Jumat, 11 September 2015

Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia Dalam Beberapa Aspek Kehidupan

View Article
Masuknya agama Hindu dan Budha semenjak awal kala ke 2 Masehi sedikit banyak telah besar lengan berkuasa terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat Nusantara di masa silam. Pengaruh Hindu Budha di Indonesia tersebut bahkan sanggup kita lihat dan rasakan sampai dikala ini, baik itu efek yang mutlak berasal dari pemikiran dan kebudayaan Hindu-Budha, maupun efek yang berakultursi dengan kepercayaan dan kebudayaan lokal di masa silam. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai pengaruh Hindu Budha di Indonesia tersebut sebagai pembelajaran bagi kita semua.

Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia

Pengaruh Hindu Budha di Indonesia sanggup kita rasakan pada beberapa aspek dan bidang kehidupan ibarat pemikiran agama dan kepercayaan, sistem pemerintahan, ilmu arsitektur, bahasa, sastra, seni, dan keterampilan.

Masuknya agama Hindu dan Budha semenjak awal kala ke  Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia dalam Beberapa Aspek Kehidupan

1. Bidang Agama

Salah satu efek Hindu Budha di Indonesia yang paling kentara terdapat pada bidang agama dan kepercayaan. Sebelum pemikiran Hindu-Budha masuk, mula-mula masyarakat Indonesia sebelumnya sudah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, namun sebab masuknya pemikiran Hindu dan Budha yang dibawa oleh para pedagang dan pendeta, kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut oleh masyarat nusantara tempo dulu lalu melebur dan berakulturasi dengan pemikiran agama Hindu-Budha. Kepercayaan gres ini secara beriringan lalu membawa kebudayaan gres dalam hal beragama, contohnya dalam hal upacara pemujaan, tata krama, dan kawasan peribahadan.

2. Politik dan Pemerintahan

Sistem politik dan pemerintahan kerajaan juga muncul dari efek Hindu Budha di Indonesia. Sistem ini diperkenalkan oleh orang-orang India dan menciptakan masyarakat yang awalnya hidup dalam kelompok-kelompok kecil menjadi bersatu dan membentuk sebuah kekuasaan yang lebih besar dengan pemimpin tunggal yang terwujud sebagai seorang raja. Karena efek inilah di Indonesia terlahir beberapa kerajaan Hindu Budha ibarat kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Kerajaan Tarumanegara, Kutai, dan lain sebagainya.

3. Arsitektur

Tradisi megalitikum punden berudak-undak yang menjadi peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia di masa silam juga diyakini telah berakulturasi dengan ilmu arsitektur yang dibawa dari India bersamaan dengan penyebaran agama Hindu Budha di Nusantara. Punden berundak-undak berpadu dengan budaya India dan mengilhami gaya arsitektur pembuatan bangunan candi peninggalannya. Contoh konkret dari perpaduan ini sanggup kita lihat contohnya pada arsitektur candi Borobudur yang berbentuk limas dan berundak-undak.

Masuknya agama Hindu dan Budha semenjak awal kala ke  Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia dalam Beberapa Aspek Kehidupan

4. Bahasa dan Aksara

Huruf pallawa dan bahasa Sanskerta yang dipakai pada beberapa prasasti kerajaan-kerajaan Nusantara di masa silam membuktikan bahwa efek Hindu Budha di Indonesia juga bersinggungan dengan aspek bahasa dan aksara. Dalam perkembangannya, penggunaan abjad palawa mungkin sudah tidak terkenal lagi, namun penggunaan bahasa Sansekerta justru berlanjut dengan sangat pesat. Ini dibuktikan dengan adanya beberapa kata atau frase Bahasa Indonesia yang bahwasanya berasal dari bahasa sansekerta, contohnya Pancasila, Kartika Eka Paksi, Dasa Dharma, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan lain sebagainya.

Masuknya agama Hindu dan Budha semenjak awal kala ke  Pengaruh Hindu Budha Di Indonesia dalam Beberapa Aspek Kehidupan

5. Sastra

Berkembangnya efek Hindu Budha di Indonesia juga membawa kemajuan besar pada bidang sastra. Karya sastra yang mereka bawa, ialah kitab Ramayana dan Mahabarata telah memperkaya khasanah epos dalam pewayangan Indonesia. Adanya kedua kitab itu juga memacu beberapa pujangga nusantara untuk menghasilkan karyanya sendiri. Beberapa karya sastra yang muncul sesudah adanya efek Hindu Budha di Indonesia contohnya Kitab Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa, Kitab Sotasoma karya Mpu Tantular, dan Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca.

Nah, demikianlah beberapa pengaruh Hindu Budha di Indonesia yang sanggup pula dianggap sebagai peninggalan sejarah Hindu Budha di Indonesia. Semoga sanggup bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan kita perihal sejarah perkembangan bangsa.

Kamis, 10 September 2015

Persamaan Dan Perbedaan Agama Hindu Dan Budha [Lengkap]

View Article
Agama Hindu dan Budha ialah 2 agama besar yang muncul secara nyaris bersamaan di masa ke 6 SM di India. Ditinjau dari beberapa aspek, kedua agama ini mempunyai banyak persamaan dan perbedaan. Perbedaan keduanya contohnya terletak pada asal usul, legalisasi dan keyakinan terhadap dewa, eksklusivitas dalam sistem kasta, kepercayaan terhadap reinkarnasi, serta boleh tidaknya pelaksanaan kurban. Sedangkan, persamaan agama Hindu dan Budha terletak padi sejarah awal perkembangannya, ajarannya sebagai agama Ardhi, perkembangan dan persebarannya, serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam.

Perbedaan Agama Hindu dan Budha

Perbedaan agama Hindu dan Budha terletak sedikitnya pada 5 aspek. Aspek pertama yait dari asal usulnya. Asal undangan agama Hindu diyakini muncul dari perpaduan kebudayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida, sedangkan agama Budha muncul dari hasil pemikiran dan pencerahan yang didapatkan Sidharta Gautama dalam mencari jalan lain untuk menuju kesempurnaan (nirwana).


Selain ditinjau dari asal usulnya, perbedaan agama Hindu dan Budha juga terletak pada legalisasi ajarannya terhadap eksistensi Dewa. Dalam agama Hindu dikenal istilah Trimurti yang berarti 3 tuhan tertinggi agama Hindu yang memegang kendali terhadap kehidupan semesta, sedangkan dalam agama Budha, konsep ke-dewa-an lebih dipinggirkan. Seorang yang menganut agama Budha mengakui Sidharta sebagai guru besar Budha yang sanggup membimbing mereka pada kesempurnaan.

Dalam agama Hindu, dikenal pula Sistem Kasta bagi para pemeluknya. Kehidupan masyarakat Hindu dikelompokkan ke dalam 4 golongan yang didasarkan pada keturunan. Sedangkan dalam agama Budha, sistem ekskulivitas masyarakat pemeluknya tidak berlaku. Ajaran agama Budha menganggap kalau semua insan berkedudukan dan mempunyai hak kewajiban yang sama.

Reinkarnasi juga menjadi aspek penting yang membedakan aliran agama Hindu dan Budha. Dalam aliran Hindu, kelahiran kembali sehabis kematian  atau reinkarnasi tidak berlaku. Hukuman bagi seorang yang jahat akan didapatkan melalui karma, sedangkan dalam agama Budha, reinkarnasi akan terus berlaku bagi orang yang belum mendapat pencerahan sampai kesudahannya ia sanggup mencapai nirwana.

Dalam agama Budha, penyembelihan binatang melalui Upacara Korban tidak diperkenankan alasannya ini bertentangan dengan aliran mereka yang menyatakan bahwa membunuh binatang termasuk perbuatan keji. Ini berbeda dengan konsep aliran Hindu yang justru menganjurkan untuk melaksanakan upacara kurban di setiap hari-hari besar.

