun. Sedangkan dalam hadist At-Tabrani, ciri-ciri dajjal yang paling kentara disebutkan terletak pada mata dan dahinya. Mata kiri dajjal buta, sedangkan mata kannya tertonjol keluar, berwarna kehijauan, dan berkelip-kelip laksana bintang gemintang. Adapun pada dahi dajjal juga terdapat susunan aksara Kaf-Fa-Ro yang jikalau di sambung akan membentuk kata “Kafir”. Tulisan pada dahi dajjal ini hanya sanggup dilihat dan dibaca oleh orang-orang yang memang benar-benar murni keislamannya.

 kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di kiamat kelak aka Asal Usul Dajjal, Keluarga, Ciri, Kemunculan, dan Fitnahnya

Asal Usul Kemunculan Dajjal

Seperti disebutkan di atas bahwa asal permintaan dajjal memang telah lahir semenjak zaman Nabi Ibrahim. Semenjak zaman itu, dajjal dipenjara dan dirantai di sebuah pulau abnormal dan dijauhkan dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan umat manusia. Ia tidak akan pernah sanggup lepas dari penjara tersebut alasannya yaitu selain dirantai, ia juga dijaga oleh seekor hewan besar berjulukan Al-Jassasah. Ia gres akan lepas dari penjara dan keluar dari pulau tersebut jikalau Alloh sudah menghendakinya. Dajjal akan bebas pada sebuah masa yang sudah sangat akrab dengan kehadiran hari simpulan yang dijanjikan.

Karena pulau yang disebutkan menjadi penjara dajjal berada di potongan timur bumi (beberapa versi menyebutkan pulau tersebut terletak di sekitar India), maka dajjal pun akan muncul dari timur. Ia diizinkan oleh Alloh untuk keluar dan menjelajah sekeliling dunia dan membuatkan fitnah dan ajarannya. Ia akan melaksanakan kebijaksanaan kancil pada orang-orang yang hidup di zaman itu sehingga mereka mengakui bahwa dirinya yaitu Tuhan. Orang yang berpengaruh imannya akan berani menentang fatwa tersebut meski nyawanya dipertaruhkan, sedangkan bagi orang yang imannya lemah, ia akan berdasarkan dan menjadi pendukung dan hamba dajjal. Naudzubillah.

Fitnah Dajjal

Dalam membuatkan fitnah dan ajarannya, dajjal dibekali dengan kekuatan yang luar biasa besar oleh Alloh. Segala kesenangan hidup akan dikaruniakan kepadanya. Seluruh mahluk langit dan bumi akan tunduk pada perintahnya.

 kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di kiamat kelak aka Asal Usul Dajjal, Keluarga, Ciri, Kemunculan, dan Fitnahnya
Adapun dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebelum kemunculan dajjal, insan akan diuji dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Kemarau ini menciptakan materi pangan menjadi sangat langka sehingga peristiwa alam kelaparan merajalela di mana-mana. Di ketika insan tengah kelaparan dan membutuhkan proteksi inilah, asal permintaan dajjal tiba dengan membawa fitnahnya.

Dajjal akan menerangkan kesaktiannya. Ia akan mendatangkan hujan dengan mudahnya. Ia akan menumbuhkan banyak sekali tanaman sebagai sumber makanan bagi para hambanya yang mengakui bahwa dirinya yaitu yang kuasa semesta alam. Para muslim yang berpengaruh iman islamnya akan tetap kukuh mempertahankan akidahnya meski lapar dan perih mereka dera. Mereka tetap tak akan mau mengakui dajjal sebagai Tuhannya sampai khusnul khotimah menjemput.

Fitnah asal permintaan dajjal akan terus berlanjut pada masa 40 hari sehabis kemunculannya pertama kali. Ia akan terus menguji keimanan insan di kiamat sampai pemisah antara umat Islam sejati dan umat yang kafir benar-benar terlihat jelas.

