Selasa, 08 Desember 2015

Cara Merawat Bulu Perindu Dan 4 Pantangannya

View Article
Cara Merawat Bulu Perindu - Bulu perindu yakni benda bertuah yang oleh banyak orang Jawa dipercaya bisa mendatangkan manfaat dan bisa menuntaskan duduk masalah asmara yang mereka hadapi. Bagi para pemilik benda pusaka ini, bisa mengamalkan dan menunjukan khasiat bulu perindu yang mereka miliki kadangkali menjadi suatu pujian tersendiri. Dengan tirakat yang dilakukan, perempuan secantik dan sekaya apapun bisa dengan gampang mereka taklukan hatinya. Tak jarang bahkan mereka yang awalnya sukar menerima jodoh sehabis memakai karomah dari benda supranatural asli Kalimantan ini lalu segera bertemu pasangan hidupnya.

Cara Merawat Bulu Perindu

Bagi Anda yang sudah menunjukan keampuhan dan manfaat bulu perindu yang Anda miliki, saya menyarankan Anda untuk bisa menjaga karomah yang dimiliki pusaka tersebut dengan merawatnya semoga khasiat dan energi yang dimilikinya tidak hilang. Adapun untuk cara merawat bulu perindu, Anda bisa mengikuti petunjuk dan pantangan-pantangan yang kami paparkan berikut ini.

 Bulu perindu yakni benda bertuah yang oleh banyak orang Jawa dipercaya bisa mendatangkan Cara Merawat Bulu Perindu dan 4 Pantangannya

1. Berikan Minyak Khusus

Agar karomah bulu perindu yang Anda miliki tidak hilang, Anda perlu memberi khodam yang tinggal didalamnya beberapa tetes minyak khusus. Pemberian minyak sebaiknya dilakukan minimal 2 kali sebulan, yaitu setiap Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Minyak yang lebih diutamakan diberikan tentunya yakni minyak bulu perindu yang sudah diberi adonan aroma serimpi. Jika tidak ada, Anda juga bisa memakai minyak zaitun yang bisa Anda beli di minimarket.

2. Jauhkan dari Benda Haram

Khodam yang terdapat dalam bulu perindu yakni jin muslim. Ia akan pergi jikalau Anda mendekatkannya pada benda-benda atau masalah yang haram, menyerupai minuman keras, daging babi, daging anjing, dan perkara-perkara lain yang diharamkan dalam anutan islam. Oleh alasannya itu, berusahalah untuk menjauhi semua benda tersebut.

3. Jangan Dibawa ke dalam WC

Cara merawat bulu perindu selanjutnya yakni dengan menghindarkan ia dari perkara-perkara najis. Jangan bawa benda bertuah ini jikalau Anda akan buang air besar. Jangan pula melangkahinya baik disengaja maupun tidak. Jika Anda wanita, usahakan pula untuk tidak membawanya dikala Anda sedang menstruasi.

4. Jangan Dibawa Melayat

Membawa bulu perindu Anda ke pemakaman atau melayat ke daerah orang meninggal bisa menciptakan khodam dalam benda bertuah Anda pergi meninggalkan rumahnya. Oleh alasannya itu, usahakan untuk mengingat pantangan ini jikalau Anda tetap ingin bisa menikmati manfaat bulu perindu yang Anda miliki.

Nah, demikianlah 4 cara merawat bulu perindu beserta pantangan-pantangannya. Semoga bisa menjadi peringatan bagi Anda, para pemilik bulu perindu di seluruh Nusantara. Jangan lupa baca juga artikel kami yang berjudul cara membedakan bulu perindu orisinil dan hasil kerajinan tangan di sini.

Senin, 07 Desember 2015

Filosofi Rumah Adab Tongkonan Tana Toraja Dari Sulawesi Selatan

View Article
Rumah Adat Tongkonan / Indonesia mempunyai bermacam-macam budaya yang sangat menarik. Beberapa diantaranya menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu objek wisata yang populer dari bumi pertiwi yaitu wisata budayanya, dimana tujuan wisata budaya bagi para wisatawan  (mancanegara) yang terkadang muncul kepermukaan media internasional sehingga menjadi yang paling populer yaitu budaya susila Sulawesi Selatan, khususnya budaya Tana Toraja.

Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja

Tana Toraja mempunyai banyak tujuan wisata yang sangat menarik bagi para pelancong. Bukan hanya alasannya yaitu letak wilayahnya yang jauh dari keramaian sehingga terasa damai dan menenangkan, Tana Toraja juga sanggup menjadi ikon wisata Sulawesi Selatan alasannya yaitu wisata budaya dan peninggalan arsitektur nenek moyang mereka yang berupa rumah susila Tongkonan.

 Indonesia mempunyai bermacam-macam budaya yang sangat menarik Filosofi Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja dari Sulawesi Selatan

Rumah susila Tongkonan yaitu rumah susila Sulawesi Selatan yang mempunyai bentuk unik ibarat wujud bahtera dari kerajaan Cina pada jaman dahulu. Rumah susila tongkonan juga kerap kali disebut-sebut seolah-olah dengan rumah gadang dari tempat Sumatera Barat.
Rumah Adat Betawi dan Penjelasannya Lengkap
Filosofi 3 Pakaian Adat Betawi, Pernikahan Salah Satunya
Filosofi 5 Rumah Adat Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya
Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang berarti duduk. Rumah tongkonan sendiri difungsikan sebagai sentra pemerintahan (to ma’ parenta), kekuasaan, dan strata sosial pada elemen masyarakat toraja. Rumah susila Tongkonan tidak sanggup dimiliki secara pribadi/perorangan alasannya yaitu rumah ini yaitu warisan nenek moyang dari setiap anggota keluarga atau keturunan mereka.

Fungsi Tongkonan

Rumah Tongkonan bukan hanya sekedar berfungsi sebagai rumah adat. Dalam budaya mereka, masyarakat toraja menganggap rumah tongkonan sebagai ibu, sedangkan alang sura (lumbung padi) yaitu bapaknya. Deretan tongkonan dan alang pun saling berhadapan alasannya yaitu dianggap sebagai pasangan suami istri. Alang menghadap ke selatan, sedangkan tongkonan menghadap ke utara.