Persamaan Agama Hindu dan Budha

Terlepas dari beberapa perbedaan di atas, agama Hindu dan Budha nyatanya juga mempunyai beberapa kesamaan. Persamaan agama Hindu dan Budha contohnya terletak dari daerah awal kemunculannya. Agama Hindu dan Budha sama-sama berasal dari India dan muncul di masa yang nyaris bersamaan. Keduanya juga merupakan agama Ardhi yang berarti muncul dari kebiasaan masyarakat di bumi tanpa adanya campur tangan dari langit menyerupai halnya agama samawi.

Persamaan agama Hindu dan Budha juga terletak pada kebenaran ajarannya. Masing-masing mengajarkan kebenaran dan mengusahakan pembimbingan pada kehidupan insan untuk berjalan di atas panduan hidup yang baik. Meskipun berasal dari India, namun kedua agama ini justru cenderung lebih menyebar ke regional di Asia Timur dan Asia Tenggara. Keduanya juga menghipnotis aspek kehidupan masyarakat Indonesia di masa silam yang kenyataannya dibuktikan oleh beberapa peninggalan sejarah yang sanggup kita temukan sampai ketika ini.

Nah, demikianlah beberapa persamaan dan perbedaan agama Hindu dan Budha. Mohon maaf kalau terdapat kesalahan dan hal yang menyinggung sara. Jika ada masukan atau kritik, silakan gunakan kolom komentar untuk berkomunikasi. Terimakasih.

Rabu, 09 September 2015

3 Ilahi Tertinggi Agama Hindu, Trimurti, Dan Urutannya

View Article
Dewa Tertinggi Agama Hindu - Konsep ketuhanan dalam agama Hindu mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan konsep ketuhanan agama-agama lain. Dalam agama hindu, Yang Mahakuasa atau sering disebut pula dengan nama Narayana, Iswara, dan Shang Hyang Widhi (Indonesia), dianggap sebagai satu dzat yang berkuasa mutlak, tak berwujud, dan kekal. Yang Mahakuasa yang Tunggal dalam Hindu mempunyai manifestasi terhadap eksistensi para yang kuasa di kahyangan (suargaloka). Dewa dianggap sebagai mahluk suci yang supernatural memegang kendali dan mempunyai tugas-tugas tertentu. Dalam anutan agama Islam dan Nasrani, Dewa sanggup dianalogikan sebagai malaikat-malaikat yang mempunyai tugasnya masing-masing.

Dewa Tertinggi Agama Hindu

Ada banyak yang kuasa dalam anutan Hindu. Masing-masing yang kuasa mempunyai tugasnya sendiri. Di antara sekian banyak yang kuasa tersebut, ada istilah trimurti. Trimurti merupakan istilah untuk menyebutkan 3 dewa tertinggi agama Hindu yang memegang kuasa penuh terhadap tugas-tugas berat. Ketiga yang kuasa tertinggi agama Hindu tersebut yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa.

 Konsep ketuhanan dalam agama Hindu mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan konse 3 Dewa Tertinggi Agama Hindu, Trimurti, dan Urutannya

1. Dewa Brahma

Dalam agama Hindu, Dewa Brahma dianggap sebagai manifestasi tuhan dalam hal penciptaan semesta. Dewa Brahma digambarkan mempunyai empat wajah (catur mukha), mempunyai wahana berupa angsa, bersenjatakan gada, dan mempunyai sakti Dewi Saraswati. Keempat wajah Brahma menghadap 4 penjuru mata angin. Dewa ini dilukiskan sebagai sesosok laki-laki renta berjanggut putih yang mempunyai empat buah tangan. Masing-masing tangan salah satu dewa tertinggi agama Hindu ini memegang alat-alat antara lain:
  1. Aksamala atau tasbih yang menyimbol kekekalan yang tiada awal dan tiada akhir.
  2. Sruk dan Surva (sendok besar dan sendok biasa) yang menyimbolkan upacara yadnya.
  3. Kamandalu atau kendi sebagai simbol keabadian.
  4. Pustaka atau buku yang menyimbolkan ilmu pengetahuan.

2. Dewa Wisnu

Dewa tertinggi dalam agama Hindu selanjutnya yakni Dewa Wisnu. Dewa Wisnu dianggap sebagai yang kuasa pemelihara semesta dan segala ciptaan Dewa Brahma. Dewa Wisnu akan turun ke dunia bila kejahatan merajarela. Dewa Wisnu yakni yang kuasa berkulit hitam-kebiruan, mempunyai sakti Dewi Sri, beraksara Ung, bersenjatakan Cakra dan berwahanakan Burung Garuda.

3. Dewa Siwa

Dewa tertinggi agama Hindu yang terakhir yakni Dewa Siwa. Dewa siwa dianggap sebagai yang kuasa pelebur yang akan menghancurkan semua ciptaan brahma yang sudah lama kalau waktunya sudah tiba. Dewa Siwa diwujudkan sebagai seorang yang kuasa bermata tiga (trinetra), memakai ikat pinggang kulit haimau, hiasan leher berupa ular kobra, dan berwahanakan lembu Nandini. Dewa Siwa mempunyai sakti Dewi Durga, bersenjatakan trisula, dan mempunyai 4 oleh-oleh yang masing-masing memegang tri wahyudi, kendi, cemara, dan tasbih.

Dewa-dewa Hindu Lainnya

Selain ketiga yang kuasa tertinggi yang termasuk dalam trimurti, agama Hindu juga meyakini eksistensi beberapa yang kuasa lainnya. Dewa-dewa dalam keyakinan agama Hindu tersebut antara lain Dewa Chandra (Dewa bulan), Ganesha (Dewa pengetahuan dan kebijaksanaan), Indra (Dewa hujan, Dewa perang), Kuwera (Dewa kekayaan), Laksmi (Dewi kemakmuran, Dewi kesuburan), Maruta (Dewa petir), Saraswati (Dewi pengetahuan), Sri (Dewi pangan), Surya (Dewa matahari), Waruna (Dewa air, laut, dan samudra), Bayu (Dewa angin), Yama (Dewa maut, Dewa akhirat, hakim yang mengadili roh orang mati), dan Kartikeya (Dewa Pembunuh Iblis).

Nah, demikianlah pembahasan mengenai 3 yang kuasa tertinggi agama Hindu beserta penjelasannya. Semoga sanggup menambah wawasan pengetahuan kita dan sanggup menjadi pembanding untuk membuat kerukunan antar umat beragama.

Senin, 07 September 2015

7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, Dan Gambarnya

View Article
Agama Budha yang masuk ke Indonesia semenjak periode ke 2 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam. Selain mengubah kepercayaan penduduk Indonesia yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya pada pemikiran Sidharta Gautama, agama Budha juga telah berhasil merubah aspek-aspek kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia. Terkait dengan kehidupan berbudaya, agama Budha telah meninggalkan beberapa bangunan bernilai historis tinggi berupa candi-candi yang sekarang tersebar di pelosok Jawa dan Sumatera. Berikut ini kami akan membahas beberapa candi peninggalan agama Budha tersebut disertai gambar-gambarnya sebagai materi pembelajaran untuk Anda.

Candi Peninggalan Agama Budha

Candi peninggalan agama Budha sanggup diidentifikasi dari beberapa ciri yang membedakannya dengan candi Hindu. Ciri-ciri tersebut sanggup kita lihat mulai dari adanya stupa pada puncak candi, terdapatnya arca Budha, adanya relief yang mengkisahkan pemikiran Budha, dan bentuk bangunannya yang bertingkat.