Nah, demikianlah sedikit intisari yang sanggup kami jabarkan untuk menjelaskan asal permintaan dajjal, keluarga, kemunculan, serta fitnahnya. Semoga dengan artikel sederhana ini keimanan kita menjadi semakin kokoh dan sanggup dihindarkan dari segala bentuk fitnah dajjal. Amin.

Minggu, 04 Oktober 2015

Tragis, Inilah Nasib Pembuat Video Pocong Aneh Di Masjid!

View Article
Pernahkan Anda menonton sebuah video di Youtube yang berjudul Pocong Gila di Masjid? Jika pernah, tentu Anda tahu wacana beberapa orang perjaka yang bermain-main di rumah Alloh dan merekam sebuah adegan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Ya, meski niat mereka hanya sekedar untuk hiburan dan main-main, namun secara nurani perbuatan keempat perjaka di masjid itu tentu sangat tidak elok. Berikut ini kami sematkan video penampakan pocong gila di masjid tersebut beserta nasib para pembuat dan pemerannya dikala ini. Silakan disimak!

Pocong Gila di Masjid

Video pocong gila di masjid menyerupai yang tersaji di atas dibentuk sekitar tahun 2010. Para pembuatnya ialah Fikri Solihin, Susilo Wahyono, Eko Prasetyo, dan Windra Permana. Mereka sengaja menciptakan video tersebut sebagai hiburan ditengah masa libur sekolah. Ya, mereka masih berusia sekolah. Mereka dikala itu duduk di kelas XII di sebuah Sekolah Menengan Atas swasta di Jakarta.

Video pocong gila di masjid tersebut mereka buat di salah satu mushola di kampungnya, di tempat Rawamangun, Jakarta Timur. Salah satu dari mereka lalu mengunggah video tersebut ke Youtube untuk memamerkan kelucuan yang telah mereka buat.

Tak disangka tak diduga, video yang mereka upload itu ternyata menerima respon yang sangat banyak dari para netizen dan pemirsa Youtubu. Ada yang memuji kelucuannya, namun tak sedikit pula yang mencaci dan mengangap keempat perjaka itu tidak sopan dengan melaksanakan adegan ajaib itu di rumah Alloh.

Seiring berjalannya waktu, para pembuat dan pengunggah video pocong gila di masjid itu pada dikala ini sanggup dikata telah menemukan azabnya. Dua di antara 4 orang dari mereka diketahui telah meninggal dunia di usianya yang masih sangat muda. Yang satu, yang berperan sebagai pocong (Susilo Wahyono) meninggal dunia pada Oktober 2011 lantaran kecelakaan dikala menerobos di jalur busway di jalan perjaka depan Kampus UNJ. Satu lagi Windra Permana yang berperan sebagai imam sholat meninggal tanpa lantaran pada Januari 2012. Diperkirakan Windra meninggal lantaran angin duduk sehabis ia mandi di malam hari selepas ia membantu ayahnya yang bekerja sebagai penjaja es buah.

Dua orang lain yang masih hidup sampai dikala ini ialah Fikri Solihin yang berperan sebagai makmum dan Eko Prasetyo yang menjadi kameramen. Fikri Solihin dan Eko Prasetyo mengaku sudah bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatannya sehabis melihat nasib kedua temannya yang meninggal di usia muda. Mereka menduga kepergian kedua karibnya itu terjadi lantaran adzab dari apa yang mereka lakukan di dalam video pocong gila di masjid itu.

Fikri yang sekarang kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta mengaku sejak kepergian kedua temannya itu, ia merasa sangat bersalah. Ia ialah orang yang pertama kali memunculkan wangsit pembuatan video Pocong Gila di Masjid itu pada rekan-rekannya. Setiap habis sholat, fikri mengaku rutin mengirimkan doa untuk kedua sahabat karibnya itu.

Sejalan dengan Fikri, Eko Prasetyo yang bertindak sebagai kameramen dalam video itu juga mengaku menyesal. Ia bahu-membahu sudah melarang teman-temannya untuk menciptakan adegan itu, namun lantaran paksaan ia berdasarkan dan mengikuti undangan mereka.