Ciri Khas Rumah Adat Tongkonan

Perlu diketahui bahwa arsitektur rumah susila Tongkonan selalu mengikuti model desa dimana rumah tongkonan tersebut dibangun. Akan tetapi, arsitektur tersebut tidak akan pernah lepas dari filosofi dan pakem-pakem tertentu yang diturunkan secara turun temurun. Filosofi dan pakem-pakem tersebut antara lain:

 Indonesia mempunyai bermacam-macam budaya yang sangat menarik Filosofi Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja dari Sulawesi Selatan

1. Lapisan dan Bentuk

Rumah tongkonan mempunyai 3 lapisan berbentuk segi empat yang bermakna empat kejadian hidup pada insan yaitu, kelahiran, kehidupan, pemujaan dan kematian. Segi empat ini juga merupakan simbol dari empat penjuru mata angin. Setiap rumah tongkonan harus menghadap ke utara untuk melambangkan awal kehidupan, sedangkan pada bab belakang yaitu selatan melambangkan final dari kehidupan.

2. Struktur Bangunan Rumah Adat Tongkonan

Struktur bangunan mengikuti struktur makro-kosmos yang mempunyai tiga lapisan banua(rumah) yakni bab atas (rattiangbanua), bab tengah (kale banua) dan bawah (sulluk banua).

Bagian atas (rattiangbanua) digunakan sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka yang mempunyai nilai sakral dan benda-benda yang dianggap berharga. Pada bab atap rumah terbuat dari susunan bambu-bambu pilihan  yang telah dibuat sedemikian rupa kemudian disusun dan diikat oleh rotan dan ijuk. Atap bambu ini sanggup bertahan sampai ratusan tahun.

Bagian tengah (kale banua) rumah tongkonan mempunyai 3 bab dengan fungsi yang berbeda. Pertama, Tengalok di bab utara difungsikan sebagai ruang untuk belum dewasa tidur dan ruang tamu. Namun terkadang, ruangan ini dipakai untuk menaruh sesaji. Kedua, Sali dibagian tengah. Ruangan ini biasa difungsikan sebagai tempat pertemuan keluarga, ruang makan, dapur dan tempat disemayamkannya orang mati. Dan ruangan terakhir yaitu ruang sambung yang banyak dipakai oleh kepala keluarga .

Bagian bawah (sulluk banua) dipakai sebagai tempat binatang peliharaan dan tempat menaruh alat-alat pertanian. Fondasinya terbuat dari kerikil pilihan yang dipahat berbentuk persegi.

3. Ukiran Dinding

Ukiran berwarna pada dinding rumah tongkonan terbuat dari tanah liat. Ukiran-ukiran tersebut selalu memakai 4 warna dasar yaitu hitam, merah, kuning dan putih. Bagi masyarakat toraja, 4 warna itu mempunyai arti dan makna tersendiri. Warna kuning melambangkan anugrah dan kekuasaan Yang Mahakuasa (Puang Matua), warna hitam melambangkan kematian/duka, warna putih melambangkan tulang yang berarti kesucian dan warna merah melambangkan kehidupan manusia.

4. Tanduk Kerbau

Rumah susila Tongkonan umumnya dilengkapi dengan hiasan tanduk kerbau. Hiasan ini tersusun menjulang pada tiang bab depan. Hiasan tanduk kerbau tersebut secara filosofi yaitu perlambang kemewahan dan strata sosial. Semakin banyak tanduk yang tersusun pada rumah ada tongkonan, maka semakin tinggi strata sosial kelompok susila yang memilikinya.

Nah, itulah sekilas pemaparan mengenai filosofi rumah susila Tongkonan yang menjadi rumah susila khas dari Sulawesi Selatan. Adakah di antara Anda yang berniat mengunjungi Tana Toraja? Sempatkanlah untuk menikmati keindahan arsitektur rumah susila di Indonesia yang satu ini. Semoga bermanfaat.

Kamis, 03 Desember 2015

8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah Dan Gambarnya Lengkap

View Article
Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke 15 M di Jawa Barat. Kesultanan Cirebon ialah pangkalan penting bagi jalur perdagangan, pelayaran, dan penyebaran Islam di Jawa selain Demak. Kesultanan ini pada masa silam sempat mengalami masa kejayaan di masa kepemimpinan Fatahillah sebelum kesannya terpecah pada tahun 1677. Nah, pada artikel berikut, kita akan membahas beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon tersebut untuk mengenali sejarah kesultanan ini di masa silam.

1. Peninggalan Berupa Keraton

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke  8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap

Kesultanan Cirebon meninggalkan beberapa keraton yang antara lain keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanomanan, dan Keraton Kacirebonan.
  1. Keraton Kasepuhan Cirebon sekarang terletak di Kec. Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon. Ia merupakan sentra pemerintahan dari kesultanan Cirebon pada masa silam. Di keraton ini akan sanggup kita jumpai bangunan-bangunan dengan gaya arsitekturnya yang unik, kereta Singa Barong, benda-benda kuno dan naskah kuno.
  2. Keraton Kanoman ialah keraton yang didirikan oleh Sultan Anom I pada tahun 1678. Letaknya berada di 300 meter sebelah utara keraton Kasepuhan. Keraton ini telah berdiri semenjak wafatnya Panembahan Girilaya.
  3. Keraton Kacirebonan ialah keraton terkecil yang dimiliki kesultanan Cirebon. Letaknya berada di 1 km barat daya Keraton Kasepuhan. Di dalamnya juga terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Cirebon ibarat keris, wayang, gamelan, dan perlengkapan perang.


2. Peninggalan Berupa Masjid

Selain mewarisi peninggalan sejarah berupa keraton, Kerajaan Cirebon juga meninggalkan beberapa bangunan masjid. Adanya bangunan-bangunan masjid kuno tersebut tentu sanggup menjadi bukti bahwa syiar Islam pada masa itu memang telah berkembang dengan sangat pesat. Adapun beberapa masjid peninggalan kerajaan Cirebon tersebut antara lain
  1. Masjid Sang Cipta Rasa ialah masjid yang dibangun Wali Songo pada tahun 1498 di kompleks keraton Kasepuhan. Berdasarkan dongeng rakyat, masjid ini didirikan hanya dalam waktu 1 malam saja. Subuh keesokan harinya masjid yang sampai sekarang masih berdiri kokoh tersebut telah dipakai untuk sholat berjamaah.
  2. Masjid Jami Pakuncen berada di Tegal Arum, Kab. Tegal - Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Sunan Amangkurat I sebagai tempat penting untuk keperluan syiar Islam di tanah Cirebon pada masa itu.