 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam 7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, dan Gambarnya

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur yaitu candi peningalan agama Budha yang sudah tersohor sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah tepatnya berada 100 km arah Barat Daya kota Semarang atau 40 km arah Barat Laut kota Yogyakarta. Candi yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 800-an Masehi pada masa wangsa Sailendra dari kerajaan Mataram ini berbentuk punden berundak dengan 9 tingkatan, dimana 6 tingkat bab bawah berbentuk bujur sangkar, sedang 3 tingkat di atasnya berbentuk bundar.


2. Candi Mendut

Candi peninggalan agama Budha selanjutnya yaitu Candi Mendut. Candi ini terletak di Kecamatan Mungkid, Magelang-Jawa Tengah. Candi Mendut diperkirakan dibentuk pada 824 Masehi, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Indra di dinasti Syailendra. Arkeolog Belanda, J.G. de Carparislah yang menemukan jejak keberadaan candi ini pertama kali pada tahun 1908.

 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam 7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, dan Gambarnya

3. Candi Ngawen

Candi Ngawen merupakan sebuah candi Budha yang terletak di desa Ngawen, Muntilan, Magelang. Berdasarkan perkiraan, candi Ngawen dibangun pada masa kekuasaan wangsa Syailendra atas Kerajaan Mataram Kuno. J.G. de Carparislah, seorang arkeolog Belanda meyakini kalau candi Ngawen ini yaitu candi yang disebutkan dalam prasasti Karang Tengah sebagai candi suci berjulukan veluvana.

 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam 7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, dan Gambarnya

4. Candi Lumbung

Candi Lumbung terletak di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, tepatnya berada di sebelah candi Bubrah. Berdasarkan perkiraan, candi ini dibentuk pada periode ke-9 Masehi di masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi Lumbung yaitu kumpulan dari suatu kompleks candi utama bertema candi Buddha yang cukup banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara.

 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam 7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, dan Gambarnya

5. Candi Banyunibo

Candi Banyunibo yaitu candi peninggalan agama Budha yang berdiri kokoh tidak jauh dari kompleks Candi Ratu Boko. Candi yang diperkirakan dibangun pada periode ke 9 Masehi ini mempunyai sebuah stupa di bab atasnya yang merupakan ciri khas dari candi bercorak Budha.

 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam 7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, dan Gambarnya

6. Candi Muara Takus

Candi Muara Takus merupakan satu-satunya candi peninggalan agama Budha yang berada di luar Jawa. Candi ini terletak di desa Muara Takus, Riau-Indonesia, tepatnya berada 134 km arah Barat kota Pekanbaru. Di dalam kompleks candi ini, terdapat pula bangunan Candi Bungsu, Candi Tua, dan Mahligai Stupa. Bahan utama pembuatan bangunan candi ini ternyata berbeda dengan candi-candi yang ada di Pulau Jawa. Ia terbuat dari materi kerikil sungai, kerikil pasir, dan kerikil bata.

 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam 7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, dan Gambarnya

7. Candi Brahu

Candi Brahu yaitu candi peninggalan agama Budha yang pada masa lampau dipakai sebagai kawasan pembakaran (krematorium) mayit raja-raja Kerajaan Brawijaya. Dalam prasasti Alasantan, candi yang didirikan pada periode 10 Masehi ini disebut sebagai bangunan suci umat Budha. Kendati demikian tak menyerupai candi-candi peninggalan agama Budha lainnya, candi ini tidak dilengkapi satu stupa-pun dalam bangunannya.

 Masehi telah banyak mensugesti aspek kehidupan masyarakat Nusantara pada masa silam 7 Candi Peninggalan Agama Budha, Keterangan, dan Gambarnya
Nah, itulah beberapa rujukan candi peninggalan agama Budha yang terdapat di Jawa dan Sumatera. Sebetulnya masih banyak candi Budha lainnya yang belum dibahas dalam posting ini. Candi-candi tersebut contohnya Candi Bahal (Tapanuli Selatan-Sumut), Candi Pawon (Magelang-Jateng), Kompleks Candi Muaro Jambi (Muaro Jambi-Jambi), Percandian Batujaya (Karawang-Jabar), Candi Plaosan (Prambanan-Yogyakarta), Candi Sari (Yogyakarta), Candi Sojiwan (Klaten-Jateng), Candi Sumberawan (Malang-Jatim), dan Candi Sewu (Prambanan-Yogyakarta). Untuk menemukan klarifikasi lanjut mengenai candi-candi tersebut Anda sanggup mengunjungi link ini.

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia + Peta Penyebarannya

View Article
Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia - Sejak awal masa Masehi, wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara. Hal ini alasannya ialah Indonesia merupakan rangkaian hubungan perdagangan dan pelayaran antara Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Seiring dengan makin berkembangnya hubungan perdagangan dan pelayaran, maka agama Islam yang lahir di jazirah Arab pada awal masa ke 7 Masehi segera menyebar melalui jalur perdagangan. Para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (India) yang sudah menganut agama Islam lebih dulu, selain berdagang, mereka juga aktif mengembangkan agama Islam kepada masyarakat di daerah yang mereka kunjungi dan memulai sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Pada masa ke 7 Masehi, agama Islam sudah masuk ke wilayah Indonesia. Daerah yang pertama kali mendapatkan dampak Islam ini ialah Samudra Pasai yang letaknya berada di pesisir Aceh Utara. Pengaruh Islam makin meluas di kalangan masyarakat terutama di daerah pesisir. Samudra Pasai berkembang sebagai sentra perdagangan dan kerajaan Islam pertama di Indonesia pada tahun 1285.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya
Daerah lain yang banyak dikunjungi oleh para pedagang muslim ialah Malaka. Malaka memiliki letak yang sangat strategis dalam hubungan perdagangan dan pelayaran Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Malaka menjelma sentra perdagangan terbesar di daerah Asia Tenggara. Akibatnya, agama Islam berkembang pesat di wilayah ini. Dari Malaka, sejarah perkembangan Islam di Indonesia pun dimulai. Islam tersebar luas ke aneka macam wilayah antara lain Pulau Jawa, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

Pada tahun 1511, Malaka jatuh ke tangan Portugis. Para pedagang muslim banyak yang mengalihkan rute perdagangan dan pelayaran. Mereka tidak lagi berdagang di  Bandar Malaka. Para pedagang muslim lebih menentukan Aceh sebagai tempat persinggahan perdagangannya. Dari Aceh mereka melaksanakan acara perdagangan di sepanjang Pantai Barat Sumatera melewati Selat Sunda dan jadinya hingga di Pantai Utara Pulau Jawa. Sampai masa ke 18, agama Islam sudah tersebar luas di aneka macam wilayah di Indonesia, namun belum semua wilayah itu mendapatkan dampak Islam.