Nah, itulah nasib para pembuat video Pocong Gila di Masjid dikala ini. Semoga dongeng mereka sanggup menjadi pelajaran untuk kita semua. Kelucuan dan guyonan memang boleh dilakukan namun pastikan kita tidak salah menempatkannya. Silakan di share!

Sumber : Tribunnews

Rabu, 30 September 2015

3 Terusan Penyebaran Islam Di Indonesia

View Article
Penyebaran agama Islam di Indonesia berlangsung sangat cepat. Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, pesatnya penyebaran Islam di Indonesia juga disebabkan oleh penggunaan beberapa kanal penyebaran yang bekerja dengan sangat efektif. Saluran penyebaran Islam di Indonesia tersebut mencakup kanal perdagangan, pendidikan, dan hubungan sosial budaya. Ketiga kanal inilah yang banyak dipakai kaum muslimin mengembangkan Islam di wilayah Indonesia.

Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

 Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indon 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

1. Saluran Perdagangan

Saluran perdagangan merupakan salah satu kanal penyebaran Islam di Indonesia yang paling awal digunakan. Para pedagang dari banyak sekali daerah berkumpul dan menetap, baik sementara maupun selamanya di sebuah daerah sehingga terbentuklah suatu perkampungan pedagang Muslim. Para pedagang muslim ketika berinteraksi dagang sering menyisipkan fatwa Islam untuk menarik simpati dari para pedagang Indonesia. Dengan cara itulah banyak pedagang Indonesia yang tertarik beralih memeluk agama Islam.

 Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indon 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia
Melalui kanal ini, pelabuhan menjadi tempat utama bagi masuknya Islam di Indonesia. Salah satu pelabuhan itu contohnya pelabuhan Bandar Khalifah di Pantai Barus, Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat dan Aceh menjadi pintu masuknya Islam ke Indonesia. Para pedagang dari banyak sekali negeri berdatangan membawa komoditas masing-masing. Tidak jarang mereka menetap dalam waktu lama. Pada proses berdagang inilah dakwah Islam disampaikan. Ajakan dakwah Islam pun diterima dengan baik oleh para pedagang Indonesia. [BACA : Teori Masuknya Islam ke Indonesia]

2. Saluran Pendidikan

Saluran penyebaran Islam di Indonesia lain yang mendukung perkembangan Islam di Indonesia adalah kanal pendidikan. Saluran ini dipakai para mubaligh dari beberapa negeri untuk mengembangkan Islam. Kedatangan para mubaligh menyebabkan dakwah Islam semakin marak dan gerakan dakwah semakin luas. Gerakan dakwah tidak hanya terbatas di pantai-pantai barat Sumatear, melainkan hingga ke pulau-pulau kepingan timur Indonesia. Selain itu, para pelaut Bugis ikut mengembangkan Islam hingga kepulauan Maluku dan Papua yang bekerja sama dengan para Mubaligh dari Gresik, Jawa Timur. Pulau Jawa dikala itu menjadi barometer penyebaran Islam di Indonesia.

Penyebaran Islam melalui kanal pendidikan sangat besar lengan berkuasa pada penyebaran Islam di Indonesia. Selain melalui para mubaligh dan wali songo, penyebaran Islam dilakukan dengan mendirikan forum pendidikan, yaitu pondok pesantren. Pondok pesantren menampung cowok dari banyak sekali daerah untuk menimba ilmu agama Islam. Para santri yang sudah final dari pesantren mulai berdakwah mengembangkan Islam di wilayahnya masing-masing. Dengan kanal penyebaran Islam di Indonesia yang satu ini, agama Islam berkembang dan menyebar cepat ke seluruh Indonesia.