3. Peninggalan Berupa Makam

Pemakaman muslim kuno yang sekarang masih terpelihara juga merupakan peninggalan yang tidak sanggup dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di Kesultanan Cirebon. Di antara makam tersebut contohnya makam Sunan Gunung Jati dan makam para penguasa kerajaan lainnya.

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke  8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap
Kompleks pemakaman peninggalan Kerajaan Cirebon terletak di Keraton Cirebon, 6 km dari sentra Kota Cirebon, Jawa Barat. Di hari Jumat, kompleks pemakaman ini sangat ramai alasannya banyak orang dari banyak sekali tempat tiba untuk berziarah dan mengalap berkah. Selain makam Sunan Gunung Jati, dikompleks ini juga terdapat makam Fatahillah, panglima perang Batavia. Adapun di dalam kompleks tersebut, ada banyak benda-benda bersejarah ibarat perkakas, piring, dan logam-logam kuno yang berasal dari masa kekuasaan Dinasti Ming, China.

4. Peninggalan Berupa Benda Pusaka

Kesultanan Cirebon juga meninggalkan beberapa benda pusaka dan yang paling populer ialah pusaka yang berwujud kereta, contohnya kereta Singa barong atau kereta Paksi Naga Liman. Kereta ini ialah kereta kuno yang berasal dari tahun 1549 buatan cucu Sunan Gunung Jati yang berjulukan Panembahan Losari.

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kurun ke  8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap

Kereta ini mempunyai bentuk yang sangat unik dan penuh filosofi. Pada kereta ini terukir pahatan belalai gajah, kepala naga, dan buroq. Gajah melambangkan persahabatan Cirebon dan India, naga melambangkan persahabatan Cirebon dan China, sedangkan buroq melambangkan persahabatan Cirebon dan Mesir. Perlu diketahui bahwa keunikan kereta ini juga terletak pada bab sayapnya yang sanggup otomatos mengepak saat kereta tengah berjalan.

Nah, demikianlah beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon mulai dari yang berupa keraton, masjid, makam, sampai benda-benda pusaka. Semoga artikel ini cukup lengkap dan sanggup menambah wawasan sejarah kita semua. Terimakasih.

Selasa, 01 Desember 2015

Alat Musik Gesek, Pengertian Dan 5 Pola Lengkap Dengan Gambar

View Article
Berdasarkan cara memainkannya, alat musik terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu alat musik tiup, alat musik petik, alat musik pukul, dan alat musik gesek. Di antara keempat jenis alat musik tersebut, alat musik gesek termasuk jenis alat musik yang paling sedikit contohnya. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas rujukan alat musik gesek tersebut lengkap dengan gambar dan pemaparannya.

Alat Musik Gesek

Alat musik gesek yaitu instrumen musik yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini akan menghasilkan suatu suara melodis kalau terjadi tabrakan antara dawai dan busurnya. Beberapa rujukan alat musik ini contohnya biola, contre bass, viola, cello, dan alat musik tradisional rebab. Berikut pemaparan dan gambar dari beberapa alat musik tersebut.

 Di antara keempat jenis alat musik tersebut Alat Musik Gesek, Pengertian dan 5 Contoh Lengkap dengan Gambar
1. Biola
Alat musik gesek pertama yang tentu sudah tidak ajaib lagi bagi kita yaitu biola. Biola merupakan alat musik modern yang lazim dimainkan dalam pertunjukan musik orkestra, jazz, pop, dan musik melayu. Alat musik ini mempunyai 4 dawai yang diatur sedemikian rupa sehingga mempunyai interval nada yang tepat ketika digesek. Para pemain biola umumnya yaitu wanita. Mereka dikenal dengan sebutan violinist.

2. Contre Bass atau Double Bass
Contre bass atau double bass yaitu biola berukuran besar yang pada umumnya dimainkan pada pertunjukan musik jazz, orkestra, musik bluegrass, country, dan musik rockabilly. Sesuai dengan namanya, alat musik gesek satu ini juga menghasilkan nada-nada rendah dikala dimainkan. Selain digesek, ia kadang kali juga dibunyikan dengan cara dipetik. Di Indonesia, alat musik satu ini memang tidak begitu dikenal, namun di negara-negara Latin dan Eropa, ia selalu dimainkan mengiringi setiap pertunjukan musik.

 Di antara keempat jenis alat musik tersebut Alat Musik Gesek, Pengertian dan 5 Contoh Lengkap dengan Gambar
3. Viola
Viola yaitu alat musik yang termasuk dalam keluarga biola. Banyak orang yang menganggap viola sama dengan biola. Namun keduanya bergotong-royong berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada ukuran dan nada yang dihasilkan. Viola umumnya berukuran lebih kecil dan menghasilkan nada yang lebih berat (rendah) dibandingkan dengan alat musik biola.

4. Cello
Cello atau Violoncello juga merupakan alat musik yang masuk dalam keluarga biola. Ia berukuran lebih kecil dibandingkan double bass namun lebih besar dibandingkan biola. Alat musik ini merupakan instrumen yang wajib ada dalam pertunjukan musik klasik Eropa. Sedangkan di Indonesia, ia kurang begitu dikenal sebab memang tidak biasa dimainkan dalam pagelaran musik tanah air.

5. Rebab
Rebab merupakan rujukan alat musik gesek tradisional yang berasal dari jazirah Arab. Alat musik satu ini umumnya akan hadir dalam pertunjukan seni musik Betawi atau gambang kromong serta pertunjukan-pertunjukan kesenian khas Jawa sebagai komplemen iringan gamelan.