1. Perkembangan Islam di Sumatera

Di wilayah Sumatera, Islam mulai masuk ketika zaman kekuasaan Sriwijaya pada masa ke 7 Masehi. Ketika Sriwijaya mengalami kemunduran pada masa ke 11, sejarah perkembangan Islam di Indonesia melaju dengan sangat pesat. Hingga pada masa ke 18, hampir semua wilayah di pantai Sumatera mendapatkan dampak Islam termasuk daerah pedalamannya ibarat Batak, Nias, Mentawai, dan sebagian daerah Bengkulu.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya

2. Perkembangan Islam di Pulau Jawa

Di wilayah Pulau Jawa, Islam sudah mulai masuk pada masa ke 7 Masehi. Sejarah perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa mengalami perkembangan pesat ketika Majapahit mulai mengalami kemunduran pada awal masa ke 15 Masehi. Seluruh wilayah di Pulau Jawa hingga masa ke 18 telah mendapatkan dampak Islam. Agama Islam pertama kali berkembang di daerah pesisir utara Jawa. Kota-kota pelabuhan di daerah pesisisr utara menjelma sentra pengembangan islam, antara lain Gresik, Surabaya, Tuban, Jepara, Demak, Cirebon, dan Banten. Dari pulau Jawa, terutama dari Gresik dan Demak, agama Islam menyebar ke aneka macam wilayah ibarat Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

3. Perkembangan Islam di Kalimantan

Di wilayah Kalimantan, Islam mulai masuk pertama kali di Kalimantan Barat (Sukadana) pada awal masa ke 16 yang dibawa oleh pedagang muslim dari wilayah Sumatera. Di Kalimantan Selatan, Islam mulai masuk pada tahun 1550 dari Demak, sedangkan di wilayah Kalimantan timur mendapatkan dampak Islam dari Makasar pada tahun 1575. Daerah sepanjang pantai Pulau Kalimantan hingga dengan masa ke 18 telah mendapatkan dampak Islam, sedangkan daerah pedalamannya belum termakan sama sekali.

4. Perkembangan Islam di Sulawesi

Di wilayah Sulawesi, dampak Islam mulai muncul pada masa ke 16. Wilayah pertama yang mendapatkan dampak Islam ialah Gowa. Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, penyebar agama Islam yang populer di daerah itu ialah Dato’ RI Bandan dan Dato’ Sulaiman. Dari wilayah Gowa, Islam menyebar ke wilayah Gorontalo. Wilayah Sulawesi Tenggara menerima pengaruh Islam dari Ternate. Wilayah di Sulawesi hingga masa ke 18 yang menerima dampak Islam makin meluas. Hanya wilayah Sulawesi Tengah (Toraja) dan Sulawesi paling utara-lah yang belum dipengaruhi oleh Islam.

5. Perkembangan Islam di Maluku dan Papua

Wilayah Maluku mendapatkan dampak Islam dari Pulau Jawa, terutama dari Gresik pada pertengahan masa ke 15 Masehi. Islam mulai berkembang di Ternate dan Tidore yang kemudian menyebar ke aneka macam wilayah di Maluku. Pengaruh Islam di Maluku hingga dengan masa ke 18 makin meluas ke aneka macam pulau. Namun, Pulau Seram bab timur dan pulau-pulau sebelah timurnya belum dipengaruhi Islam.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya
Selain dipengaruhi Islam, wilayah Maluku juga dipengaruhi oleh agama Kristen yang sangat kuat. Penyebaran Islam ke wilayah Papua sudah dimualai semenjak masa ke 17 namun mengalami kendala alasannya ialah kuatnya kepercayaan lama. Sampai dengan masa ke 18 wilayah Papua belum dipengaruhi Islam.

6. Perkembangan Islam di Nusa Tenggara

Agama Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara alasannya ialah dibawa oleh para pedagang Bugis dari Sulawesi Selatan dan pedagang dari Jawa semenjak masa ke 16. Adapun dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia di daerah sekitar Nusa Tenggara yang paling pesat terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Di Pulau Sumbawa telah bediri kerajaan Islam yang berpusat di Bima. Di Nusa Tenggara hingga masa ke 18 Islam masih belum banyak besar lengan berkuasa kecuali di kedua pulau itu. Wilayah Indonesia bab timur ibarat Bali, Sumbawa, dan Flores juga sama.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah perkembangan Islam di Indonesia beserta periodisasinya. Semoga sanggup menambah pengetahuan kita perihal khasanah penyebaran Islam di nusantara.

Minggu, 06 September 2015

Asal Seruan Taj Mahal Dan Dongeng Misterinya Yang Romantis

View Article
Taj Mahal ialah sebuah bangunan moseleum di Agra, India yang sudah dikenal dan diakui sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia. Bangunan yang berwujud ibarat masjid ini dianggap bangunan terindah yang pernah dibentuk pada masa kekaisaran India. Selain itu, sejarah dibalik pembuatan bangunan ini ternyata juga sangat menarik untuk diketahui. Ingin tahu mirip apa cerita asal usul Taj Mahal tersebut?

Asal Usul Taj Mahal

Berdasarkan sejarah dan asal usulnya, Taj Mahal diketahui mulai dibentuk pada masa kepemimpinan Kaisar Shah Jahan dari Kerajaan Mughal. Bangunan yang dibangun dengan memakan waktu 22 tahun, -yaitu semenjak tahun 1631 hingga tahun 1653- ini merupakan bangunan yang dipersembahkan Kaisar Shah Jahan kepada istri ketiganya -Mumtaz Mahal- yang meninggal dunia ketika melahirkan anak ke-14 mereka.

Taj Mahal ialah sebuah bangunan moseleum di Agra Asal Usul Taj Mahal dan Kisah Misterinya yang Romantis

Seperti diketahui bahwa kaisar Shah Jahan ialah kaisar kerajaan Mughal yang punya kekayaan berlimpah. Kecintaannya pada sang istri menciptakan ia sengaja menggelontorkan dana besar untuk membangun bangunan bersejarah yang mempunyai banyak keunikan ini dan memulai sejarah asal usul Taj Mahal di masa depan.

Kaisar Mughal Shah Jahan sendiri merupakan keturunan generari ke 4 Kekaisaran Mughal. Ia ialah putra dari Jahangir dan cucu dari Raja Akbar yang agung. Shah Jahan dilahirkan pada tahun 1592 dengan nama Yudis Al Yusuf, sehabis besar ia kemudian diangkat menjadi pangeran dengan gelar Pangeran Khurram.

Shah Jahan ialah seorang pemimpin besar yang sangat sukses dalam membangun kekaisarannya. Awal pertemuannya dengan Mumtaz Mahal bahkan dimulai ketika dia tengah menginspeksi wilayah kekuasaannya. Tepatnya ketika menyusuri Meena Bazaar, dia bertemu dengan sosok gadis manis yang tengah menjajakan manik-manik beling dan kain sutra. Gadis yang berjulukan Mumtaz ul Zamani ini menciptakan Shah Jahan jatuh cinta pada pandangan yang pertama. [Baca : 5 Pusaka Sunan Kalijaga]

Pada ketika itu, Raja Shah Jahan bekerjsama telah mempunyai 2 orang istri. Namun, alasannya paras Mumtaz yang begitu mempesona, ditambah dengan tutur kata dan tingkah lakunya yang indah, menciptakan sang raja tak pernah berpikir 2 kali untuk mempersunting gadis yang bekerjsama cucu dari darah biru Persia berjulukan Arjumand Banu Begum ini. Mereka menikah di tahun 1612.

Taj Mahal ialah sebuah bangunan moseleum di Agra Asal Usul Taj Mahal dan Kisah Misterinya yang Romantis
Di tahun 1628, Pangeran Shah Jahan kemudian naik menggantikan ayahnya. Istrinya, Mumtaz ul Zamani pun dianugerahi julukan “Mumtaz Mahal” yang berarti "Jewel of the Palace” atau “Permata di Istana”. Julukan ini diberikan Raja Mumtaz sebagai wujud kecintaannya pada sang permaisuri. Permaisuri Mumtaz Mahal memang ialah perempuan yang sangat dicintai Raja Shah Jahan. Kemanapun Sang Raja pergi, Mumtaz akan selalu diminta untuk menemaninya.