3. Saluran Sosial Budaya

Saluran sosial budaya tidak kalah pentingnya dalam menunjang upaya penyebaran Islam di Indonesia. Proses interaksi sosial budaya dilakukan dengan cara ijab kabul atau dengan media seni, menyerupai seni bangunan, seni pahat, seni tari, dan musik. Masuknya Islam dengan jalan ijab kabul memberi warna tersendiri dalam sejarah Islam di Indonesia. Melalui perkawinan ini lahirlah generasi gres muslim dan merupakan awal dari terbentuknya sebuah komunitas muslim di kalangan warga pribumi. Beberapa pola perkawinan ulama Islam dengan perempuan pribumi yaitu perkawinan Raden Rahmat atau Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila dan Raja Brawijaya yang beragama Hindu dengan Putri Campa yang beragama Islam. Hasil dari perkawinan mereka yaitu lahirnya Raden Patah, pendiri kerajaan Demak.

 Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indon 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia
Selain melalui perkawinan, penyebaran fatwa Islam melalu kanal budaya juga dilakukan dengan akulturasi budaya pribumi dan budaya Islam. Cara ini ditempuh untuk mempermudah dan mempercepat perkembangan Islam. Budaya pribumi dikala itu diwarnai oleh budaya agama Hindu dan budha sanggup berakulturasi dengan budaya Islam tanpa menggeser nilai-nilai tauhid. Contoh akulturasi budaya ini contohnya munculnya doa-doa Islam dalam upacara moral menyerupai perkawinan, kelahiran, selapan, wayang kulit, seni bangunan, dan kesusastraan. Budaya Islam yang sederhana menyebabkan rakyat gampang mencerna dan mendapatkan muatan isi yang disampaikan. Model pendekatan tersebut menyebabkan Islam gampang diterima.

Saluran Lain

Selain ketiga kanal penyebaran Islam di Indonesia yang telah disebutkan di atas, ada beberapa faktor pendukung yang menyebabkan pesatnya perkembangan Islam di Indonesia. Beberapa faktor pendukung tersebut antara lain:
  1. Syarat untuk memeluk Islam sangat mudah.
  2. Kewajiban berdakwah merupakan kiprah setiap muslim.
  3. Para ulama mempunyai kelebihan rohaniah melalui fatwa tasawuf.
  4. Ajaran Islam dipandang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  5. Ajaran Islam tidak mengenal perbedaan derajat insan menurut kasta maupun gelar.
  6. Para saudagar, dai, dan ulama memberikan Islam dengan pendekatan dakwah yang simpatik.

Demikianlah beberapa kanal penyebaran Islam di Indonesia yang sanggup kami jelaskan. Semoga sanggup menjadi materi rujukan untuk kiprah sekolah maupun untuk sekedar menambah wawasan Anda terkait sejarah Islam di Nusantara. Salam.

Selasa, 29 September 2015

3 Teori Masuknya Islam Ke Indonesia Dan Bukti Pendukungnya

View Article
Teori Masuknya Islam Ke Indonesia - Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini tentu tidak terlepas dari tugas para pedagang muslim yang berasal dari Gujarat (India), Persia, dan Arab. Hubungan dekat antar pedagang muslim dan pedagang Nusantara di masa silam menjadikan efek terhadap masuknya agama Islam di Indonesia.

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Secara geografis, Indonesia terletak di daerah yang sangat strategis dalam kanal perdagangan masa silam. Hal ini menimbulkan Islam dengan gampang masuk ke wilayah Indonesia. Lantas, kapan Islam pertama kali tiba ke Indonesia. Ada beberapa teori wacana masuknya Islam ke Indonesia. Teori tersebut antara lain teori Gujarat, teori Persia, dan teori Arab. Berikut ini pemaparan dari masing-masing teori masuknya Islam ke Indonesia tersebut.

 Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung dengan sangat cepat 3 Teori Masuknya Islam Ke Indonesia dan Bukti Pendukungnya

1. Teori Gujarat

Teori gujarat ialah teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama kali dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel. Dalam teori ini disebutkan bahwa Islam di Indonesia bahwasanya berasal dari Gujarat, India dan mulai masuk semenjak periode ke 8 Masehi. Islam masuk ke Indonesia melalui wilayah-wilayah di anak benua India, menyerupai Gujarat, Bengali, dan Malabar. Seperti diketahui bahwa Bangsa Indonesia pada masa itu memang telah menjalin relasi dagang dengan India melalui kanal Indonesia-Cambay.[BACA : Sejarah Masuknya Islam di Indonesia]

Berdasarkan teori ini, masuknya Islam ke Indonesia ini diyakini berasal dari Gujarat sebab didasarkan pada adanya bukti berupa kerikil nisan Sultan Samudera Pasai Malik as-Saleh berangka tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Selain itu, teori gujarat juga didasarkan pada corak pemikiran Islam yang cenderung mempunyai warna tasawuf. Ajaran ini dipraktikan oleh orang muslim di India Selatan, menyerupai dengan pemikiran Islam di Indonesia pada awal berkembangnya Islam.

2. Teori Persia

Teori persia adalat teori masuknya Islam ke Indonesia yang dikemukakan oleh Hoessein Djajadiningrat. Dalam teori ini dikemukakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia ialah Islam yang berasal dari Persia (Iran). Islam diyakini dibawa oleh para perdagang Persia mulai pada periode ke 12.

Teori persia berlandaskan pada bukti maraknya paham Syiah pada awal masuknya Islam ke Indonesia. Selain itu, ada kesamaan tradisi budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia. Peringatan 10 Muharam atau hari Asyura di Iran dengan upacara Tabuik atau Tabut di Sumatera Barat dan Jambi sebagai lamang mengarak jasad Husein bin Ali bin Abi Thalib yang terbunuh dalam tragedi Karbala menjadi salah satu contohnya. Bahkan kuatnya tradisi Syiah masih terasa hingga ketika ini. [BACA : Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia]

Adanya suku Leran dan Jawi di Persia menandakan bukti bahwa orang-orang Persia yang membawa Islam ke Indonesia. Suku ini disinyalir merujuk pada orang-orang Leran dari Gresik dan suku Jawa. Selain itu, dalam suku Jawa dikenal dengan tradisi penulisan Arab Jawa atau Arab Pegon sebagaimana diadopsi oleh masyarakat Persia atas Tulisan Arab. Hal ini diperkuat dengan istilah Jer yang lazim dipakai masyarakat Persia.

 Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung dengan sangat cepat 3 Teori Masuknya Islam Ke Indonesia dan Bukti Pendukungnya

3. Teori Arab atau Teori Mekah

Berdasarkan teori Arab, masuknya Islam ke Indonesia diyakini berasal dari Arab, yaitu Mekkah dan Madinah pada periode perama Hijriah atau periode ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada adanya bukti perkampungan Islam di Pantai Barus, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai Bandar Khalifah. Wilayah ini disebut dengan wilayah Ta-Shih. Ta-Shih ialah sebutan orang-orang China untuk orang Arab. Bukti ini terdapat dalam dokumen dari Cina yang ditulis oleh Chu Fan Chi yang mengutip catatan spesialis geografi, Chou Ku-Fei. Dia menyampaikan adanya pelayaran dari wilayah Ta-Shih yang berjarak 5 hari perjalanan ke Jawa.

Dalam dokumen China keberadaan komunitas muslim Arab di Pantai Barus tercatat sekitar tahun 625 Masehi. Menilik tahun tersebut, berarti hanya sembilan tahun dari rentang waktu ketika Rasululloh menetapkan dakwah Islam secara terbuka kepada penduduk Mekkah. Beberapa sahabat telah berlayar dan membentuk perkampungan Islam di Sumatera. Pelayaran ini sangat mungkin terjadi mengingay adanya perintah Rasululloh semoga kaum muslimin menuntut ilmu ke negeri Cina. Hal ini berarti Islam masuk ke Indonesia ketika Rosululloh masih hidup.