 Di antara keempat jenis alat musik tersebut Alat Musik Gesek, Pengertian dan 5 Contoh Lengkap dengan Gambar
Nah, demikianlah beberapa rujukan alat musik gesek beserta pengertian, klarifikasi dan gambar lengkapnya. Ada yang tahu rujukan alat musik gesek lainnya yang belum disebutkan dalam artikel ini? Silakan sampaikan tambahan isu Anda melalui kolom komentar di bawah.

Senin, 30 November 2015

Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, Dan 4 Prasasti + Gambar

View Article
Kerajaan Singosari ialah salah satu kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita. Kerajaan yang didirikan pada tahun 1222 M ini diperkirakan terletak di sebelah Timur Gunung Kawi, Malang – Jawa Timur. Beragam bukti dan peninggalan sejarah berdirinya kerajaan ini sebagian telah ditemukan, di antaranya ada yang berupa candi, prasasti, dan ada pula yang berupa arca atau patung. Nah, pada kesempatan kali ini, Blog akan membahas seputar beberapa peninggalan Kerajaan Singasari tersebut lengkap dengan klarifikasi dan gambar-gambarnya. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Singasari

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

1. Candi Singosari

Peninggalan Kerajaan Singosari  yang pertama ialah sebuah candi yang terletak di Kec, Singosari, Malang – Jawa Timur, tepatnya berada di lembah antara Gunung Arjuna dan Gunung Tengger. Candi yang dinamai Candi Singosari ini menurut goresan pena dalam Prasasti Gadjah Mada (1351 M) yang terdapat di halaman kompeksnya disebut merupakan daerah pendarmaan raja-raja Kerajaan Singosari.

2. Candi Jago

Candi Jago ialah sebuah candi peninggalan Kerajaan Singosari yang terletak di Kec. Tumpang, Malang – Jawa Timur. Candi yang terbuat dari kerikil andesit yang disusun mirip teras punden berundak-undak ini dikenal punya keunikan. Keunikan tersebut terletak pada kepingan atas candi yang terpenggal dan hanya tersisa sebagian saja. Berdasarkan mitos yang berkembang, terpenggalnya atap candi ini disebabkan lantaran sambaran petir.

Berdasarkan pendapat para ahli, candi Jago didirikan pada masa pemerintahan Kertanegara. Candi ini didirikan sebagai bentuk perhormatan pada raja Wisnuwardhana (ayah Kertanegara) yang meninggal di tahun 1268.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

3. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan ialah sebuah candi berbentuk stupa yang terletak di Desa Toyomarto, Kec. Singosari, Malang – Jawa Timur (berada 5 km dari Candi Singosari). Pada masanya dulu, candi ini sering dipakai umat Budha sebagai daerah ibadah. Dibangun pada sekitar masa ke 14 M, candi peninggalan Singosari ini berada di bersahabat sebuah telaga basah bening. Pemandangan sekitarnya yang indah menciptakan candi ini menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Malang.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

4. Candi Jawi

Candi peninggalan Kerajaan Singosari  selanjutnya terletak di Desa Candi Wates, Kec. Prigen, Pasuruan - Jawa Timur. Candi yang berada sempurna di kaki Gunung Welirang ini pada masa silam dikenal sebagai daerah penyimpanan debu mendiang raja Singosari  terakhir, Prabu Kertanegara. Beberapa relief pahatan juga ditemukan di dinding candi ini, hanya saja sebagian dari relief tersebut tak sanggup lagi terbaca lantaran sudah lapuk terpengaruhi usia.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

5. Candi Kidal

Candi Kidal ialah candi peninggalan kerajaan Singosari  yang terletak di Desa Rejokidal, Kec. Tumpang, Malang – Jawa Timur. Candi yang diperkirakan dibangun pada pertengahan masa ke 13 M ini merupakan wujud penghormatan untuk jasa besar Anusapati yang telah memerintah selama 20 tahun lamanya (1227 - 1248).

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

6. Arca Dwarapala

Arca Drawapala ialah sebuah patung monster besar yang pada masa silam berfungsi sebagai menandakan masuk atau patung selamat tiba ketika hendak memasuki wilayah Kotaraja. Akan tetapi, letak wilayah Kotaraja sampai ketika ini masih belum diketahui secara pasti.


 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

7. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mula Malurung ialah sebuah prasasti yang berupa lempengan-lempengan tembaga peninggalan Kerajaan Kediri, tepatnya dari masa pemerintahan Kertanegara tahun 1255. Prasasti ini terdiri dari 10 lempeng yang masing-masing menjelaskan perihal yang berbeda. Untuk lebih jelasnya mengenai isi dari prasasti Malurung ini, Anda sanggup berkunjung ke Wikipedia.

 yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

8. Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri ialah sebuah manuskrip kuno yang dipahat pada kepingan belakang Arca Manjusri. Prasasti yang bertarikh 1343 ini pada mulanya ditemukan di sekitar reruntuhan Candi Jago, namun kini ia dipindahkan ke Museum Nasional, Jakarta.  Prasasti Manjusri menjelaskan wacana penghormatan pada keluarga kerajaan dengan isi teks sebagai berikut:
Dalam kerajaan yang dikuasai oleh Ibu Yang Mulia Rajapatni maka Adityawarman itu, yang berasal dari keluarganya, yang berilmu murni dan bertindak selaku menteri wreddaraja, telah mendirikan di pulau Jawa, di dalam Jinalayapura, sebuah candi yang ajaib- dengan cita-cita semoga sanggup membimbing ibunya, ayahnya dan sahabatnya ke kenikmatan Nirwana.

9. Prasasti Singosari

Prasasti Singosari merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Singosari  yang ditemukan di Desa Singosari, Malang – Jawa Timur. Bertarikh tahun 1351 M, prasasti yang ditulis dalam Aksara Jawa ini kini disimpan di Museum Gajah. Maksud dari pembuatan prasasti ini diduga sebagai peringatan pembangunan sebuah candi pemakaman (caitya).

10. Prasasti Wurare

Prasasti Wurare merupakan prasasti yang dibentuk untuk memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah daerah berjulukan Wurare. Manuskrip pada prasasti bertarikh 1289 M ini dipahatkan pada sebuah arca yang melambangkan penghormatan Raja Kertanegara. 