Kecintaan Raja Shah Jahan yang begitu besar pada istri ketiganya itu kemudian harus menemui angin ribut pelik. Saat melahirkan anak ke 14 mereka, tepatnya pada tahun 1631 Mumtaz Mahal meninggal dunia. Di sinilah sempurna sejarah asal usul Taj Mahal dimulai. Kepergian Mumtaz menjadi pukulan berat bagi Raja Shah Jahan. Dalam kepiluannya itu, Shah Jahan pun berjanji untu tidak akan menikah lagi. Ia pun bersumpah akan membangun sebuah makam yang sangat megah untuk istri kesayangannya itu. [Baca : Asal Usul Batik Indonesia]

Untuk mewujudkan sumpahnya yang kedua, Shah Jahan meminta Ustadz Ahmad selaku Menteri di Kekaisaran Mughal untuk merancang Taj Mahal. Sang Ustadz yang mendapatkan titah, pribadi bergerak cepat. Ia mengumpulkan 20.000 pekerja yang terdiri dari pengukir, tukang bangunan, tukang batu, dan tukang emas. Untuk arsiteknya sendiri Ustadz ahmad meminta Isa Muhammed untuk merancang bangunan ini dan mengambil bab penting dalam sejarah asal usul Taj Mahal.

Awalnya Raja Janan menginginkan Taj Mahal dibentuk dengan warna hitam. Warna hitam dipilih untuk mengenang kepedihan dan kesedihan yang dialami oleh Raja Janan sehabis ditinggalkan istrinya. Namun impian raja Janan ini berhasil dicegah oleh putranya alasannya bila Taj Mahal dibentuk dengan warna hitam, waktu yang diharapkan untuk mendapatkan materi pembuatannya akan semakin lama.

Taj Mahal ialah sebuah bangunan moseleum di Agra Asal Usul Taj Mahal dan Kisah Misterinya yang Romantis
Mulai dari tahun 1630 hingga tahun 1653, pembangunan taj Mahal terus dikebut. Sebanyak 44 jenis watu permata, mirip jed, kristal, berlian, topaz, dan nilam dipakai sebagai interior untuk memperindah Taj Mahal. Bangunan ini dibentuk dengan contoh simetris, di mana makam Ratu Mumtaz Mahal sempurna berada di tengahnya.

Tahun 1653, masjid Taj Mahal selesai dibuat. Masjid ini berdiri megah dan kekuatannya begitu dahsyat. Sudah beberapa generasi terlewati, waktu yang tiba silih berganti, terbukti tak besar lengan berkuasa pada kekokohan bangunan ini. Hingga kesannya pada tahun 1983, Taj Mahal kemudian diresmikan menjadi salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO dan dimasukan ke dalam salah satu dari 7 keajaiban dunia hingga ketika ini.

Nah, itulah asal usul Taj Mahal mulai dari sejarah awal pembangunannya dan perkembangannya hingga ketika ini. Taj Mahal ialah bukti cinta yang tak lekang oleh jaman. Bangunan ini menjadi perlambang keromantisan dalam biduk asmara sepasang kekasih. Untuk sanggup mengetahui bagaimana bekerjsama sejarah asal usul Taj Mahal ini secara lebih lengkap, Anda sanggup menonton serial Jodha Akbar yang disiarkan di ANTV. Serial itu diambil dari cerita kasatmata kekaisaran Mughal India pada masa lampau. Semoga bermanfaat.

Jumat, 04 September 2015

Asal Undangan Suku Batak Karo Mandailing Secara Mistis

View Article
Asal permintaan suku Batak yang sekarang hidup di Sumatera Utara dan sekitarnya sudah mulai terkuak. Sejumlah fakta dan penelitian yang dilakukan lintas regional, mulai dari dataran pengungan di Tibet Utara, Kamboja, Thailand, Sulawesi hingga kawasan Gayo di Aceh pertanda bila nenek moyang orang Batak tolong-menolong berasal dari suku Mansyuria, Ras Mongolia. Fakta ini diungkap Prof. DR. Bungaran Antonius Simanjuntak, seorang Guru Besar Sosiologi dan Antropologi dari Universitas Negeri Medan. Dalam makalahnya yang berjudul “Asal Usul Orang Batak dalam Sejarah Kuno dan Modern” ia menjelaskan secara rinci wacana hasil penelitiannya itu.

Asal Usul Suku Batak

Dalam makalahnya, Prof. Bungaran menjelaskan bila asal permintaan orang Batak bermula ketika nenek moyangnya diusir dari tanah leluhurnya oleh orang-orang suku Barbar. Pengusiran itu dilakukan suku Barbar alasannya ialah ingin memperluas kawasan kekuasaannya di Utara Tibet.

 yang sekarang hidup di Sumatera Utara dan sekitarnya sudah mulai terkuak Asal Usul Suku Batak Karo Mandailing secara Mistis
Dengan terpaksa, suku Mansyuria pun bermigrasi. Mereka pindah ke selatan Tibet melalui China. Untuk mengenang insiden pengusiran itu, mereka kemudian menamai sebuah danau dengan nama Toba Tartar, nama danau yang masih tetap lestari dan sanggup kita temui hingga dikala ini.

Tidak cukup dengan menguasai tanah nenek moyang suku Mansyuria, orang-orang suku Barbar juga terus mengusik keberadaan orang-orang Mansyuria. Mereka terus-terusan mengejar suku Mansyuria hingga tempat jauh di selatan Tibet, tepatmya di kawasan Kamboja dan Indocina.

Semenjak dikala itu, suku mansyuria menjadi insan kapal. Mereka menaiki perahu untuk menuju Philiphina dan sebagian lagi ke Sulawesi Utara. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesamaan antara kebudayaan suku Toraja di Sulawesi denga suku Dongson di Philiphina. Dari kedua tempat itu, mereka terus beranak pinak dan menyebar ke beberapa wilayah di Nusantara.[Baca: Asal Usul Nenek Moyang Indonesia]

Sebagian kelompok dari Suku Mansyuria itu kemudian berlayar semakin ke selatan, hingga mencapai dan berlabuh di tanah Sulawesi Selatan (dibuktikan dengan kesamaan logat bahasa Saat ini). Sebagian dari kelompok itu menetap di sana, dan sebagian lagi meneruskan perjalanan untuk menemukan kawasan gres yang semakin jauh dengan kebiadaban suku Barbar.

 yang sekarang hidup di Sumatera Utara dan sekitarnya sudah mulai terkuak Asal Usul Suku Batak Karo Mandailing secara Mistis
Mereka berlayar mengikuti arah angin. Melewati maritim Jawa dan pantai timur Sumatera mereka kemudian datang di teluk Aru, Aceh. Dari sini, mereka terus bermigrasi naik ke dataran yang lebih tinggi hingga sampailah mereka di Tanah Karo dan Pusuk Buhit. Keturunan suku Mansyuria yang menjadi asal permintaan orang Batak ini terus hidup berpindah-pindah, menyebar di sekitaran Sumatera Utara, beranak pinak, dan membentuk kebudayaannya sendiri yang kemudian menjelma kebudayaan Batak. [Baca : Rumah Adat Batak Sumatera Utara]

 yang sekarang hidup di Sumatera Utara dan sekitarnya sudah mulai terkuak Asal Usul Suku Batak Karo Mandailing secara Mistis
Lama perjalanan migrasi yang dilakukan suku Mansyuria dari tanah leluhurnya di Utara Tibet hingga keturunannya hingga dan menetap di Tanah Karo dan Pusuk Buhit diperkirakan memakan waktu 2.000 tahun. Oleh alasannya ialah itu banyak kebudayaan suku Mansyuria ini yang hilang dimakan waktu, meskipun ada beberapa yang masih lestari.

Nah, demikianlah sejarah asal permintaan orang Batak dan perjalanannya menyusuri lintas benua dan lintas waktu. Meskipun ada beberapa pendapat yang menyatakan bila orang Batak merupakan salah satu suku Yahudi yang hilang, namun teori asal permintaan orang batak yang dikemukakan oleh Prof. Bungaran ini ialah teori terkuat alasannya ialah mempunyai berbagai bukti pendukung. Semoga bermanfaat.