Bukti arkeologis juga ditemukan di Barus, berupa sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus. Pada salah satu kerikil nisannya tertulis nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 M. Para arkeolog dari Ecole Francaise D’extreme-Orient Prancis dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menyatakan bahwa sekitar periode 9 hingga 12 Masehi, Barus menjadi sebuah perkampungan dari aneka macam suku bangsa menyerupai Arab, Aceh, India, Cina, Tamil, Jawa, Bugis, dan Bengkulu. [BACA : Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia]

Bukti lain yang mendukung teori masuknya Islam ke Indonesia ialah munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Perlak yang diteruskan oleh Kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai ialah kerajaan bercorak paham Syafi’i yang kala itu dianut banyak penduduk Mesir dan Mekah.

Demikianlah beberapa teori masuknya Islam ke Indonesia menyerupai yang diutarakan oleh beberapa ahli. Ketahui pula bagaimana proses masuknya Islam ke Indonesia melalui beberapa kanal pada artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Senin, 28 September 2015

Fenomena Nyi Roro Kidul Berdasarkan Islam

View Article
Nyi Roro Kidul yaitu sosok legenda yang begitu terkenal di kalangan masyarakat Jawa dan Bali. Sosok ini digambarkan sebagai seorang ratu penguasa kerajaan jin di Samudera Hindia yang mempunyai kekuatan supranatural begitu besar. Sosok yang juga dikenal dengan sebutan Ratu Pantai Selatan ini begitu lekat dengan kebudayaan suku Jawa, Sunda, dan Bali. Bahkan sampai ketika ini, ritual-ritual atau upacara watak Jawa masih sering dilakukan untuk menghormati keberadaannya, terutama oleh masyarakat pesisir pantai selatan Jawa. Menyadari bahwa fenomena penguasa maritim pantai selatan kini ini sudah semakin terkenal dan mendunia, pada artikel berikut kami akan membahas mengenai sosok ini lebih dalam, terutama berdasarkan perspektif kajian ilmu Islam. Bagaimana kajian fenomena Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam ini? Inilah pembahasannya!

Nyi Roro Kidul yaitu sosok legenda yang begitu terkenal di kalangan masyarakat Jawa dan Ba Fenomena Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam

Nyi Roro Kidul Menurut Islam

Menurut perspektif Islam, keberadaan sosok ibarat Nyi Roro Kidul bekerjsama sudah diterangkan secara terperinci dalam Al-Qur'an surat Al-Hijr ayat 27.
Dan sesungguhnya Kami telah ciptakan insan (Adam) dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah ciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
Dari ayat tersebut sanggup kita ambil kesimpulan bahwa selain membuat manusia, Alloh juga membuat golongan jin dan membiarkan mereka untuk hidup di dunia meski dalam dimensi yang berbeda dengan kita. Jika dihubungkan dengan keberadaan Nyi Roro Kidul, ayat tersebut menjelaskan bahwa Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam dianggap sebagai perwujudan raja jin yang menghuni lautan.

Dalam beberapa ayat lain dijelaskan bahwa insan merupakan mahluk yang derajatnya lebih mulia dibandingkan jin. Jin bahkan sempat diminta bersujud pada insan untuk menghormati kemuliaannya.[BACA : Misteri Hubungan Nyi Roro Kidul dan Soekarno]

Pemujaan Jin Ratu Pantai Selatan

Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam memang hanya dianggap sebagai raja jin penguasa pantai selatan yang derajatnya lebih rendah dibanding manusia. Akan tetapi, meski sudah banyak yang mengetahui perspektif ini, tetap saja ada beberapa umat insan yang menjelembabkan dirinya melalui pemujaan dan kemusyrikan. Mereka justru memuja mahluk yang derajatnya lebih rendah itu untuk mendapat sumbangan dan kemudahan. Ritual pesugihan untuk mendapat kekayaan secara singkat tanpa harus bekerja keras dengan hanya meminta jin-jin kafir –termasuk Nyi Roro Kidul, banyak mereka lakukan. Ritual ini tentu yaitu sebuah kesalahan besar.