Demikianlah pemaparan mengenai beberapa peninggalan Kerajaan Singosari  mulai dari yang berbentuk candi, prasasti, sampai arca. Semoga dengan dilengkapi gambar-gambarnya, Anda semakin gampang memahami artikel ini.

Minggu, 29 November 2015

Pesugihan Gunung Kawi, Ritual, Tumbal, Dan Dongeng Nyata

View Article
Pesugihan Gunung Kawi / Bagi Anda yang tinggal di sekitar Jawa Timur, nama Gunung Merapi, gunung yang terletak di Malang ini, selain dikenal mempunyai panorama yang luar biasa, ia juga dianggap sebagai salah satu gunung yang menyimpan segudang dongeng misteri luar biasa.

Salah satu dongeng misteri yang cukup terkenal dan menjadi doktrin di masyarakat sekitar gunung ini ialah ihwal adanya ritual pesugihan atau ritual mendatangkan kekayaan dunia dengan sumbangan raja jin. Pesugihan Gunung Kawi, -begitu ritual ini disebut-, telah banyak mengundang rasa ingin tau masyarakat dari seluruh Nusantara, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi dan ingin terlepas dari belenggu kemiskinan. Jika Anda termasuk orang yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai pesugihan ini, berikut akan saya jelaskan informasinya untuk Anda.

 Bagi Anda yang tinggal di sekitar Jawa Timur Pesugihan Gunung Kawi, Ritual, Tumbal, dan Kisah Nyata

Pesugihan Gunung Kawi

Setiap tahun, tak sedikit orang dari seluruh penjuru Nusantara tiba dan menziarahi Gunung Kawi. Mereka yang tiba biasanya bertujuan untuk mengalap berkah dan mengharapkan datangnya kekayaan dengan jalan pintas melalui ritual pemujaan pada penguasa mistik gunung Kawi.

Dari kisah yang beredar, melaksanakan pemujaan di gunung Kawi memang diyakini sanggup menciptakan diri kita menjadi dimudahkan dalam mendapat rezeki. Beberapa konglomerat negeri ini menyerupai Ong Hok Liong (pengusaha rokok) dan Sudono Salim (pemilik Salim Group) juga diisukan pernah melaksanakan pemujaan di gunung ini saat perjuangan mereka mengalami pailit di masa jatuh bangunnya dulu. Entah benar entah tidak, namun yang terperinci warta ini sudah sangat berkembang di sana. [Baca Juga : Pesugihan Gunung Kemukus, Sragen - Jawa Tengah]

Ritual Pesugihan Gunung Kawi

Dari pemaparan seorang kuncen yang belum usang ini saya temui, saya mengetahui bahwa ritual pesugihan gunung kawi sebetulnya hanya dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Para peziarah sekedar diwajibkan untuk melaksanakan ritual tapa brata selama 3 hari di bawah sebuah pohon keramat berjulukan pohon Dewandaru.

 Bagi Anda yang tinggal di sekitar Jawa Timur Pesugihan Gunung Kawi, Ritual, Tumbal, dan Kisah Nyata
Sebelum melaksanakan tapabrata, peziarah tersebut diwajibkan terlebih dahulu melaksanakan mandi suci yang dipimpin pribadi oleh sang kuncen. Ketika melaksanakan mandi wajib inilah, peziarah itu melaksanakan kontrak mati atau semacam perjanjian dengan penguasa mistik gunung kawi. Mereka harus bersedia memperlihatkan tumbal nyawa pada sang penguasa setiap tahun untuk melanggengkan  kekayaannya.

Setelah melaksanakan mandi wajib, para peziarah gres diperbolehkan bergabung bersama para peziarah lain untuk melaksanakan tapa brata. Mereka harus bersila di atas selembar daun pisang, tidak boleh makan, minum, dan tidur. Mereka pun tidak boleh buang air besar dan buang air kecil kecuali mengeluarkannya di atas daun pisang yang didudukinya. [Baca Juga : Pesugihan Nyi Blorong]

Tapa brata dilarang bila mereka telah dihampiri selembar daun dari pohon Dewandari yang gugur dengan sendirinya. Daun itu harus jatuh sempurna di tubuh. Gugurnya daun dewandaru membuktikan bahwa harapan Anda untuk menjadi kaya melalui jalur pesugihan gunung kawi telah disetujui oleh penguasa mistik penunggu pohon dewandaru itu.

Namun bila selama 3 hari melaksanakan tapa brata, petapa tidak kejatuhan daun dewandaru, hal ini berarti harapan Anda untuk menjadi kaya melalui pesugihan ini tidak diizinkan oleh penguasa mistik Gunung Kawi. Anda akan pulang dengan tangan hampa dan tidak mendapat keberkahan dari tapa brata yang Anda lakukan. Orang-orang yang gagal mendapat daun dewandaru biasanya ialah orang-orang yang mempunyai niat jelek dan sebetulnya tidak terlalu butuh alasannya ialah secara ekonomi sudah berkecukupan. Sedangkan orang yang berhasil memperoleh daun dewandaru ialah mereka yang benar-benar sudah dalam posisi sulit, terlilit hutang, dan mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi.

 Bagi Anda yang tinggal di sekitar Jawa Timur Pesugihan Gunung Kawi, Ritual, Tumbal, dan Kisah Nyata
Setelah menjalani ritual pesugihan gunung dan mendapat selembar daun dewandaru, petapa harus pulang dan menyimpan daun yang didapatkannya itu di dalam bantal daerah tidurnya. Selain itu, ia juga harus membuka perjuangan dagang. Daun dewandaru yang disimpannya dalam bantal akan membantu melariskan dagangan, menambahkan uang secara mistik ke dalam laci penyimpanan uang, dan membantu melancarkan perjuangan tersebut secara spiritual. [Baca Juga : Pesugihan Uang Balik]

Kisah Nyata Persembahan Tumbal

Setelah satu tahun, pemilik pesugihan biasanya akan mulai mengalami peningkatan dalam kehidupan ekonominya. Ketika itu, ia mulai harus menyerahkan tumbal seorang insan yang masih mempunyai korelasi darah dan sepersusuan dengannya. Ia harus menunjuknya dan merelakan kepergian saudaranya itu untuk dijadikan pesuruh di kerajaan mistik gunung kawi. Setiap tahun tumbal harus diberikan melalui ritual tertentu. Seorang yang ditunjuk menjadi tumbal biasanya akan mati secara mendadak tanpa diduga-duga. Selain itu, setiap kali memberi tumbal, kekayaan pemilik pesugihan biasanya akan melonjak secara drastis.