Kamis, 03 September 2015

Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia, Perkembangan, Dan Penyebarannya

View Article
Indonesia yaitu negara yang lebih banyak didominasi penduduknya menganut agama Islam. Islam di Indonesia diyakini oleh sekitar 199.959.285 jiwa atau 85,2% dari total jumlah penduduknya.
Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia hingga sanggup mencapai jumlah penganut yang begitu besar itu ternyata telah melalui sejarah yang sangat panjang. Sejarah masuknya Islam ke Indonesia tersebut melalui periodisasi atau pembabakan-pembabakan yang cukup menarik untuk kita ketahui. Seperti apa periodisasi sejarah Islam di Indonesia tersebut, silakan simak pembahasan kami berikut.

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Terkait dengan sejarah masuknya Islam ke Indonesia, ada beberapa teori dan pendapat yang menyatakan kapan bahwasanya efek kebudayaan dan agama Islam mulai masuk ke nusantara. Pendapat-pendapat tersebut bukan hanya didasarkan pada bukti-bukti yang telah ditemukan, melainkan juga dikuatkan oleh adanya catatan-catatan sejarah yang dibentuk oleh bangsa lain di masa lampau.

Indonesia yaitu negara yang lebih banyak didominasi penduduknya menganut agama Islam Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Perkembangan, dan Penyebarannya

1. Masuknya Islam semenjak Abad ke-7 Masehi

Sebagian hebat sejarah menyebut bila sejarah masuknya Islam ke Indonesia sudah dimulai semenjak era ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada gosip yang diperoleh dari para pedagang Arab. Dari gosip tersebut, diketahui bahwa para pedagang Arab ternyata telah menjalin hubungan dagang dengan Indonesia pada masa perkembangan Kerajaan Sriwijaya pada era ke 7.

Dalam pendapat itu disebutkan bahwa wilayah Indonesia yang pertama kali mendapatkan efek Islam yaitu kawasan pantai Sumatera Utara atau wilayah Samudra Pasai. Wilayah Samudra Pasai merupakan pintu gerbang menuju wilayah Indonesia lainnya. Dari Samudra Pasai, melalu jalur perdagangan agama Islam menyebar ke Malaka dan selanjutnya ke Pulau Jawa.

Pada era ke 7 Masehi itu pula agama Islam diyakini sudah masuk ke wilayah Pantai Utara Pulau Jawa. Masuknya agama Islam ke Pulau Jawa pada era ke 7 Masehi didasarkan pada gosip dari China masa pemerintahan Dinasti Tang. Berita itu menyatakan perihal adanya orang-orang Ta’shih (Arab dan Persia) yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Kaling di bawah pemerintahan Ratu Sima pada tahun 674 Masehi.

Indonesia yaitu negara yang lebih banyak didominasi penduduknya menganut agama Islam Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Perkembangan, dan Penyebarannya

2. Masuknya Islam semenjak Abad ke-11 Masehi

Sebagian hebat sejarah lainnya beropini bahwa sejarah masuknya Islam ke Indonesia dimulai semenjak era ke 11 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada bukti adanya sebuah watu nisan Fatimah binti Maimun yang berada di erat Gresik Jawa Timur. Batu nisan ini berangka tahun 1082 Masehi.

3. Masuknya Islam semenjak Abad ke-13 Masehi

Di samping kedua pendapat di atas, beberapa hebat lain justru meyakini bila sejarah masuknya Islam ke Indonesia gres dimulai pada era ke 13 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada beberapa bukti yang lebih kuat, di antaranya dikaitkan dengan masa runtuhnya Dinasti Abassiah di Baghdad (1258), gosip dari Marocopolo (1292), watu nisan kubur Sultan Malik as Saleh di Samudra Pasai (1297), dan gosip dari Ibnu Battuta (1345). Pendapat tersebut juga diperkuat dengan masa penyebaran fatwa tasawuf di Indonesia.

Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia

Pada masa kedatangan agama Islam, penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang Arab dibantu oleh para pedagang Persia dan India. Abad ke 7 Masehi merupakan awal kedatangan agama Islam. Pada masa ini, gres sebagian kecil penduduk yang bersedia menganutnya sebab masih berada dalam kekuasaan raja-raja Hindu-Budha.

Sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan proses penyebarannya berlangsung dalam waktu yang usang yaitu dari era ke 7 hingga era ke 13 Masehi. Selama masa itu, para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia makin intensif membuatkan Islam di kawasan yang mereka kunjung terutama di kawasan sentra perdagangan. Di samping itu, para pedagang Indonesia yang sudah masuk Islam dan para Mubaligh Indonesia juga ikut berperan dalam penyebaran Islam di banyak sekali wilayah Indonesia. Akibatnya, efek Islam di Indonesia makin bertambah luas di kalangan masyarakat terutama di kawasan pantai.

Pada tamat era ke 12 Masehi, kekuasaan politik dan ekonomi Kerajaan Sriwijaya mulai merosot. Seiring dengan kemunduran efek Sriwijaya, para pedagang Islam beserta para mubalighnya kian ulet melaksanakan tugas politik. Misalnya, saaat mendukung kawasan pantai yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Sriwijaya.

Menjelang berakhirnya era ke 13 sekitar tahun 1285 bangun kerajaan bercorak Islam yang berjulukan Samudra Pasai. Malaka yang merupakan sentra perdagangan penting dan juga sentra penyebaran Islam berkembang pula menjadi kerajaan gres dengan nama Kesultanan Malaka.

Pada awal era ke 15, kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan, bahkan pada tahun 1478 mengalami keruntuhan. Banyak kawasan yang berusaha melepaskan diri dari kerajaan Majapahit. Pada tahun 1500, Demak bangun sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Berkembangnya kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam ini kemudian disusul berdirinya Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Di luar Jawa juga banyak berkembang kerajaan yang bercorak Islam menyerupai Kesultanan Ternate, Kesultanan Gowa, dan kesultanan Banjar.

Melalui kerajaan-kerajaan bercorak Islam itulah, agama Islam makin berkembang pesat dan tersebar di banyak sekali wilayah Indonesia. Agama Islam tidak hanya dianut oleh penduduk di kawasan pantai saja, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah pedalaman.

Indonesia yaitu negara yang lebih banyak didominasi penduduknya menganut agama Islam Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Perkembangan, dan Penyebarannya

Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia berlangsung secara sedikit demi sedikit dan dialakukan secara hening melalui beberapa susukan berikut:
  1. Saluran perdagangan, proses penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang muslim yang menetap di kota-kota pelabuhan untuk membentuk perkampungan muslim, contohnya Pekojan. Saluran ini merupakan susukan yang dipilih semenjak awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
  2. Saluran perkawinan, proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara seseorang yang telah menganut Islam menikah dengan seorang yang belum menganut Islam sehingga alhasil pasangaannya itu ikut menganut Islam.
  3. Saluran dakwah, proses penyebaran Islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan perihal agama Islam menyerupai yanbg dilakukan Wali Songo dan para ulama lainnya.
  4. Saluran pendidikan, proses ini dilakukan dengan mendirikan pesantren guna memperdalam ajaran-ajaran Islam yang kemudian menyebarkannya.
  5. Saluran seni budaya, proses penyebaran Islam memakai media-media seni budaya menyerupai pergelaran wayang kulit yang dilakukan Sunan Kalijaga, upacara sekaten, dan seni sastra.
  6. Proses tasawuf, penyebaran Islam dilakukan dengan menyesuaikan teladan pikir masyarakat yang masih berorientasi pada fatwa agama Hindu dan Budha.