Alloh SWT sudah menjelaskan dalam firmannya Surat Al-Imran, ayat 173 : “Cukuplah Tuhan menjadi Penolong kami dan Tuhan yaitu sebaik-baik Pelindung.” Surat ini yaitu pegangan bagi kita semua para umat muslim untuk selalu berlindung dan memohon sumbangan pada Alloh semata. Jangan alasannya yaitu kesulitan hidup dan kesengsaraan dunia kita menjadi gelap mata dan menggadaikan aqidah kita, menyembah dan memuja selain pada Alloh, termasuk dengan memuja Nyi Roro Kidul untuk memperoleh kekayaan dengan jalan singkat.

Demikianlah pemaparan mengenai kajian Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam. Dari pemaparan tersebut, semoga kita semua sanggup selalu tawakal dan berserah diri hanya pada Alloh. Nyi Roro Kidul dan sebangsanya sama jua ibarat kita, mahluk yang tanpa daya. Semoga bermanfaat.

Senin, 07 September 2015

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia + Peta Penyebarannya

View Article
Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia - Sejak awal masa Masehi, wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara. Hal ini alasannya ialah Indonesia merupakan rangkaian hubungan perdagangan dan pelayaran antara Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Seiring dengan makin berkembangnya hubungan perdagangan dan pelayaran, maka agama Islam yang lahir di jazirah Arab pada awal masa ke 7 Masehi segera menyebar melalui jalur perdagangan. Para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (India) yang sudah menganut agama Islam lebih dulu, selain berdagang, mereka juga aktif mengembangkan agama Islam kepada masyarakat di daerah yang mereka kunjungi dan memulai sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Pada masa ke 7 Masehi, agama Islam sudah masuk ke wilayah Indonesia. Daerah yang pertama kali mendapatkan dampak Islam ini ialah Samudra Pasai yang letaknya berada di pesisir Aceh Utara. Pengaruh Islam makin meluas di kalangan masyarakat terutama di daerah pesisir. Samudra Pasai berkembang sebagai sentra perdagangan dan kerajaan Islam pertama di Indonesia pada tahun 1285.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya
Daerah lain yang banyak dikunjungi oleh para pedagang muslim ialah Malaka. Malaka memiliki letak yang sangat strategis dalam hubungan perdagangan dan pelayaran Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Malaka menjelma sentra perdagangan terbesar di daerah Asia Tenggara. Akibatnya, agama Islam berkembang pesat di wilayah ini. Dari Malaka, sejarah perkembangan Islam di Indonesia pun dimulai. Islam tersebar luas ke aneka macam wilayah antara lain Pulau Jawa, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

Pada tahun 1511, Malaka jatuh ke tangan Portugis. Para pedagang muslim banyak yang mengalihkan rute perdagangan dan pelayaran. Mereka tidak lagi berdagang di  Bandar Malaka. Para pedagang muslim lebih menentukan Aceh sebagai tempat persinggahan perdagangannya. Dari Aceh mereka melaksanakan acara perdagangan di sepanjang Pantai Barat Sumatera melewati Selat Sunda dan jadinya hingga di Pantai Utara Pulau Jawa. Sampai masa ke 18, agama Islam sudah tersebar luas di aneka macam wilayah di Indonesia, namun belum semua wilayah itu mendapatkan dampak Islam.