Demikianlah pemaparan sekilas kami mengenai pesugihan gunung kawi beserta ritual-ritual yang harus dijalani. Cukup mengerikan ya. Semoga kita semua terhindar dari kesulitan rizki dan segala bujuk rayu setan. Amin.

Sabtu, 28 November 2015

Pengertian Alat Musik Ritmis, 9 Teladan Dan Gambarnya

View Article
Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, alat musik menurut fungsinya terbagi menjadi 3, yaitu alat musik harmonis, alat musik ritmis, dan alat musik melodis. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh seputar salah satu dari 3 alat musik tersebut yaitu mengenai alat musik ritmis, terkhusus mengenai pengertian, contoh, serta bermacam-macam cara memainkannya. Silakan disimak.

Pengertian Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis yaitu alat musik yang tidak sanggup membunyikan nada-nada tertentu, melainkan hanya dimainkan sebagai pengiring irama dan pengatur tempo lagu. Beberapa teladan alat musik ini contohnya drum, marakas, simbal, tamborin, timpani, triangle, konga, timpani, kastanyet, rebana, tifa, dan kendang. Secara umum, alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul, namun ada pula beberapa alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara digesek dan dikocok (digoyangkan).

Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya Pengertian Alat Musik Ritmis, 9 Contoh dan Gambarnya

Contoh Nama Alat Musik Ritmis dan Gambarnya

Dengan perkembangan seni musik dunia yang begitu pesat, pada masa kini ini kita sanggup menemukan aneka macam teladan alat musik ritmis. Adapun bermacam-macam teladan tersebut sanggup kita kategorikan menjadi jenis alat musik tradisional dan jenis alat musik modern. Berikut ini yaitu beberapa teladan alat musik ritmis menurut penggolongan tersebut lengkap dengan pembahasan dan gambarnya.

1. Kendang

Yang pertama yaitu kendang atau gendang. Alat musik tradisional Jawa ini juga merupakan alat musik ritmis yang dimainkan sebagai pengatur irama. Biasanya dimainkan sebagai aksesori iringan musik gamelan yang dipentaskan ketika pertunjukan wayang, tari jaipong, sinden, atau campur sari. Kendang ada bermacam-macam macamnya, ada kendang ketipung (ukuran kecil), kendang ciblon atau kebar (ukuran menengah), dan kendang kalih (ukuran besar). Semua macam kendang ini dimainkan dengan cara diteplak atau dipukul.

Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya Pengertian Alat Musik Ritmis, 9 Contoh dan Gambarnya

2. Tifa

Tifa yaitu alat musik tradisonal Papua yang juga termasuk jenis alat musik ritmis. Berdasarkan cara memainkan, bentuk, serta materi pembuatannya, alat musik ini bekerjsama tidak jauh berbeda dengan gendang Jawa, hanya saja bentuk tabungnya yang ramping memanjang menciptakan dia umumnya dimainkan sambil berdiri. Tifa seringkali dimainkan ketika digelarnya upacara moral Papua atau pesta-pesta adat.

3. Tamborin

Tamborin yaitu alat musik ritmis tradisional yang sanggup menghasilkan 2 bunyi sekaligus ketika dimainkan. Bunyi pertama berupa bunyi gemerincing yang berasal dari tumbukan logam pada bab sisi, sedangkan bunyi kedua berupa bunyi tabuhan yang berasal dari bab membrannya. Alat musik ini diketahui berasal dari Eropa, namun di beberapa penggalan dunia lain alat musik serupa juga banyak ditemukan.

Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya Pengertian Alat Musik Ritmis, 9 Contoh dan Gambarnya

4. Drum

Drum yaitu kelompok alat musik ritmis yang terbuat dari kulit atau plastik yang direntangkan pada sebuah lubang tabung dan dimainkan dengan cara dipukul memakai stik atau pemukul khusus. Dalam pertunjukan musik rock, pop, dan jazz, drum umumnya mengacu pada satu set alat musik yang terdiri dari bass drum, snare drum, hi-hat, tom-tom, cymbal, dan lain sebagainya. Orang yang memainkan drum set ini disebut dengan istilah drummer.

5. Triangle

Triangle juga merupakan salah satu teladan alat musik ritmis modern. Alat musik yang berbentuk segitiga dan terbuat dari materi logam ini menghasilkan bunyi ketika dipukul pada bab sisi luar maupun dalam memakai pemukul logam pula. Triangle biasanya dimainkan pada musik-musik slow, menyerupai pop, jazz, atau dangdut.

Nah, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai pengertian alat musik ritmis beserta teladan dan gambarnya lengkap. Semoga sanggup bermanfaat dan mari kita lanjutkan pembahasan kita mengenai alat musik serasi pada artikel selanjutnya.

Jumat, 27 November 2015

Pengertian Alat Musik Melodis, 7 Contoh, Dan Gambarnya Lengkap

View Article
Di seluruh dunia, terdapat bermacam ragam aneka jenis alat musik yang sanggup kita temukan. Namun, dari seluruh ragam alat musik tersebut, secara umum mereka terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu jenis alat musik melodis, alat musik ritmis, dan alat musik harmonis. Pengkategorian ini khususnya dilakukan menurut fungsi dari alat musik itu sendiri dalam suatu iringan musik. Nah, berikut ini kita akan membahas satu persatu dari ketiga jenis alat musik tersebut secara lebih lengkap disertai dengan referensi dan gambarnya. Silakan disimak!

 terdapat bermacam ragam aneka jenis alat musik yang sanggup kita temukan Pengertian Alat Musik Melodis, 7 Contoh, dan Gambarnya Lengkap

Alat Musik Melodis

Alat musik melodis yakni alat musik yang sanggup membunyikan melodi dalam sebuah lantunan lagu namun pada umumnya tidak sanggup memainkan kord sendirian. Artinya, alat musik ini sanggup menghasilkan nada atau notasi menyerupai Do, Re, Mi, ...dst yang sanggup melengkapi bunyi-bunyian yang dihasilkan dari alat musik ritmis dan harmonis. Alat musik melodis juga sanggup diartikan sebagai alat musik yang memiliki irama atau nada. Biasanya fungsi dari alat musik melodis ini yakni untuk mengatur nada dalam sebuah lagu atau musik.