Alasan Agama Islam Praktis Diterima Masyarakat Indonesia

Proses penyebaran Islam di Indonesia berjalan dengan cepat sebab didukung faktor-faktor berikut :
  1. Syarat masuk Islam sangat gampang sebab seseorang dianggap telah masuk Islam bila ia telah mengucapkan kalimah syahadat.
  2. Pelaksanaan ibadah sederhana dan biayanya murah.
  3. Agama Islam tidak mengenal pembagian kasta sehingga banyak kelompok masyarakat yang masuk Islam sebab ingin memperoleh derajat yang sama.
  4. Aturan-aturan dalam Islam bersifat fleksibel dan tidak memaksa.
  5. Agama Islam yang masuk dari Gujarat, India menerima efek Hindu dan tasawuf sehingga gampang dipahami.
  6. Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan secara hening tanpa kekerasan dan diubahsuaikan dengan kondisi sosial budaya yang ada.
  7. Runtuhnya kerajaan Majapahit pada tamat era ke 15 yang memudahkan penyebaran Islam tanpa ada pembatasan dari otoritas kerajaan Hindu-Budha.

Nah, itulah sejarah masuknya Islam ke Indonesia serta penyebarannya hingga era ke-13. Simak juga bagaimana sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan peta jalur masuknya pada artikel selanjutnya.

Rabu, 02 September 2015

6 Peninggalan Sejarah Islam Di Indonesia Beserta Gambarnya

View Article
Peninggalan Sejarah Islam Di Indonesia - Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia, terjadilah proses Islamisasi terhadap masyarakat di nusantara. Bersamaan dengan proses Islamisasi itu, mulailah terjadi perubahan sosial budaya ke arah pembentukan budaya gres yang bernafaskan Islam.  Seperti diketahui bahwa, sebelum kedatangan agama dan kebudayaan Islam, budaya Indonesia masih bercorak Hindu dan Budha, namun seiring dengan masuknya budaya Islam ke Indonesia, proses integrasi budaya Hindu - Budha dengan kebudayaan Islam pun menjadi tidak sanggup dihindarkan.

Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Perlu diketahui bahwa, dalam proses integrasi budaya tersebut, tidak terjadi ketegangan yang berarti meskipun ada 3 unsur agama dan kebudayaan yang saling berbeda di dalamnya. Hal ini disebabkan lantaran tokoh-tokoh Islam pada masa itu tidak bersikap memusuhi, dan justru bersifat saling merangkul. Adapun dalam proses integrasi tersebut, beberapa peninggalan sejarah sanggup kita lihat sebagai buktinya sampai kini. Apa saja peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut? Simak uraiannya berikut ini!

 Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya

1. Masjid

Salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang paling banyak ditemukan sampai sekarang ialah masjid. Seperti diketahui bahwa masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, sehingga masuk akal jikalau seni arsitektur Islam satu inilah yang paling gampang kita lihat keberadaannya ketika ini.

Adapun terkait dengan kentalnya budaya Hindu dan Budha di masa awal penyebaran Islam di Indonesia, seni arsitektur masjid juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal yang ada ketika itu. Berbeda dengan masjid-masjid di Jazirah Arab, arsitektur masjid di Indonesia mempunyai beberapa keunikan. Keunikan tersebut terletak pada susunan atapnya yang berundak dan berbentuk limas, adanya bangunan serambi (pendopo), adanya mihrab atau tempat imam memimpin sholat, serta wujud masjid yang umumnya berbentuk bujur sangkar.

Pada tabel berikut, terdapat beberapa teladan masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam.
No Nama Lokasi Peninggalan
1. Masjid Agung Demak Demak, Jateng Abad 14 M
2. Masjid Ternate Ternate, Ambon Abad 14 M
3. Masjid Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur Abad 15 M
4. Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh Banda Aceh, DI Aceh Abad 15 M
5. Masjid Kudus Kudus, Jateng Abad 15 M
6. Masjid Banten Banten, Banten Abad 15 M
7. Masjid Cirebon Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
8. Masjid Katangga Katangga, Sulawesi Utara Abad 16 M

2. Kaligrafi

Selain masjid, peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih sanggup kita jumpai sampai sekarang ialah seni kaligrafi. Bagi Anda yang belum tahu, kaligrafi ialah suatu seni menulis abjad Arab dengan gaya dan susunan yang indah. Tulisan Arabnya sendiri umumnya diambil dari potongan surat atau ayat-ayat dalam Al Quran.

 Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya
Seni kaligrafi yang menjadi peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam sanggup kita temukan sebagai hiasan ukir atau tulis contohnya pada dinding masjid, gapura, atau pada kerikil nisan. Contoh beberapa seni kaligrafi pada kerikil nisan contohnya terdapat pada makam beberapa orang berikut ini.
No Makam dari Lokasi Peninggalan
1. Fatima binti Maimun Gresik, Jawa Timur Abad 13 M
2. Ratu Nahrasiyah Samudra Pasai Abad 14 M
3. Maulana Malik Ibrahim Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
4. Sunan Giri Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
5. Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
6. Sunan Kudus dan Sunan Muria Kudus, Jawa Tengah Abad 15 M
7. Sunan Kalijaga Demak, Jawa Tengah Abad 15 M
8. Makam raja-raja Banten Imogiri Abad 16 M

3. Keraton atau Istana

Keraton atau istana yang merupakan tempat tinggal bagi raja dan keluarganya bersama-sama telah ada semenjak jaman imbas kebudayaan Hindu dan Budha. Hanya saja, sesudah Islam masuk, arsitektur keraton menjadi lebih banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur Timur Tengah. Beberapa keraton peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut yang sampai sekarang masih terawat contohnya Istana Kesultanan Ternate, Istana Kesultanan Tidore, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kesultanan Aceh, Istana Sorusuan, Istana Raja Gowa Keraton Kasultanan, dan Keraton Pakualaman.

4. Kitab dan Kesusastraan

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia bukan hanya sanggup ditemukan dalam bentuk seni dan gaya arsitektur. Kesusatraan juga berkembang cukup pesat sesudah masuknya pengaruh agama Islam di Indonesia. Kesusastraan tersebut tertuang dalam bentuk suluk, hikayat, babad, dan syair. Beberapa peninggalan kesusastraan Islam di Indonesia antara lain syair Perahu karya Hamzah Fansuri, syair Si Burung Pingai, syair Abdul Muluk, syair gurindam dua belas karya Ali Haji, hikayat nabi-nabi, hikayat sultan-sultan Aceh, dan hikayat klarifikasi penciptaan langit dan bumi.

5. Pesantren

Sejak masuknya Islam di Indonesia, pesantren telah menjadi forum pendidikan agama yang telah melahirkan banyak mubaligh. Pesantren dianggap sebagai salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia lantaran dianggap turut berperan serta dalam kemajuan syiar Islam Nusantara.

Pesantren di Indonesia pertama kali dibangun pada masa kekuasaan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Pesantren yang didirikan di tempat Jawa oleh Sunan Ampel ini lalu melahirkan banyak orang-orang terpelajar. Para santri diajari perihal banyak hal ibarat bahasa Arab, pendalaman Al Quran, kitab Kuning, tauhid, fiqih, akhlak, dan tasawuf.

Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren Lirboyo di Kediri, Al-Kautsar Medan, dan Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta.

 Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya

6. Tradisi

Beberapa tradisi yang sampai sekarang masih dipakai sebagian masyarakat Islam ibarat ziarah, sedekah, atau upacara etika Jawa sekaten juga merupakan bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang tak sanggup dilupakan begitu saja. Tradisi-tradisi tersebut lahir lantaran imbas Islam yang berakulturasi dengan kebudayaan lokal masyarakat ketika itu.