1. Perkembangan Islam di Sumatera

Di wilayah Sumatera, Islam mulai masuk ketika zaman kekuasaan Sriwijaya pada masa ke 7 Masehi. Ketika Sriwijaya mengalami kemunduran pada masa ke 11, sejarah perkembangan Islam di Indonesia melaju dengan sangat pesat. Hingga pada masa ke 18, hampir semua wilayah di pantai Sumatera mendapatkan dampak Islam termasuk daerah pedalamannya ibarat Batak, Nias, Mentawai, dan sebagian daerah Bengkulu.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya

2. Perkembangan Islam di Pulau Jawa

Di wilayah Pulau Jawa, Islam sudah mulai masuk pada masa ke 7 Masehi. Sejarah perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa mengalami perkembangan pesat ketika Majapahit mulai mengalami kemunduran pada awal masa ke 15 Masehi. Seluruh wilayah di Pulau Jawa hingga masa ke 18 telah mendapatkan dampak Islam. Agama Islam pertama kali berkembang di daerah pesisir utara Jawa. Kota-kota pelabuhan di daerah pesisisr utara menjelma sentra pengembangan islam, antara lain Gresik, Surabaya, Tuban, Jepara, Demak, Cirebon, dan Banten. Dari pulau Jawa, terutama dari Gresik dan Demak, agama Islam menyebar ke aneka macam wilayah ibarat Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

3. Perkembangan Islam di Kalimantan

Di wilayah Kalimantan, Islam mulai masuk pertama kali di Kalimantan Barat (Sukadana) pada awal masa ke 16 yang dibawa oleh pedagang muslim dari wilayah Sumatera. Di Kalimantan Selatan, Islam mulai masuk pada tahun 1550 dari Demak, sedangkan di wilayah Kalimantan timur mendapatkan dampak Islam dari Makasar pada tahun 1575. Daerah sepanjang pantai Pulau Kalimantan hingga dengan masa ke 18 telah mendapatkan dampak Islam, sedangkan daerah pedalamannya belum termakan sama sekali.

4. Perkembangan Islam di Sulawesi

Di wilayah Sulawesi, dampak Islam mulai muncul pada masa ke 16. Wilayah pertama yang mendapatkan dampak Islam ialah Gowa. Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, penyebar agama Islam yang populer di daerah itu ialah Dato’ RI Bandan dan Dato’ Sulaiman. Dari wilayah Gowa, Islam menyebar ke wilayah Gorontalo. Wilayah Sulawesi Tenggara menerima pengaruh Islam dari Ternate. Wilayah di Sulawesi hingga masa ke 18 yang menerima dampak Islam makin meluas. Hanya wilayah Sulawesi Tengah (Toraja) dan Sulawesi paling utara-lah yang belum dipengaruhi oleh Islam.

5. Perkembangan Islam di Maluku dan Papua

Wilayah Maluku mendapatkan dampak Islam dari Pulau Jawa, terutama dari Gresik pada pertengahan masa ke 15 Masehi. Islam mulai berkembang di Ternate dan Tidore yang kemudian menyebar ke aneka macam wilayah di Maluku. Pengaruh Islam di Maluku hingga dengan masa ke 18 makin meluas ke aneka macam pulau. Namun, Pulau Seram bab timur dan pulau-pulau sebelah timurnya belum dipengaruhi Islam.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya
Selain dipengaruhi Islam, wilayah Maluku juga dipengaruhi oleh agama Kristen yang sangat kuat. Penyebaran Islam ke wilayah Papua sudah dimualai semenjak masa ke 17 namun mengalami kendala alasannya ialah kuatnya kepercayaan lama. Sampai dengan masa ke 18 wilayah Papua belum dipengaruhi Islam.

6. Perkembangan Islam di Nusa Tenggara

Agama Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara alasannya ialah dibawa oleh para pedagang Bugis dari Sulawesi Selatan dan pedagang dari Jawa semenjak masa ke 16. Adapun dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia di daerah sekitar Nusa Tenggara yang paling pesat terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Di Pulau Sumbawa telah bediri kerajaan Islam yang berpusat di Bima. Di Nusa Tenggara hingga masa ke 18 Islam masih belum banyak besar lengan berkuasa kecuali di kedua pulau itu. Wilayah Indonesia bab timur ibarat Bali, Sumbawa, dan Flores juga sama.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah perkembangan Islam di Indonesia beserta periodisasinya. Semoga sanggup menambah pengetahuan kita perihal khasanah penyebaran Islam di nusantara.