Ada berbagai jenis alat musik melodis yang sanggup kita temukan ketika ini, mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern. Namun, bermacam-macam jenis alat musik tersebut juga sanggup digolongkan menurut pada cara memainkannya. Berikut ini yakni beberapa cara memainkan alat musik melodis tersebut untuk Anda ketahui.
  1. Dipetik, misalnya menyerupai kecapi, mandolin, gitar, dan sasando.
  2. Ditiup, misalnya menyerupai seruling dan pianika.
  3. Ditekan, misalnya menyerupai akordion dan piano.
  4. Digoyang, misalnya menyerupai angklung.
  5. Digesek, misalnya menyerupai biola.
  6. Dihisap, misalnya menyerupai harmonika.

Contoh Alat Musik Melodis

Secara lebih jelas, berikut ini kami sajikan pula pembahasan mengenai beberapa referensi alat musik melodis beserta gambarnya lengkap untuk Anda.

1. Biola

Biola yakni referensi alat musik melodis yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini punya 4 dawai yang distel dengan interval tepat (G-D-A-E). Bedasarkan tinggi rendah nada yang dihasilkan, biola juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu biola alto, biola cello, dan biola double bass atau kontra bass (biola dengan nada tertinggi). Dalam bahasa Indonesia, pemain alat musik ini dikenal dengan sebutan violinis.

2. Akordion

Contoh alat musik melodis modern selanjutnya yakni akordeon. Akordeon yakni alat musik homogen organ yang dimainkan dengan cara digantungkan di badan, tangan kiri pemain akan menekan tombol-tombol akor, sedang tangan kananya memainkan melodi dari lagu yang dibawakan. Di Indonesia, alat musik yang ditemukan C.F.L. Buschmann dari Jerman ini memang belum begitu populer, namun tidak dengan di negara-negara Eropa dan Latin.

 terdapat bermacam ragam aneka jenis alat musik yang sanggup kita temukan Pengertian Alat Musik Melodis, 7 Contoh, dan Gambarnya Lengkap

3. Bonang

Bonang yakni alat musik tradisional Jawa yang menurut fungsinya juga digolongkan ke dalam jenis alat musik melodis. Alat musik ini dimainkan denganc ara dipukul. Dalam pertunjukan wayang dan upacara moral Jawa, bonang selalu ada dan menjadi komplemen hiburan rakyat.

4. Angklung

Angklung yakni referensi alat musik melodis tradisional Sunda yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia sebagai warisan dunia. Terbuat dari bambu, alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan ini menghasilkan suara melodis yang berasal dari benturan pipa bambu dengan kayu yang berada di dalamnya.

 terdapat bermacam ragam aneka jenis alat musik yang sanggup kita temukan Pengertian Alat Musik Melodis, 7 Contoh, dan Gambarnya Lengkap

5. Suling

Alat musik tradisional yang satu ini juga berasal dari Jawa Barat. Ia termasuk ke dalam jenis alat musik melodis sebab akan menghasilkan notasi atau nada yang indah jikalau dimainkan. Semuanya mungkin sudah tahu jikalau alat musik ini memang dimainkan dengan cara ditiup.

6. Kecapi

Sama menyerupai angklung, kecapi juga merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kebudayaan Sunda. Dimainkan dengan cara dipetik, alat musik ini akan menghasilkan melodi yang sangat indah. Ia sanggup dimainkan secara tunggal atau sebagai komplemen bunyi-bunyian alat musik lain.

 terdapat bermacam ragam aneka jenis alat musik yang sanggup kita temukan Pengertian Alat Musik Melodis, 7 Contoh, dan Gambarnya Lengkap

7. Sasando

Alat musik dawai yang berasal dari pulau Rote, NTT ini yakni hasil karya luar biasa dari nenek moyang Indonesia pada masa silam. Dimainkan dengan cara dipetik, alat musik melodis ini akan menghasilkan suara yang tidak jauh berbeda dengan suara gitar, kecapi, biola, dan alat musik dawai lainnya.

Nah, itulah sekilas pembahasan kami mengenai pengertian alat musik melodis beserta jenis dan contoh-contohnya. Semoga sanggup bermanfaat dan mari kita lanjutkan pembahasan kita ke alat musik ritmis.

Kamis, 26 November 2015

8 Peninggalan Kerajaan Demak Beserta Klarifikasi Dan Gambarnya

View Article
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten kecil dari kerajaan Majapahit. Seiring runtuhnya efek Majapahit dalam kancah Nusantara serta mulai tumbuhnya Islam di tanah Jawa, Demak pun berkembang menjadi sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah. Berikut, pada artikel kali ini kami akan membahas ihwal apa saja peninggalan Kerajaan Demak yang sampai kini masih terpelihara sebagai bukti eksistensinya di masa silam. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475. Bukti sejarah yang mengabarkan ihwal keberadaan kerajaan ini di masa kemudian sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah mirip bangunan atau benda-benda tertentu juga  masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak tersebut contohnya Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, situs Kolam Wudlu, serta maksurah yang berupa pahatan atau goresan indah.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling dikenal tentu yakni Masjid Agung Demak. Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh sampai dikala ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi sentra pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai-nilai filosofisnya , datanglah ke masjid ini. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak - Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti petir, oleh sebab itu, pintu bledek sanggup diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibentuk oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan kisah yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain sebab Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi dipakai sebagai pintu masjid. Pintu bledek dimuseumkan sebab sudah mulai lapuk dan tua. Ia menjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru yakni tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang dipakai masjid ini, dan menurut kisah semua soko guru tersebut dibentuk oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Sang Sunan menerima kiprah untuk menciptakan semua tiang tersebut sendiri, hanya saja dikala ia gres menciptakan 3 buah tiang sesudah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

4. Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan. Kedua alat ini dipakai pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid semoga segera tiba melakukan sholat 5 waktu sesudah adzan dikumandangkan. Kentongan berbentuk mirip tapal kuda mempunyai filosofi bahwa kalau kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera tiba untuk melakukan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

Situs bak wudlu dibentuk seiring berdirinya bangunan Masjid Demak. Situs ini dahulunya dipakai sebagai daerah berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melakukan sholat. Namun, dikala ini situs tersebut sudah tidak dipakai lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah.

yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran fatwa Islam ke seluruh pelosok Nusan 8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

6. Maksurah

Maksurah yakni dinding berukir kaligrafi goresan pena Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibentuk sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada dikala Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Adapun goresan pena dalam kaligrafi tersebut bermakna ihwal ke-Esa-an Alloh.