Nah, itulah beberapa peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih sanggup kita temukan sampai ketika ini. Adanya peninggalan-peninggalan sejarah tersebut mengambarkan bahwa hadirnya Islam di nusantara bukan hanya mempengaruhi akidah dan agama masyarakat, melainkan juga seluruh aspek kehidupan. Semoga bermanfaat.

Selasa, 01 September 2015

Tari Dari Jawa Tengah, Klasik, Tradisional, Dan Kreasi Baru

View Article
Jawa Tengah termasuk provinsi yang masyarakatnya mempunyai sense of art yang tinggi semenjak dahulu. Hal ini dibuktikan dengan beragamnya jenis tarian yang diciptakan dan beredar luas sampai ketika ini. Berikut ini, kami akan membahas beberapa pola tari dari Jawa Tengah tersebut mulai dari jenis tari klasik, tari tradisional, sampai tari kreasi baru. Silakan disimak!

Tari dari Jawa Tengah

1. Tari Bedhaya
Tari bedaya yaitu tari klasik dari Jawa Tengah yang bertemakan ihwal kisah percintaan. Tarian yang berasal dari keraton Kasunanan Surakarta ini dikenal luas dan mengalami perkembangan di masa pemerintahan Paku Buwono II sampai Paku Buwono 8. Beberapa pengembangan gerak tari bedaya yang masih sanggup ditemukan sampai ketika ini contohnya Bedhoyo Durudasih, Bedhaya Endhol-endhol, Bedhaya Pangkur, Bedhaya Kaduk Manis, Bedhaya Tejanata, Bedhaya Sukaharja, Bedhaya Sinom, Bedhaya Gambir Sawit, Bedhayo Kabor, dan Bedhaya Ketawang.

Jawa Tengah termasuk provinsi yang masyarakatnya mempunyai  Tari dari Jawa Tengah, Klasik, Tradisional, dan Kreasi Baru
2. Tari Gambyong
Tari Gambyong yaitu suatu tari klasik dari Jawa Tengah yang disajikan sebagai penghormatan pada tamu atau ketika mengawali suatu program sakral. Ciri khas dan keunikan tarian ini terletak pada selarasnya gerakan para penari dengan irama gending dan kendang yang dimainkan. Gending yang selalu mengawali tarian ini yaitu gending pangkur, sedangkan alat musik yang dimainkan selain kendang antara lain gender, kempul,kenong, dan gong.

3. Tari Bondan
Tari dari Jawa tengah selanjutnya yaitu Tari Bondan. Sama menyerupai tari bedhaya, tari bondan juga berasal dari tempat Surakarta. Tarian ini menggambarkan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Boneka mainan, payung, kendi, dan properti lainnya yaitu ciri khas tarian yang dahulu diwajibkan pada setiap kembang desa di tempat Solo ini.

4. Tari Serimpi
Tarian Serimpi yaitu tarian dari Yogyakarta, Jawa Tengah yang bernuansa sedikit mistis.  Gerakan tari yang umumnya diiringi dengan tabuhan gamelan ini menggambarkan proses terjadinya asal ajakan manusia. Empat penari putri yang memainkan tarian ini secara gotong royong untuk saling memadukan gerakannya yang penuh makna.

5. Tari Beksan Wireng
Tari beksan wireng yaitu tari dari Jawa Tengah yang melambangkan ketangkasan prajurit dalam perang dan memakai senjata. Tarian ini diciptakan oleh Prabu Amiluhur untuk menyemangati putranya agar lebih tangkas dan siap tumbuh cukup umur menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk dalam memimpin kerajaannya kelak.

Jawa Tengah termasuk provinsi yang masyarakatnya mempunyai  Tari dari Jawa Tengah, Klasik, Tradisional, dan Kreasi Baru
6. Tari Ebeg atau Kuda Lumping
Tari ebeg atau lebih dikenal dengan nama kuda lumping, jaranan, atau jatilan, yaitu tari tradisional dari Jawa Tengah yang berisi unsur religi, unsur ritual, sekaligus unsur hiburan. Gerakan para penarinya memakai kuda tiruan menggambarkan kisah usaha Sunan Kalijaga yang dibantu oleh Raden Patah dalam perlawanan menghadapi pemerintah Kolonial Belanda.

7. Kethek Ogleng
Kethek Ogleng yaitu bentuk kesenian tari rakyat yang berasal dari Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Tari ini menceritakan ihwal kisah Raden Gunung Sari yang bermetamorfosis menjadi seekor monyet jelmaan. Penjelmaan Raden Gunung Sari menjadi seekor monyet dimaksudkan untuk mengelabuhi pengawal kerajaan yang menghadangnya ketika ingin masuk untuk mencari Dewi Sekartaji.

8. Sintren
Sintren yaitu tari tradisional Jawa Tengah yang mengkisahkan cinta tanpa restu dari seorang pria. Tari Sintren umumnya dimainkan oleh seorang gadis penari yang masih perawan. Ia menari menyerupai biasa dan ditengah pertunjukan ia akan kesurupan roh bidadari yang dimiliki pawangya. Pertunjukan akan semakin asik jikalau si sintren sudah mabuk dan tidak sadarkan diri.

Jawa Tengah termasuk provinsi yang masyarakatnya mempunyai  Tari dari Jawa Tengah, Klasik, Tradisional, dan Kreasi Baru
9. Tari Jlantur
Tari Jlantur yaitu tarian orisinil tempat Jawa Tengah yang dimainkan sedikitnya oleh 40 pria. Tarian ini menggambarkan bentuk usaha Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah. Keempat puluh penari tersebut biasanya akan mengenakan properti tari berupa ikan kepala gaya Turki dan kuda kepang atau kuda tiruan.

10.  Tari Prawiroguno
Tari prawirogomo termasuk jenis tari kreasi gres dari Jawa Tengah yang menggambarkan ketangkasan seorang prajurit dalam berlatih. Gerakan-gerakan menyerang musuh dengan properti berupa tameng dan pedang biasanya akan menyertai pertunjukan tarian ini.

11. Tari Ronggeng
Tari ronggeng yaitu tari dari Jawa yang meski mempunyai nilai estetis tinggi, namun peminatnya mulai turun di masa kini. Tema tarian yang erotis serta gerakan penarinya yang cenderung sanggup membangkitkan nafsu lelaki menciptakan tarian yang diciptakan Endang Caturwati ini dirasa tak cocok untuk dipertunjukan di masa kini ini.

12. Tari Kumbang
Tari Kumbang yaitu tari dari Jawa tengah yang mengilustrasikan sepasang kumbang jantan dan betina yang tengah mengisap sari bunga di taman. Keduanya berterbangan kian ke mari sembari berkejar-kejaran. Suasana romantis yang ditunjukan dalam tarian tersebut akan menciptakan para penonton berimajinasi sangat jauh. Oleh alasannya yaitu itu, tarian ini sampai kini masih menjadi favorit bagi muda mudi di Jawa Tengah.

13. Tari Wira Pertiwi
Tarian Wira Pertiwi ada contoh tari kreasi gres ciptaan Bagong Kussudiardjo yang cukup dikenal sampai ketika ini. Tarian ini menggambarkan sosok kepahlawanan seorang prajurit putri Jawa. Ketegasan, ketangkasan, dan ketangguhan mereka tergambar terperinci dalam gerak tarian yang dinamis.

Nah, itulah beberapa tari dari Jawa Tengah mulai dari jenis tari klasik, tari tradisional, sampai tari kreasi gres yang dikembangkan oleh para musisi-musisi tari Jawa Tengah. Semoga goresan pena ini sanggup bermanfaat dalam menambah khasanah pengetahuan kita ihwal tari Indonesia.