7. Dampar Kencana

Dampar kencana yakni singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak. Peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini sampai kini masih terawat rapi di dalam daerah penyimpanannya di Masjid Demak.

8. Piring Campa

Piring Camapa yakni piring tunjangan seorang putri dari Campa yang tak lain yakni ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di daerah imam.

Nah, demikianlah 6 peninggalan Kerajaan Demak beserta klarifikasi dan gambarnya lengkap. Semoga cukup lengkap dan sanggup mempunyai kegunaan untuk memperkaya wawasan sejarah pembaca sekalian. Terimakasih.

15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Dan Prasasti Beserta Gambarnya

View Article
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan Hindu Budha yang berdiri pada kurun ke 8 Masehi di daerah sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan yang lalu runtuh di kurun ke 11 Masehi ini telah meninggalkan aneka macam bangunan sejarah yang masih sanggup kita temukan hingga ketika ini. Apa saja ya peninggalan Kerajaan Mataram Kuno tersebut? Untuk mengetahuinya, marilah simak ulasan kami berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno 

Secara umum, Kerajaan Mataram Kuno telah meninggalkan beberapa candi dan prasasti yang ditemukan tersebar di daerah sekitar Jawa Tengah. Salah satu candi yang populer contohnya Candi Borobudur. Nah, berikut yakni beberapa candi tersebut beserta gambar dan keterangan singkatnya untuk kita pelajari bersama.

1. Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Nama Candi Gambar Candi
1. Candi Sewu
Terletak di tempat sekitar candi Prambanan, tepatnya di Desa Bugisan, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Candi Sewu yakni candi Budha terbesar kedua sesudah Borobudur.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
2. Candi Arjuna
Terletak di kompleks Percandian Arjuna, tepatnya di Dataran Tinggi Dieng, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi Hindu satu ini seakan-akan dengan candi-candi di kompleks Gedong Sanga.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
3. Candi Bima
Terletak di Desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi ini dikatakan mempunyai banyak keunikan, contohnya dalam hal arsitekturnya yang seakan-akan dengan candi-candi yang ada di India.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
4. Candi Borobudur
Candi peninggalan Kerajaan Mataram Lama yang satu ini sudah populer ke seluruh penjuru dunia sebagai candi Budha terbesar yang pernah ada. Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah dan diperkirakan berasal dari ke 8 Masehi.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
5. Candi Mendut
Candi Mendut merupakan candi peninggalan Agama Budha yang diperkirakan dibangun semenjak Mataram berada di bawah kepemimpinan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
6. Candi Pawon
Jika Borobudur, Mendut, dan Pawon dilihat dari atas, ketiganya terletak di satu garis lurus. Inilah yang menciptakan para jago merasa keheranan. Candi pawon masih belum diketahui secara terperinci asal-usulnya alasannya yakni bukti sejarah yang ditemukan masih sangat terbatas.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
7. Candi Puntadewa
Candi yang terletak di kompleks candi Arjuna ini juga merupakan candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Candi bercorak Hindu ini mempunyai ukuran kecil tapi terlihat tinggi.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
8. Candi Semar
Candi Semar terletak berhadapan pribadi dengan Candi Arjuna. Bentuknya segiempat membujur arah Utara – Selatan dengan tangga masuknya berada di sisi Timur dan Barat.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya

2. Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Nama Prasasti Gambar Prasasti
1. Prasasti Sojomerto ( sekitar Abad ke 7)
Prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di desa Sojomerto, Kabupaten Pekalongan ini menjelaskan bahwa Syailendra yakni penganut agama Budha.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
2. Prasasti Kalasan (778 M)
Prasasti ini berisi wacana kabar seorang raja Dinasti Syailendra yang membujuk Rakai Panangkaran biar mendirikan bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah vihara bagi para pendeta Budha.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
3. Prasasti Klurak (782 M)
Prasasti yang ditemukan di daerah Prambanan ini berisi wacana informasi pembuatan arca Manjusri sebagai wujud Sang Budha, Wisnu, dan Sanggha. Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini juga menyebut nama Raja Indra sebagai raja yang berkuasa pada ketika itu.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
4. Prasasti Ratu Boko (856 M)
Prasasti ini berisi informasi kekalahan Balaputra Dewa dalam perang melawan kakaknya Rakai Pikatan atau Pramodhawardani dalam perebutan kekuasaan.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
5. Prasasti Nalanda (860 M)
Prasasti ini berisi wacana asal-usul Balaputra Dewa yang yakni cucu dari Raja Indra dan putra dari Raja Samarottungga.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
6. Prasasti Cangal (732 M)
Prasasti ini ditemukan di Gunung Wukir, Desa Canggal. Isinya berupa peringatan pembuatan lingga di Desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya.
Kerajaan Mataram Kuno yakni sebuah kerajaan  15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya
7. Prasasti Mantyasih (907 M) dan 8. Prasasti Wanua Tengah III (908 M)
Kedua prasasti ini berisi wacana daftar raja-raja yang pernah memerintah di Dinasti Sanjaya.
Tidak Ada Gambar
Nah, demikianlah sekilas pemaparan mengenai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno beserta keterangan dan gambarnya lengkap. Semoga sanggup dimanfaatkan dengan baik dan sanggup menambah wawasan bagi kita semua.